Muhammadiyah Adakan Konsolidasi Nasional Lembaga Keuangan Mikro

JAKARTA – EKSPLORE (11/4/2018) – Sebagai organisasi kemasyarakatan yang besar, sudah saatnya Muhammadiyah memiliki lembaga dan sistem keuangan mikro yang terintegrasi sehingga dapat mengakomodasi seluruh kegiatan yang ada. Adanya lembaga dan sistem keuangan yang terkonsolidasi tersebut, diharapkan mampu memobilisasi kekuatan sumber dana yang ada di lingkungan Muhammadiyah untuk menunjang seluruh program organisasi. Hal itu diungkapkan Ketua Induk Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitut Tamwil Muhammadiyah (KSPPS-BTM) Achmad Suud, Rabu (11/4/2018).

Suud mengatakan, dalam rangka membangun penguatan  gerakan lembaga keuangan mikro Muhammadiyah (LKMM), Induk KSPPS-BTM akan menyelenggarakan Konsolidasi Nasional 2018 Lembaga Keuangan Mikro Muhammadiyah, pada 7-8 Mei 2018 di Bandar Lampung. Menurutnya,  acara itu tidak lepas dari dicetuskannya pilar ketiga Muhammadiyah  dalam Muktamar Muhammadiyah ke – 47 di Makassar – Sulawesi Selatan 2015. Pilar Ketiga itu intinya merupakan gerakan kewirausahaan untuk mewujudkan keadilan sosial, yaitu bagaimana memenuhi hajat hidup manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya.

Keadilan sosial berarti pemerataan kesejahteraan secara proposional bagi seluruh rakyat. Karena itu, acara konsolidasi nasional itu melibatkan seluruh unsur atau organ yang ada di Muhammadiyah, seperti BTM, baik yang berstatus koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) maupun lembaga keuangan mikro (LKM),   koperasi syariah Aisyiyah, Jaringan Koperasi Syariah Muhammadiyah, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) se Indonesia, Asosiasi Forum Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB-PTM), maupun Jaringan Saudagar Muhamadiyah (JSM).

“BTM berperan sebagai lembaga intermediasi keuangan baik warga Muhammadiyah serta amal usaha Muhammadiyah (AUM) berupaya keras untuk mengintegrasikan pilar ketiga Muhammadiyah tersebut, salah satunya melalui konsolidasi nasional ini,’’ kata Suud. Ke depan,  kata dia,  akan muncul konklusi dan persepsi yang sama dalam membangun lembaga keuangan mikro di Muhammadiyah.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan yang juga ketuua panitia,menambahkan, konsolidasi nasional  LKMM diadakan untuk menjawab persoalan kesenjangan dan ketidakadilan yang terjadi di tanah air. ‘’Yaitu bagaimana lembaga keuangan mikro Muhammadiyah mampu menjadi tulang punggung pembiayaan dan mobilisasi modal bagi seluruh program kegiatan usaha Muhammadiyah tanpa harus menggantungkan pada lembaga keuangan di luar Muhammadiyah,’’ kata Agus.

Agus menjelaskan, acara Konsolidasi Nasional nanti akan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya, Menteri Koperasi dan UKM, Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dirut Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan, Dirut Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), Dirut Bank Muamalat Indonesia, Dirut Jamkrindo syariah, Dirut BSM, maupun Dirut Lembaga Ekonomi Umat (LEU).

Acara ini juga menghadirkan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang akan memberikan Orasi Empat Pilar Kebangsaan. “Kami ingin acara tersebut dapat memberikan kekuatan dan arah masa depan baru bagi LKMM dan sekaligus keterlibatannya dalam mendorong pilar ketiga Muhammadiyah,” kata Agus yang juga aktif di Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Satu kegiatan lagi terkait Konsolidasi Nasional Lembaga Keuangan Mikro Muhammadiyah, diadakan pula Pelatihan Dewan Pengawas Syariah. Acara ini merupakan kerja bareng dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI. Pelatihan diadakan pada 10-12 Mei 2018 di Semarang.(ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat