Kemenkop dan UKM Berharap Program Revitalisasi Pasar Rakyat Dongkrak Omzet

Kemenkop dan UKM Berharap Program Revitalisasi Pasar Rakyat Dongkrak Omzet

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta menyerahkan DIPA Revitalisasi Pasar Rakyat Tahun Anggaran 2018 kepada para kepala dinas koperasi di empat daerah. (foto humas kemenkop)

JAKARTA – EKSPLORE (8/3/2018, 31:15) – Kementerian Koperasi dan UKM berharap adanya program revitalisasi pasar rakyat di berbagai kota dapat mendongkrak pendapatan atau omzet penjualan. Harapan itu diungkapkan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dalam Rakor teknis program revitalisasi pasar rakyat yang dikelola oleh koperasi dan penataan sarana usaha kawasan PKL di Jakarta, Rabu (7/3/2018).

‘’Kami mengharapkan program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan pedagang kaki lima (PKL) dapat meningkatkan transaksi jual beli yang semula hanya bersifat mingguan, menjadi pasar harian. Sehingga memberikan ruang bagi UMKM sebagai pedagang pasar/PKL untuk dapat berkembang,” kata I Wayan Dipta.

Wayan mengatakan, program revitalisasi pasar rakyat dan penataan sarana usaha kawasan PKL mendapat apresiasi dari pelaku KUMKM, mengingatkan program tersebut dianggap telah memperbaiki dan meningkatkan sarana ekonomi yang selaras dengan upaya pemerataan, pembangunan hingga memperluas kesempatan kerja.

Program revitalisasi pasar rakyat itu mulai dilaksanakan sejak 2003 hingg 2017 da berlanjut hingga 2018. Hingga kini sudah 728 pasar rakyat di 383 kota/kabupaten yang telah dibangun kembali. Revitalisasi pasar rakyat itu sebagai upaya untuk mempertahankan eksistensi serta meningkatkan potensi pasar rakyat dan kawasan PKL sebagai penggerak perekonomian masyarakat di daerah.

Khusus tahun ini, pemerintah akan membangun sebanyak 51 unit pasar rakyat yang diprioritaskan di daerah perbatasan, tertinggal, maupun pasca bencana. Pemerintah juga akan melaksanakan program penataan sarana usaha di 20 kawasan PKL bagi 1.000 pedagang atau pelaku KUMKM.

Sementara itu, dalam rakor tersebut, Wayan menyerahkan secara simbolis petikan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) kepada delapan satker penerima program tugas pembantuan tahun anggaran 2018 untuk program revitalisasi pasar rakyat, dan penataan sarana usaha kawasan PKL.

Untuk program revitalisasi pasar rakyat, DIPA diserahkan masing-masing kepada Kabupaten Raja Ampat, Mamuju Tengah, Tanah Datar dan Malaka. Sedangkan penataan sarana usaha kawasan PKL DIPA diserahkan kepada Kabupaten Kutai Barat, Sangihe, Maluku Barat Daya, dan Sikka. (a3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat