Songsong Industry 4.0, Pemerintah Siapkan Roadmap dan Bentuk KIN

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (foto istimewa)

JAKARTA – EKSPLORE (3/4/2018) – Kehadiran Revolusi Industri Keempat atau disebut Industry 4.0, tidak mungkin tidak harus dihadapi dengan pesiapan yang matang. Apa yang telah dipersiapkan pemerintah? Setidaknya, Kementerian Perindustrian (Kemenperind) telah menyusun roadmap agar para pelaku industri kita punya kemampuan kompetitif dengan dunia luar di era digital sekarang ini.   Roadmap itu dinamakan Making Indonesia 4.0.

Roadmap itu akan diluncurkan Rabu (4/42018) bersamaan dengan diadakannya Indonesia Industrial Summit 2018. Acara itu akan dibuka  Presiden Joko Widodo. Selain  menyiapkan roadmap tadi, Kemenperind juga akan mengusulkan pembentukan Komite Industri Nasional (KIN) dan melibatkan lembaga lainnya dan di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian serta di bawah Presiden.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, pembentukan KIN dimungkinkan berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. ‘’Pemerintah akan membentuk Komite Industri Nasional dalam upaya kesiapan mengimplementasikan perkembangan revolusi industri keempat atau Industry 4.0,’’ kata Airlangga, awal pecan ini (1/4/2018) di Jakarta.

Komite ini diperlukan, kata Airlangga, untuk memperkuat kerja sama dan memfasilitasi penyelarasan di antara kementerian dan lembaga terkait dengan para pelaku industri dalam negeri. Perlunya,  agar Indonesia mampu kompetitif memasuki era digital tersebut. “Komite Industri Nasional ini tujuannya untuk menyongsong era digital. Jadi, memang dibutuhkan koordinasi, baik itu terkait dengan harmonisasi regulasi, insentif-insentif fiskal, dan juga infrastruktur telekomunikasi,” kata Menteri Airlangga.

Roadmap ini menjadi kesiapan kita di era industri digital hingga tahun 2030,” ujar Menperin. Salah satu strategi Indonesia memasuki Industry 4.0 adalah menyiapkan lima sektor manufaktur yang akan menjadi percontohan untuk memperkuat fundamental struktur industri Tanah Air.

Kelima sektor tersebut, yaitu industri makanan dan minuman, industri otomotif, industri elektronik, industri kimia, serta industri tekstil. “Implementasi Industry 4.0 akan membawa peluang besar untuk merevitalisasi sektor manufaktur nasional dan menjadi akselerator dalam mencapai visi Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030,” ujarnya.

Dengan menerapkan Industry 4.0, Airlangga optimistis, target besar nasional dapat tercapai. Target itu secara garis besar, antara lain membawa Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia di tahun 2030, mengembalikan angka ekspor netto industri sebesar 10%, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja hingga dua kali lipat dibanding peningkatan biaya tenaga kerja.

Target lainnya, adalah peningkatan kontribusi manufaktur terhadap PDB menjadi 25% dan adanya tambahan lapangan pekerjaan serta pengalokasiaan 2% dari PDB untuk aktivitas R&D teknologi dan inovasi atau naik tujuh kali lipat dari saat ini. “Dengan adanya implementasi roadmap ini, akan membuat industri meningkatkan investasi dan melakukan ekspansi. Sehingga lapangan kerja baru akan terbuka,” kata dia.

Menurut Menperin, langkah dasar yang sudah diawali oleh Indonesia dalam kesiapan memasuki era Industry 4.0, adalah meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program link and match antara pendidikaan dengan industri. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan di dunia industri saat ini. (b2)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat