Penghargaan Kemenkop Bagi Pemda dan Koperasi Berprestasi 2017

YOGYAKARTA – EKSPLORE (5/4/2018) – Yogyakarta menerima banyak penghargaan dari Kementerian  Koperasi dan UKM. Penghargaan itu diberikan terkait kinerjanya dalam upaya memajukan  perkoperasian sepanjang 2017.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat dua penghargaan karena memiliki dinas yang khusus menangani koperasi dan UKM, tidak dicampur-campur dengan bidang lainnya.  Satu lagi, penghargaan karena pengelolaan data koperasinya yang baik.

Tiga koperasi di Yogya juga mendapat penghargaan. Masing-masing; KSP CU Darma Prima Kita sebagai penyelenggara pelatihan perkoperasian terbaik. Dua lagi, KUD Tani Makmur sebagai koperasi produksi dengan nilai transaksi tertinggi 2017, serta BMT Beringharjo sebagai koperasi penerima dana bergulir LPDB terbaik 2017.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga dalam Rakornas bidang koperasi dan UKM di kawasan wisata Candi Prambanan, Sleman, Kamis (5/4/2018).

Penghargaan buat Pemprov DIY diterima langsung oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, bersama gubernur NTT, Maluku Utara, Jatim, Bangka Belitung, dan Sulsel. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Pemda Kota Padang, Minahasa Selatan, Sungai Penuh, Tangerang Selatan, Deli Serdang, dan Tabanan, karena telah mengAlokasikan APBD yang tinggi di sektor koperasi dan UKM.

Pemprov Bangka Belitung, Sumbar, Kabupaten Lamongan, dan Gianyar juga mendapat penghargaan karena pengelolaan data koperasinya selama 2017 sangat baik.

Penghargaan bagi daerah yang menjadikan dinas yang membidangi koperasi dan UKM tidak dicampur dengan sektor lain, plus dukungan alokasi APBD untuk pemberdayaan KUMKM, diberikan kepada Provinsi DI Yogyakarta, Maluku Utara, Jatim, NTT, Bangka Belitung, dan Sulsel. Sementara untuk kabupaten/kota diberikan kepada Kota Padang, Kabupaten Minahasa Selatan (Sulut), Kota Sungai Penuh (Jambi), Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Deli Serdang, dan, Kabupaten Tabanan (Bali), dan Kupang.

Penghargaan sebagai pengelola dana dekonsentrasi terbaik 2017 diberikan kepada Pemprov Jatim, Bali, dan Sumsel.

Selain KSP CU Darma Prima Kita, penerima penghargaan sebagai koperasi penyelenggara pelatihan terbaik 2017 juga diberikan kepada KSP Rias (Sumsel), KSPPS BMT Assyafiiyah Berkah Nasional (Lampung).

Sedangkan koperasi produksi penerima penghargaan dengan nilai transaksi tertinggi 2017 selain kepada KUD Tani Makmur, juga diberikan diberikan kepada Koperasi Agro Niaga KAN Jabung (Kabupaten Malang), KUD Mukti Jaya (Kabupaten Musi Banyuasin).

Selanjutnya, koperasi penerima penghargaan penerima pinjaman dana bergulir LPDB KUMKM terbaik 2017 selain BMT Beringharjo, juga diberikan kepada Inkopsyah (DKI Jakarta), BMT Beringharjo (Yogyakarta), dan Koperasi Giri Mitra (Bali).

Dalam sambutannya, Menkop Puspayoga kembali mengajak Pemprov, Pemkab, dan Pemkot di seluruh Indonesia untuk meningkatkan program-program yang sudah berjalan, yang tercakup dalam program Reformasi Total Koperasi. “Dengan sinergi antara pusat dan daerah beserta seluruh stakeholder kita bisa mencapai target PDB Koperasi dari 1,7% pada 2014 menjadi 4% pada 2016. Begitu juga dengan rasio kewirausahaan kita yang sudah meningkat dari 1,65% menjadi 3,10%. Itu semua berkat kerjasama dan kerja keras kita semua,” ungkap Puspayoga.

Menkop menambahkan, program pembiayaan seperti KUR, dana bergulir, kredit Ultra Mikro Indonesia, dan kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) bagi UKM berorientasi ekspor, akan terus ditingkatkan. Suku bunga KUR terus menurun dari 22% menjadi 9% dan kini sudah 7%. NPL KUR juga terus menurun setiap tahunnya. ”Itu artinya, bila NPL KUR turun maka kualitas UKM terus meningkat. Tanpa pemda, kami tidak bisa apa-apa. Karena Pemd merupakan ujung tombak dalam memberdayakan koperasi dan UKM,” papar Puspayoga.

Masih menurut Puspayoga, suku bunga dana bergulir dari LPDB KUMKM sebesar 0,3% perbulan untuk koperasi dan 0,2% untuk UKM. “Itu sudah kecil. Jadi, kalau ada yang macet itu dipastikan moral hazzard dan akan diserahkan ke pihak berwajib. Karena tidak mungkin macet kecuali sengaja dimacetkan,” ujar mantan Walikota Denpasar ini.

Sementara itu, saat memberikan sambutan, Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X meyakini bahwa program Reformasi Total Koperasi dapat menghasilkan unit usaha Koperasi yang efisien, efektif, dan produktif. “Sudah saatnya kita membangun koperasi dari kuantitas menuju kualitas. Selain itu, harus ada pula reorientasi pola pikir dari struktur hirarki ke partisipatif,” kata Sri Sultan.

Dalam ketatnya persaingan global, Sri Sultan mebambahkan, koperasi dan UMKM Indonesia mampu berdaya saing. Caranya, dengan melakukan diferensiasi pasar sesuai karakter daerah masing-masing dengan menghasilkan produk yang berkualitas global.

“Dengan kerjasama horisontal dan integrasi vertikal antar koperasi dan UKM seluruh Indonesia, serta fokus kepada bisnis inti, saya yakin kita mampu dalam persaingan global. Itu semua bisa diwujudkan dengan adanya sinergi antara pusat dan daerah dan seluruh stakeholder,” kata Sultan lagi dalam acara yang dihadiri para gubernur, bupati, dan walikota se Indonesia itu. (b1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat