Minggu ini, THR Diharapkan Sudah Cair

JAKARTA – EKSPLORE (4/6/2018) – Ada tiga dasar hukum agar perusahaan atau pengusaha memberikan tunjangan hari raya keagamaan (THR). Yaitu, UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) No.6 Tahun 2016 tentang THR Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, serta Surat Edaran No.2 Tahun 2018 tentang Pembayaran Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2018.

Dari situ tersurat bahwa pembayaran THR paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan. Diperkirakan Idul Fitri 1439 H jatuh pada 15-16 Juni 2018. “Maka proses pembayaran THR sudah dapat dilaksanakan minggu ini. Jika mengacu pada ketentuan seminggu sebelum hari H maka pembayaran paling lambat tanggal 8 Juni 2018,” tutur anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

Namun, dua berharap pengusaha dapat membayarkan lebih awal sebelum tanggal 8 Juni mengingat tanggal 11 Juni sudah memasuki libur bersama sesuai kebijakan pemerintah. “Dengan pembayaran yang lebih cepat diharapkan para pekerja dapat lebih awal membelanjakan berbagai kebutuhan Idul Fitri termasuk persiapan mudik,” kata Sarman kepada Eksplore, Ahad (3/6/3018) malam.

Karena itu, Sarman yang juga Wakil Ketua Umum Kadin DKI Hakarta ini mengimbau kepada seluruh pengusaha di Jakarta agar minggu ini sudah membayarkan THR kepada para pekerjanya. Acuannya sydah jelas, yaitu ketika peraturan hukum di atas.

Tapi, dia tak menafikan jika ternyata ada pengusaha yang tidak dapat memberikan THR kepada karyawannya. Dia minta mereka segera berunding secara bipartit untuk mencari solusi yang terbaik demi kelangsungan dan kepentingan bersama. ”Lebih baik terbuka, transparan, dan dilakukan perundingan sehingga tidak menimbulkan gejolak yang pada akhirnya mengganggu hubungan industrial,” jata Sarman mengingatkan.

Menurut Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta ini, masalah itu setidaknya dapat diselesaikan di tingkat internal.Tapi jika melihat tahun tahun sebelumnya diharapkan tahun ini di Jakarta tidak ada permasalahan pembayaran THR.

Pendapatan tambahan THR bagi para pekerja swasta maupun ANS, TNI, Polri, dan para pensiunan oleh pemerintah akan berdampak positif terhadap pergerakan ekonomi di berbagai sektor
Seperti, perdagangan sandang (baju muslim, tas, sepatu, pernak-pernik Lebaran) dan pangan (kebutuhan pokok pangan, parsel), transportasi (pribadi, darat, laut, udara) sampai dengan adanya perpindahan uang dari Jakarta ke daerah. Diperkirakan perpindahan uang beredar tersebut naik sekitar 10-15% sejalan dengan bertambahnya jumlah pemudik yang diperkirakan sebanyak 19,5juta orang.

Mulai minggu ini volume transaksi ekonomi akan semakin naik karena masyarakat akan mulai berbelanja untuk berbagai kebutuhan Lebaran. Bahkan pengamatan di berbagai pusat perbelanjaan pada hari minggu 3 Juni 2018, jumlah pengunjung sudah mulai membludak untuk berbelanja. ”Diharapkan moment Idul Fitri tahun ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita baik di kota maupun di daerah yang menjadi tujuan mudik,” tutur Sarman lagi. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat