LPDB: Kesadaran Pola Pembiayaan Syariah Meningkat

JAKARTA – EKSPLORE (23/5/2018) – Kecenderungan kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menggunakan pola pembiayaan syariah meningkat. Hal itu berdasarkan jumlah proposal pengajuan dana bergulir yang masuk ke Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) kebanyakan penginginkan pola pembiayaan syariah.

Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) KUMKM Jaenal Aripin mengungkapkan, ”52% proposal pengajuan dana bergulir yang masuk ke LPDB ingin dengan pola pembiayaan syariah. Artinya, ada fenomena kesadaran meningkat akan manfaat pola pembiayaan syariah.”

Dalam acara Bincang-Bincang Ramadhan Forwakop bertema Menelisik Skema Pembiayaan Syariah Inklusif Untuk UMKM, di Rumah Desain, Geung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018), Jaenal juga mengatakan keinginannya memenuhi permintaan agar dana bergulir dapat disalurkan ke kalangan UMKM secara langsung.

Menurut Jaenal, bila PMK sudah diubah maka LPDB sudah bisa menerapkan skim pembiayaan syariah langsung ke UMKM. Selain itu, tutur Jaenal, dalam perubahan PMK tersebut juga nantinya LPDHB Syariah akan bisa turut menyokong skim Nawacita, yaitu menggarap tiga sektor unggulan (pertanian, perkebunan, dan perikanan) dengan special rate sekitar 4,5% pertahun. “Kita akan sasar tiga sektor produktif unggulan itu, dimana ketika lembaga pembiayaan lain, baik bank dan nonbank, menghindarinya,” kata Jaenal dalam diskusi yang dipandu Agus Yuliawan.

Menurut Jaenal, tahun 2018 ini pola syariah LPDB KUMKM  akan menyalurkan dana bergulir sebesar Rp450 miliar, atau 39% dari total Rp1,2 triliun yang disalurkan secara konvensional. LPDB sudah menggandeng perusahaan penjaminan seperti Jamkrindo, Askrindo, dan Jamkrida, untuk lebih mempercepat proses untuk mendapatkan dana bergulir dari LPDB.

”Proses verifikasi calon mitra bisa dilakukan di awal oleh perusahaan penjaminan, setelah muncul surat prinsip penjaminan akan diserahkan ke LPDB. Resume hasilnya akan keluar dalam 21 hari kerja. Intinya, langkah strategis untuk mempercepat layanan LPDB,” papar Jaenal.

Selain Jaenal, acara Bincang-bincang itu juga menghadirkan tiga narasumber lainnya, yaitu Group Head Mikro Banking BRI Syariah Cahyo Wisnu Prabowo, Dirut PT Asuransi Syariah Keluarga Indonesia Mudzakir, dan Kepala Divisi Pemasaran  PT Jamkrindo Syariah Iwan Hermawan.

Cahyo  mengajak seluruh pihak untuk terus mengembangkan ekonomi dan perbankan syariah di Indonesia. Memang, selama ini 80% masih akad jual beli atau murabahah. Tapi ke depan, akan ada pola akad-akad lain selain murabahah. Menurut Cahyo, ketika bank lain belum optimal menggarap sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, Bank BRI Syariah akan melakukan penetrasi ke sana. “Kita juga kerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif untuk menggarap UMKM potensial di seluruh Indonesia”, imbuh Cahyo.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasaran PT Jamkrindo Syariah Iwan Hermawan menekankan bahwa kehadiran perusahaan penjaminan itu bertujuan agar bank mau membiayai sektor UMKM. Dalam proses KUR, misalnya, skim penjaminan sudah otomatis ada dalam sistem di bank penyalur KUR tersebut. ”Yang jelas, kami siap memback-up semua lembaga keuangan yang akan membiayai UMKM. Kita sifatnya follow the bank,” tandas Iwan.

Mudzakir pun banyak mengulas betapa pentingnya kalangan UMKM melindungi diri dan usahanya dalam bentuk asuransi. ”Hal itu diperlukan untuk melindungi mereka dari berbagai risiko berusaha yang dialami para pelaku usaha utamanya kalangan KUMKM,” tutur Mudzakir.

Saat membuka acara, Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Emilia Suhaimi berharap forum ini dapat membantu untuk menjawab permasalahan dalam skema pemberian pembiayaan secara inklusif kepada UMKM melalui berbagai produk-produknya sesuai akad dan masuk secara langsung ke sektor riil. “Selama ini, 32% atau 76 juta penduduk sama sekali belum tersentuh institusi keuangan formal. Selain itu, 60%-70% UMKM juga belum memiliki akses terhadap perbankan,” kata Emilia. (b1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *