"Kasus dominan di curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan ada juga kasus pemerkosaan, pembunuhan dan narkoba," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan pada Senin (25/5/2020).

JAKARTA (Eksplore.co.id) – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat sebanyak 135 narapidana (napi) yang memperoleh program asimilasi dan pembebasan bersyarat akibat pandemi Corona Virus Disease 2019/Covid-19 (Virus Korona) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) ditangkap olehnya.

Karena, mereka melakukan berbagai tindak pidana  seperti pencurian hingga penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba).

“Kasus dominan di curat (pencurian dengan pemberatan), curas (pencurian dengan kekerasan), curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan ada juga kasus pemerkosaan, pembunuhan dan narkoba,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan pada Senin (25/5/2020).

Sebanyak 135 kasus napi asimilasi dan pembebasan bersyarat tersebar di 23 kepolisian daerah (polda) di Tanah Air. Dua polda terbanyak menangani kasus ini adalah Polda Jawa Tengah dan Polda Sumatera Utara masing-masing menangani 17 kasus.

Kemudian, Polda Riau menangani sebanyak 12 kasus dan Polda Jawa Barat sebanyak 11 kasus

Sebelumnya,  Polri menyebutkan sebanyak 125 napi asimilasi kembali melakukan tindak pidana yang ditangani 21 polda hingga Selasa (19/5/2020).

Mayoritas tindak pidana yang dilakukan para napi ini adalah pencurian hingga penggelapan. Hal itu antara lain pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan penggelapan. (mam)

Advertisement

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini