Kejar Target Asian Games, Proyek LRT Jalan Terus

Kejar Target Asian Games, Proyek LRT Jalan Terus

Para pekerja proyek pengerjaan LRT di Kelapa Gading sedang bekerja (Foto: iNews.id)

JAKARTA – EKSPLORE (23/2/2018) – Kebijakan moratorium proyek infrastruktur elevated atau jalur layang tidak memengaruhi aktivitas pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI terus melanjutkan pengerjaan untuk mengejar target persiapan Asian Games 2018.

BUMD selaku kontraktor proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan, pembangunan sarana transportasi LRT di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 63,01%.

“Terhitung sampai dengan 15 Februari 2018, progres pembangunan LRT Jakarta sudah mencapai 63,01%,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut dia, rincian pengerjaannya, antara lain pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92% dan pekerjaan rolling stock sarana mencapai 59,21%, sehingga total keseluruhan 63,01%.

“Sementara itu, untuk pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen. Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan sudah selesai pada Agustus 2018,” ujar Satya.

Selanjutnya, dia menuturkan untuk proses testing dan commissioning, ditargetkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang. Sedangkan, kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Menurut dia, ada delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli dan delapan gerbong LRT berikutnya siap beroperasi pada akhir Oktober tahun ini.

“Untuk proses pengecetan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018, kemudian siap dilakukan testing dan commissioning,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, jika moratorium memakan waktu 2-3 minggu akan mengganggu proses pengerjaan proyek. Dikhawatirkan, target pengerjaan yang sudah dipatok Pemerintah Provinsi DKI tidak tercapai. Padahal, pembangunan LRT sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

“Saya rasa hari ini belum dikoordinasikan, tetapi kami meminta tidak ada moratorium untuk infrastruktur DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu aka nada waktu terbuang, sayang kalau sampai 2-3 minggu,” kata Saefullah.(b1/ant)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para pekerja proyek pengerjaan LRT di Kelapa Gading sedang bekerja (Foto: iNews.id)

 

JAKARTA – EKSPLORE (23/2/2018) – Kebijakan moratorium proyek infrastruktur elevated atau jalur layang tidak memengaruhi aktivitas pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI terus melanjutkan pengerjaan untuk mengejar target persiapan Asian Games 2018.

BUMD selaku kontraktor proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan, pembangunan sarana transportasi LRT di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 63,01%.

“Terhitung sampai dengan 15 Februari 2018, progres pembangunan LRT Jakarta sudah mencapai 63,01%,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut dia, rincian pengerjaannya, antara lain pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92% dan pekerjaan rolling stock sarana mencapai 59,21%, sehingga total keseluruhan 63,01%.

“Sementara itu, untuk pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen. Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan sudah selesai pada Agustus 2018,” ujar Satya.

Selanjutnya, dia menuturkan untuk proses testing dan commissioning, ditargetkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang. Sedangkan, kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Menurut dia, ada delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli dan delapan gerbong LRT berikutnya siap beroperasi pada akhir Oktober tahun ini.

“Untuk proses pengecetan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018, kemudian siap dilakukan testing dan commissioning,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, jika moratorium memakan waktu 2-3 minggu akan mengganggu proses pengerjaan proyek. Dikhawatirkan, target pengerjaan yang sudah dipatok Pemerintah Provinsi DKI tidak tercapai. Padahal, pembangunan LRT sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

“Saya rasa hari ini belum dikoordinasikan, tetapi kami meminta tidak ada moratorium untuk infrastruktur DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu aka nada waktu terbuang, sayang kalau sampai 2-3 minggu,” kata Saefullah.(b1/ant)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para pekerja proyek pengerjaan LRT di Kelapa Gading sedang bekerja (Foto: iNews.id)

 

JAKARTA – EKSPLORE (23/2/2018) – Kebijakan moratorium proyek infrastruktur elevated atau jalur layang tidak memengaruhi aktivitas pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI terus melanjutkan pengerjaan untuk mengejar target persiapan Asian Games 2018.

BUMD selaku kontraktor proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan, pembangunan sarana transportasi LRT di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 63,01%.

“Terhitung sampai dengan 15 Februari 2018, progres pembangunan LRT Jakarta sudah mencapai 63,01%,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut dia, rincian pengerjaannya, antara lain pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92% dan pekerjaan rolling stock sarana mencapai 59,21%, sehingga total keseluruhan 63,01%.

“Sementara itu, untuk pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen. Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan sudah selesai pada Agustus 2018,” ujar Satya.

Selanjutnya, dia menuturkan untuk proses testing dan commissioning, ditargetkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang. Sedangkan, kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Menurut dia, ada delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli dan delapan gerbong LRT berikutnya siap beroperasi pada akhir Oktober tahun ini.

“Untuk proses pengecetan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018, kemudian siap dilakukan testing dan commissioning,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, jika moratorium memakan waktu 2-3 minggu akan mengganggu proses pengerjaan proyek. Dikhawatirkan, target pengerjaan yang sudah dipatok Pemerintah Provinsi DKI tidak tercapai. Padahal, pembangunan LRT sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

“Saya rasa hari ini belum dikoordinasikan, tetapi kami meminta tidak ada moratorium untuk infrastruktur DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu aka nada waktu terbuang, sayang kalau sampai 2-3 minggu,” kata Saefullah.(b1/ant)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para pekerja proyek pengerjaan LRT di Kelapa Gading sedang bekerja (Foto: iNews.id)

 

JAKARTA – EKSPLORE (23/2/2018) – Kebijakan moratorium proyek infrastruktur elevated atau jalur layang tidak memengaruhi aktivitas pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI terus melanjutkan pengerjaan untuk mengejar target persiapan Asian Games 2018.

BUMD selaku kontraktor proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan, pembangunan sarana transportasi LRT di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 63,01%.

“Terhitung sampai dengan 15 Februari 2018, progres pembangunan LRT Jakarta sudah mencapai 63,01%,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut dia, rincian pengerjaannya, antara lain pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92% dan pekerjaan rolling stock sarana mencapai 59,21%, sehingga total keseluruhan 63,01%.

“Sementara itu, untuk pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen. Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan sudah selesai pada Agustus 2018,” ujar Satya.

Selanjutnya, dia menuturkan untuk proses testing dan commissioning, ditargetkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang. Sedangkan, kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Menurut dia, ada delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli dan delapan gerbong LRT berikutnya siap beroperasi pada akhir Oktober tahun ini.

“Untuk proses pengecetan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018, kemudian siap dilakukan testing dan commissioning,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, jika moratorium memakan waktu 2-3 minggu akan mengganggu proses pengerjaan proyek. Dikhawatirkan, target pengerjaan yang sudah dipatok Pemerintah Provinsi DKI tidak tercapai. Padahal, pembangunan LRT sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

“Saya rasa hari ini belum dikoordinasikan, tetapi kami meminta tidak ada moratorium untuk infrastruktur DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu aka nada waktu terbuang, sayang kalau sampai 2-3 minggu,” kata Saefullah.(b1/ant)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Para pekerja proyek pengerjaan LRT di Kelapa Gading sedang bekerja (Foto: iNews.id)

 

JAKARTA – EKSPLORE (23/2/2018) – Kebijakan moratorium proyek infrastruktur elevated atau jalur layang tidak memengaruhi aktivitas pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Jakarta. Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI terus melanjutkan pengerjaan untuk mengejar target persiapan Asian Games 2018.

BUMD selaku kontraktor proyek, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyatakan, pembangunan sarana transportasi LRT di Ibu Kota saat ini sudah mencapai 63,01%.

“Terhitung sampai dengan 15 Februari 2018, progres pembangunan LRT Jakarta sudah mencapai 63,01%,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Jakpro Satya Heragandhi di Jakarta, Jumat (23/2/2018).

Menurut dia, rincian pengerjaannya, antara lain pekerjaan utama prasarana mencapai 62,92% dan pekerjaan rolling stock sarana mencapai 59,21%, sehingga total keseluruhan 63,01%.

“Sementara itu, untuk pekerjaan persiapan sudah selesai 100 persen. Pekerjaan sarana sudah dimulai sejak 20 Desember 2016 dan ditargetkan sudah selesai pada Agustus 2018,” ujar Satya.

Selanjutnya, dia menuturkan untuk proses testing dan commissioning, ditargetkan sudah dapat dilaksanakan pada Mei 2018 mendatang. Sedangkan, kontrak pengadaan rolling stock dengan total 16 gerbong sudah dimulai sejak 1 Februari 2017 dan ditargetkan selesai pada Oktober 2018.

Menurut dia, ada delapan gerbong LRT ditargetkan siap untuk dioperasikan pada akhir Juli dan delapan gerbong LRT berikutnya siap beroperasi pada akhir Oktober tahun ini.

“Untuk proses pengecetan kereta pertama telah selesai pada akhir Oktober 2017 di Korea. Dua gerbong pertama akan tiba di Jakarta paling lambat pada akhir April 2018, kemudian siap dilakukan testing dan commissioning,” kata dia.

Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan, jika moratorium memakan waktu 2-3 minggu akan mengganggu proses pengerjaan proyek. Dikhawatirkan, target pengerjaan yang sudah dipatok Pemerintah Provinsi DKI tidak tercapai. Padahal, pembangunan LRT sangat dibutuhkan untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

“Saya rasa hari ini belum dikoordinasikan, tetapi kami meminta tidak ada moratorium untuk infrastruktur DKI Jakarta. Biarkan saja jalan, karena moratorium itu aka nada waktu terbuang, sayang kalau sampai 2-3 minggu,” kata Saefullah.(b1/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *