Delapan Dongkrak Kemenangan PKS di 2019

Delapan Dongkrak Kemenangan PKS di 2019
Oleh Iko Musmulyadi
(Direktur IMALA -Istana Mulia Asia Leadership Academy)

Dalam survei internal, tak dipungkiri  PKS masih jauh untuk tembus menjadi partai papan atas di pemilu 2019 nanti. Tampaknya PDIP dan Golkar  masih jawara.  Meski, tak ada yang tak mungkin dalam dunia politik. Terlebih,  sebagai orang beriman,  kader-kader PKS yakin dan optimis target nasional 12% akan tercapai.

Saya membacanya, _pertama_ ini sungguh-sungguh  memerlukan pengorbanan dan kerja keras para kader PKS dalam hari-hari ke depan hingga jelang hari H pemilu 2019.  _Kedua,_ ini sunnatulah dalam perjuangan, bahwa untuk dapat masuk jadi partai papan atas lawannya harus papan atas juga.  Meminjam istilah Anis Matta, _“Tidak ada dakwah yang besar tanpa tantangan besar. Itu momentum yang disediakan Allah untuk membesarkan dakwah. Itu syarat kemenangan”._  Dan, rilis 9 kader PKS sebagai Capres/Cawapres itu bukti bahwa PKS berani.

Kabar baiknya, dari survei tersebut, pertama PKS menjadi satu diantara dua partai reformis (bersama Gerindra) yang cukup signifikan tingkat popularitas dan elektabilitasnya dibandingkan partai lainnya. Bahkan tergambar, PKS menjadi satu-satunya partai Islam yang leading dibandingkan partai Islam atau partai berbasis masa ummat Islam, lainnya.

Kabar baik kedua,  perolehan tingkat elektabilitas PKS yang diatas 4%. Sedikit lebih tinggi dibandingkan hasil survei oleh lembaga-lembaga mainstream yang selalu merilis PKS dengan angka elektabilitas antara 3 sampai 3,6%.

Angka survei internal 4% ini tentu lebih kita yakini dan percayai. Ini modal bagus sebenarnya.  Tinggal bagaimana kita kerja ikhlas, kerja keras, dan kerja cerdas untuk capai 6% atau syukur-syukur bisa sampai 8% jika diadakan survei berikutnya.

Apakah 4% modal bagus? Ya. Sebab,  di beberapa pemilu sebelumnya dimana diprediksi oleh banyak lembaga survei perolehan PKS dibawah 3% namun kenyataannya hasil pemilu yang sesungguhnya didapat justru perolehan PKS bisa 2 hingga 2,5 kali lipatnya. Maka,  jika saja hasil survei berikutnya bisa menunjukkan di angka 6-8%.  Optimis perolehan suara PKS di 2019 bisa 12-16%.

Lantas, bagaimana cara menaikkan suara dari 4% jadi 6-8%? Untuk dapat 8% mungkin agak berat. Baiklah, kita ambil angka minimal 6%. Berarti kita hanya ikhtiar untuk menaikkan dari 4% menjadi 6%.  Hanya naik 2%. Dengan segala keterbatasan yang kita punya, Insya Allah capaian 6% masih bisa dikejar.

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmatNya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang besar.” (QS Al-Fath : 1-3).

PKS membutuhkan 8 dongkrak kemenangan untuk mendapat kemenangan dari Allah SWT.

*PERTAMA,*  membersihkan niat beramal dari segala motivasi yang tidak bersih. Itulah ikhlas di mana ia menjadi faktor pertama dan utama yang paling penting bagi terbukanya pintu kemenangan dari Allah. Nilai suatu pekerjaan sangat bergantung kepada kadar keikhlasan pelakunya.  Nilai sebuah kemenangan dalam dakwah siyasi sangat tergantung dari niat bersih yang terhujam dalam dada para kader dakwah.

*KEDUA,*  sungguh-sungguh dalam do’a.  Berdoa dengan penuh kepasrahan kepada Allah swt. Dalam Al-Qur’an disebutkan : _”Berdoalah kepada Tuhanmu dengan penuh rendah diri dan suara yang lembut…”_ (QS Al-A’raf : 55). Berdoa dengan rasa rendah diri dan suara lembut merupakan salah satu bentuk kesungguhan dan kepasrahan di hadapan Allah. Memanjatkan doa kepada Allah mesti dilakukan dengan hati yang sungguh-sungguh dan penuh konsentrasi sebagai bukti kerendahan dan harapan penuh kita kepada Allah swt. Kita azamkan dan sertakan doa-doa kemenangan pilkada, pileg, dan pilpres dalam setiap untaian doa-doa kita.

*KETIGA,* yakini bahwa kehidupan ini adalah ladang amal tanpa batas untuk meraih kebahagiaan di akhirat. Ruang lingkup amal yang mesti dilakukan itu meliputi seluruh waktu kehidupan seseorang. Selama mana ia masih hidup, selama itu pula ia diperintahkan untuk terus berusaha dan berjuang sebatas kemampuan yang dimiliki. Tidak ada ujian hidup yang melanggar kemampuan batas kemanusiaan.

*KEEMPAT,*  hindarkan diri kita daripada mengatakan bahwa kita sudah habis kesabaran menghadapi keadaan yang tidak sesuai. Ini adalah karena pada dasarnya batas kesabaran itu tidak ada. Batas kesabaran, adalah sama dengan batas kehidupan manusia dan selama itu tidak ada pernyataan bahwa kesabaran kita sudah habis. Barangkali, di tahun-tahun politik ini,  kita akan menghadapi tantangan yang cukup keras di lapangan,  yang dimana itu membutuhkan pengorbanan harta, tenaga, bahkan jiwa. Maka,  mari sama-sama kita pertebal jiwa kesabaran kita.

*KELIMA,*  pantang berputus asa dari rahmat Allah. Rasulullah saw pernah bersabda : _”Tiga golongan yang kelak tidak akan diperiksa lagi perkaranya (di akhirat). Iaitu …. orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah.”_  (HR Thabrani, Abu Ya’la dan Bukhari dalam kitab Adab) Putus asa ialah sikap tidak mempunyai harapan baik akan masa depan.

*KEENAM,*  tetap memelihara sikap istiqamah. Ini dapat dilakukan dengan memperbanyakkan ibadah dan menjauhi maksiat. Orang yang istiqamah atau berpegang teguh pada petunjuk Allah akan senantiasa dituntun pada kebenaran. Para kader dakwah harus berdoa dan saling mendoakan untuk keistiqomahan bersama di jalan dakwah ini.

*KETUJUH,*  jangan sekali-kali menyalahkan ketentuan Allah. Apapun kondisi dan situasi yang kita dapatkan dalam upayakan memenangkan dakwah siyasi ini,  itu adalah yang terbaik dari Allah SWT.  Rasulullah saw bersabda : _”Tidak sekali-kali seorang muslim di bumi ini berdoa pada Allah meminta suatu permintaan, melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta atau memalingkan darinya suatu kejahatan yang semisal dengan permintaannya, selagi ia tidak berdoa meminta suatu dosa atau memutuskan silaturahim.” Maka ada seseorang berkata : “Kalau demikian, kami akan memperbanyakkan (berdoa).”_ Baginda menjawab : “Allah Maha Memberi.” (HR Tirmidzi)

*KEDELAPAN,*  pelajari dan lakukan sebab-sebab logis bagi datangnya pertolongan Allah. Pertolongan Allah tidak akan datang bagi seseorang yang tidak mau melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan keberhasilan sesuai dengan sunnatullah dalam alam semesta ini. Keinginan untuk lulus dalam ujian mesti diiringi dengan usaha belajar dengan baik. Keinginan untuk memperolehi rezeki yang banyak mesti diiringi dengan sikap tabah, cermat, tekun, disiplin dan profesionalisma yang tinggi. Keinginan untuk menang pemilu 2019 apa ikhtiar dan amal terbaik bagi dakwah ini?
Wallahu’alam.(.)

#tulisan ini pendapat pribadi, tidak mencerminkan kebijakan redaksi. Karena itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. penulis.

One comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat