Indonesia-Korea Bentuk Pusat Pertukaran Teknologi Bagi UKM

JAKARTA – EKSPLORE (16/4/2018) H Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat meningkatkan kerjasama dengan Korea Selatan untuk memajukan sektor UMKM. Kedua pemerintahan ini sepakat untuk membentuk Pusat Pertukaran Teknologi atau The Indonesia-Korea The Indonesia-Korea Technology Exchange (IKTEC).

“UKM kita akan menuju ke arah industri 4.0. Maka, peran teknologi UKM di Indonesia akan kita tingkatkan dengan mengaplikasikan teknologi dari Korea dalam mengembangkan usahanya,” kata Drputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembring pada acara peresmian kerjasama The Indonesia-Korea Technology Exchange Center, di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Acara tersebut dihadiri Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM I Wayan Dipta dan Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Hasan Jauhari. Sementara dari Korea Selatan dihadiri Park Dong Cheol (Direktur Umum, Kementerian UKM dan Startups Korea), Kim Chang Beom (Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia), Yangtaek Moon, (Atase Komersial, Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia), Kim Jungho (Asisten Manajer ASEIC), dan Sung Myung Ki (Chairman, INNOBIZ Korea).

Meliadi mengatakan, kerjasama ini amat strategis dan akan menjadi prioritas bagi Kemenkop dan UKM. Apalagi, ini sejalan dengan arahan Presiden RI agar UKM Indonesia bersiap memasuki era industri 4.0. “Terutama kita akan mengajak UKM muda kita termasuk bisnis start-up dan generasi milenial untuk memanfaatkan pertukaran teknologi dengan Korea ini. Saya yakin, kerjasama ini akan saling menguntungkan kedua negara dalam mengembangkan UKM”,” kata Meliadi.

Dia menambahkan, IKTEC merupakan kegiatan kerjasama dan kolaborasi pengembangan UKM yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM Indonesia dengan Kementerian UKM dan Startups Korea Selatan. “Forum ini merupakan implementasi kesepakatan 1st Joint Committee on SME Cooperation antara Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia dengan Small and Medium Business Administration of (SMBA) the Republic of Korea, pada tanggal 2 Maret 2017, di Jakarta, Indonesia,” papar Meliadi.

Di samping itu, pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari MoU antara kedua kementerian itu tentang kerjasama teknik di bidang pengembangan koperasi dan UKM yang ditandatangani pada 16 Juni 2016, di New York, Amerika Serikat. “Tujuan program ini untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas UKM Indonesia melalui pertukaran teknologi antar perusahaan/UKM Indonesia dan Korea,” kata Meliadi.

Tujuan berikutnya, menciptakan lapangan kerja melalui pengembangan bisnis baru yang didorong oleh kolaborasi UKM Indonesia dan Korea.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Umum dari Kementerian UKM dan Startups Korea Park Dong Cheol mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat setiap tahunnya, ditambah dengan potensi pasar dari 260 juta jiwa penduduk Indonesia. “Kita akan terus meningkatkan kerjasama ini dengan visi dan misi bersama dalam membangun teknologi, produksi dan pemasaran produk kedua negara,” kata Park Dong Cheol.

Menurut Park Dong Cheol, dunia saat ini sudah memasuki era ekonomi digital. “Kita akan terus meningkatkan kerjasama kedua negara dalam bidang teknologi untuk kemajuan UKM kedu negara,” ujar dia.
Park menjelaskan, kedua pihak akan mengsdakan pertemuan bilateral untuk membahas banyak hal. Di antaranya; proses IKTEC, pelatihan bisnis teknologi Korea bagi UKM kopi dan pembuatan roti, rencana promosi ekonomi digital Indonesia, diskusi joint cooperation untuk pengembangan start-up, dan lain-lain terkait pengembangan UKM di kedua negara.

Adapun kegiatan pertama program ini adalah pelatihan koordinator IKTEC yang berlangsung selama tiga hari (16 April-18 April 2018). Tugas dari koordinator adalah untuk menemukan permintaan teknologi dari UKM Indonesia dan menganalisis permintaan tersebut kemudian me-matching-kannya dengan UKM Korea yang memiliki teknologi sesuai dengan kebutuhan tersebut.

Pelatihan akan diselenggarakan di Kementerian Koperasi dan UKM dengan diikuti oleh sekitar 25 orang peserta. Sedangkan instruktur atau pelatih yang dihadirkan adalah Profesor Joo Jae Man (Duksung Women’s University), Choi Myunghwan (TTS Consulting Co.,Ltd), dan Seo Sung Kyu (Senior Manager, Overseas Cooperation Center, SBC).

Dalam sambutannya, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Kim Chang Beom menyambut baik kerjasama kedua negara dalam bidang pertukaran teknologi. “Saya berharap kerjasama kedua negara ini bisa lebih intensif dengan berdirinya The Indonesia-Korea Technology Exchange Center di Jakarta. Pemerintah Korea akan lebih proaktif lagi dalam kerjasama ini,” pungkas Kim Chang Beom. (ban)

One comment

  • Kerjasama Indonesia dengan Korea Selatan tampaknya lebih fair jika dibandingkan dengan Tiongkok. Menurut anda, bagaimana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *