Agus Muharram Jadi Penyanyi Prof di Masa Pensiun Nanti

JAKARTA – EKSPLORE (6/3/2018, 10.05) – Profesi baru telah menanti Agus Muharram, yang kini telah siap-siap memasuki masa pensiun tahun ini. Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM ini jelas tak bakal terkena penyakit post power syndrome.

Sebab, kawan-kawannya di blantika musik siap menerima kehadirannya sebagai penyanyi profesional. Sebut saja Deddy Dhukun dan Dian Pramana Putra (2D Project). Semasa belum pension pun, Agus sudah sering ‘menyeponsori’  konser musik yang disiarkan di layar televisi. Konser paling anyar digelar di TVRI dengan tajuk ‘Konser Tujuh Bintang’ pada 24 Februari 2018 lalu. Selalu pasti, Agus pun menggandeng  2D Project.

Tujuh Bintang itu adalah para penyanyi kawakan alias gaek yang meliputi Vina Panduwinata, Yopy Latul, Mus Mujiono, Fariz RM, Trie Utami, Atiek CB, dan Benito. Saat itu Agus sempat ikut manggung untuk membawakan lagu ‘selamat tinggal’. Dengan mereka, Agus sebelumnya mengemas pagelaran Back Story Music Concert 2018  di Balai Sarbini, Semanggi, akhir  Februari lalu. Acara itu tentu tidak gratisan. Tiketnya untuk menengah ke atas. Untuk platinum seharga Rp 1,5 juta, gold Rp 750 ribu, silver Rp 400 ribu, dan yang paling rendah, yaitu klas balkon seharga Rp200 ribu.

‘’Bahkan, saya pernah berduet bersama Syahrini di rubrik Nostalgia di TVRI,’’ katanya mengenang. Tembang-tembang lawas, baik asing maupun pop lokal adalah spesialisnya. Berbagai aliran dia pun bisa. Rock, pop, keroncong, hingga dangdut. Dengan Deddy Dhukun, Agus sudah malah sudah merilis album religi.

Bagi Agus, bernyanyi sudah menjadi hobinya sejak remaja. Bahkan pernah menjabet penghargaan bintang radio di Kuningan dan Subang saat masih sekolah. Pernah menjadi juara satu Pop Singer dan Bintang RRI se- Eks Karesidenan Banten. Ketika itu dia masih duduk di bangku kelas 1 SMPN 1 Serang pada 1971. Dia disarankan untuk ikut lomba pop singer tingkat Jawa Barat. Tapi saran itu ditolaknya. Sebab, Agus tak ingin menjadi penyanyi, tapi ingin kuliah di ITB dan bercita-cita menjadi arsitek.

Yang terang, Agus sering memanfaatkan waktu senggang di berbagai acara untuk menyanyi di atas panggung. Dia senang bergaul dengan wartawan yang meliput di Kementerian Koperasi dan UKM. Sebab mereka sering memberi panggung buat Agus. Setiap acara yang diselenggarakan para wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) itu sering menyediakan organ. Itu sebabnya Pak Menteri lebih sering menugaskan Sesmennya untuk hadir di acara Forwakop.

Pantas dekat dengan wartawan. Rupanya Agus adalah mantan Kabag Humas di Departemen (kini Kementerian) Pekerjaan Umum (PU), yaitu pada 1998. Hijrah ke Kementerian Koperasi dan UKM pada  1999 dengan posisi sebagai pelaksana Sekretaris Ditjen Fasilitasi Pembiayaan Simpan Pinjam. Ketika itu, Kementerian itu masih bernama Departemen Koperasi dan PPK. Jabatan berikutnya, sebagai Asisten Deputi Urusan Program Pendanaan. Jabatan itu dipegang selama setahun pada 2001 sebelum bergeser menjadi Asisten Deputi Urusan Keanggotaan Koperasi (2002-2004). Jabatan asisten dipegangnya lagi di bawah Deputi Urusan Advokasi (2004).

Di era Menteri Koperasi Suryadharma Ali, Agus ditunjuk menjadi staf ahli menteri bidang Pemanfaatan Teknologi. Masih bersama Suryadharma, Agus naik pangkat menjadi Deputi Bidang Pembiayaan. Saat menkop dipegang oleh Syarif Hasan, dia dipercaya menjadi Deputi Bidang SDM.  Pernah menjadi Depui Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. Posisi paking lama yang dipegang Agus adalah menjadi Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu sejak 2011 hingga sekarang, yaitu sejak Menteri Syarif Hasan hingga AAGN Puspayoga. (a1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat