JAKARTA (Eksplore.co.id)  – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan remisi atu pengurangan masa hukuman kurungan dalam rangka 75 tahu Indonesia Merdeka kepada 119.175 orang narapidanan (napi). Sebanyak 1.438  napi di antaranya langsung bebas setelah menerima  remisi umum (RU) II.

Pengumuman pemberian remisi dilakukan secara virtual oleh Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly dari Lapas Mataram Kuripan, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (17/8/2020). Pemberian Remisi secara simbolis diberikan langsung oleh  Kepala Daerah secara serentak kepada  perwakilan narapidana  di seluruh wilayah.

Menkumham Yasonna mengumumkan, ada sebanyak 117.737 napi yang menerima RU I yang besarnya mulai 1 bulan hingga 6 buan.

Dalam sambutan virtualnya, Menteri Yasona menyatakan bahwa remisi merupakan bentuk dari penerapan dan pelaksanaan hak asasi manusia. “Remisi adalah bagian dari hak warga binaan yang harus dihormati. Pemberian remisi tidak hanya dimakani sebagai pemberian hak terhadap warga binaan tetapi sebagai bentuk apreasiasi negara terhadap warga binaan karena telah berkelakuan baik selama menjalani masa tahanan,’’ papar Yasonna.

Menurut Menteri, pemberian remisi ini bukan kebijakan yang hanya diprakarsai oleh Kemenkumham, tetapi juga merupakan rekomendasi dari PBB, Komnas HAM, dan lembaga HAM di dunia. Remisi juga tidak hanya dilaksanakan oleh sistem penjara di Indonesia tetapi juga penjara di seluruh dunia

Namun demikian, dalam pelaksanaan pemberian remisi ini, kata Menteri, ada prinsip kehati-hatian dan bebas biaya. “Pemberian remisi diselenggarakan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan bebas dari biaya,’’ kata Yasonna yang juga politisi PDIP.

Namun, dalam pernyataannya, Menkumham tidak merinci siapa saja napi yang mendapat remisi dan mereka yang langsung bebas. Siapa saja napi kasus politik yang mendapat remisi dan bebas. Yang jelas, salah satu yang langsung bebas adalah Nazaruddin, mantan bendahara umum Partai Demokrat.

Penghematan Rp176,26 Miliar

Pada kesempatan yang sama,  Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga menjelaskan, pemberian Remisi Umum Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 Tahun 2020 dapat menghemat pengeluaran uang negara dengan memangkas anggaran makan narapidana hingga lebih dari Rp.176 miliar.

“Penghematan anggaran makan 117.737 orang narapidana penerima RUI mencapai Rp.173.258.730.000,sedangkan penghematan anggaran makan 1.438 orang narapidana penerima RU II mencapai Rp.3.003.900.000,sehingga total penghematan anggaran makan narapidana mencapai Rp.176.262.630.000,” katanya. (bs)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini