Inovasi Teknologi dan Manajemen Jasa Marga Andil Lancarkan Arus Mudik & Balik

Arus Mudik&Balik Lancar Berkat Inovasi Teknologi Jasa Marga

JAKARTA-EKSPLORE (22/6/2018) — Ada kejutan yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bagi para pemudik Lebaran Idul Fitri 1439. Tak lagi terdengar kenaxetan berkepanjangan di jalan tol, baik saat arus mudik maupun balik.

Itu berkat inovasi teknologi dan management traffic Lebaran yang dikembangkan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Hasilnya, lalu lintas khususnya di jalan tol lancar, nyaman, dan aman. Nyaris tak banyak keluhan dari para pemudik.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani mengatakan, Jasa Marga selalu berkomitmen untuk menciptakan mudik yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan tol. “Untuk itu kami menyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarana termasuk kesiapan SDM yang dapat mendukung pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran dengan melakukan koordinasi antar stakeholder utama, baik Kementerian PUPR, Kemenhub, POLRI, Kemenkes dan Pertamina sejak jauh-jauh hari,” kata Desi di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Desi menjelaskan, Jasa Marga melakukan persiapan dan inovasi-inovasi teknologi dari berbagai lini, seperti pelayanan transaksi, lalu lintas, informasi, kesiapan jalur fungsional serta pengaturan di rest area menjadi fokus utama perhatian manajemen Jasa Marga. Dia mengatakan, tingginya lonjakan kendaraan tidak menyurutkan semangat JMSiaga. Terbukti, dengan adanya sinergi, koordinasi dan kerja sama antar seluruh pihak, segala krisis dapat teratasi dengan baik.

Direktur SDM dan Umum Jasa Marga Kushartanto menambahkan, keberhasilan Jasa Marga tersebut tidak terlepas dari dukungan dan peran serta stakeholder terkait, baik dari unsur Pemerintahan, Kepolisian maupun pengguna jalan yang sangat kooperatif dalam mematuhi arahan petugas dan menyiapkan perjalanan dengan baik.

“Untuk itu kami berterima kasih kepada Kepolisian dan pihak terkait serta pengguna jalan yang mendukung arus mudik dan balik tahun ini berjalan dengan baik,” papar Kushartanto.

Menjawab pertanyaan apa saja yang dilakukan sehingga arus mudik dan balik lancar dan nyaman, Kushartanto menyebutkan, selain berkoordinasi dengan stake holder, pihaknya melakukan pantauan progress jalur mudik melalui kunjungan lapangan berkali-kali untuk memastikan jalan tol dapat digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran.
Kemudian, lanjutnya, penyiapan infrastruktur ruas-ruas yang sudah beroperasi dengan menambah kapasitas lajur dan gardu serta pelayanan lalu lintas dan saluran komunikasi seperti RAMS (Rest Area Monitoring System), RTMS, VMS, CCTV, Videotrone serta LJT, PJR, rescue dan ambulan.

JM juga menyiapkan pelayanan transaksi dengan menambahkan mobile reader, titik-titik top-up uang elektronik dan layanan gerak Perbankan terkait 100% non tunai. “Pelayanan di Rest Area dengan mengatur lalu lintas zonasi rest area, penambahan toilet mobile, bekerjasama dengan Pertaamina mengadakan BBM kemasan,” ujar Kushartanto.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Operasi II Subakti Syukur menjelaskan, selain menyiapkan invoasi teknologi dan management traffic, Jasa Marga juga menyiapkan petugas operasional eksisting di masing-masing Cabang dan Anak Perusahaan. Jasa Marga juga menambah satgas JM Siaga dengan jumlah sekitar 300 orang, termasuk karyawan fungsional dan struktural yang terbagi di wilayah operasional Jawa Barat hingga Jawa Timur serta di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Bali.

“Mereka diberikan pembekalan pelatihan dan manual-manual SOP memitgasi resiko-resiko dan sebagainya. SDM-nya sudah kita latih, kita masukkan budaya Jasa Marga baru, yakni agility, karya, harus lincah, spartan, profesional, integrity dan costumer fokus. Ini nilai budaya yang harus jadi perilaku karyawan Jasa Marga Group,” papar Kushartanto.

Pengaturan Rest Area
Pada angkutan lebaran kali ini, rest area bisa dinikmati pemudik dengan nyaman, dan tidak menjadi penyebab kemacetan seperti tahun sebelumnya. Hal ini karena Jasa Marga menyediakan total 67 rest area termasuk rest area sementara di ruas fungsional dan parking bay, membuat zonasi rest area untuk mengarahkan lalu lintas sesuai dengan kebutuhan dengan memisahkan lajur dedicated ke SPBU, toilet, mushola dan tempat makan.

Kemudian, tutur Subakti Syukur, Jasa Marga menambah mobile toilet dengan jumlah yang memadai khusus untuk wanita, menambah VMS info ruang parkir yg tersedia di akses masuk rest area dalam bentuk RAMS (Rest Area Monitoring System), memastikan kebersihan dan keamanan rest area, termasuk bersih dari pungli, melengkapi informasi di rest area dengan videtrone, termasuk koord dng aparat keamanan utk bersama-sama mengatur pengaman rest area.

Jumlah Kendaraan
Kushartanto mengemukakan, dari H-8 hingga H-1 Lebaran ada sebanyak 720.245 kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Timur melalui GT Cikarang Utama.
Sementara akumulasi volume lalu lintas arus balik sejak H+1 hingga H+3 Lebaran yang melewati GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah sejumlah 336.706 kendaraan. Jumlah ini naik sebesar 57% dari jumlah lalu lintas normal 214.195 kendaraan.

Akumulasi volume lalu lintas arus balik sejak H+1 hingga H+4 Lebaran yang melewati GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah sejumlah 461.609 kendaraan. Jumlah ini naik sebesar 62% dari jumlah lalu lintas normal 285.594 kendaraan.

Hingga H+4 Lebaran, pemudik yang telah kembali ke Jakarta dari arah Timur yang melewati GT Cikarang Utama adalah sebesar 64%, masih ada 36% yang belum kembali. “Yang belum balik jak masih 36%. Jadi kita masih antisipasi beberapa hari ke depan,” kata Kushartanto.
Subakti Syukur mengemukakan, management traffic lebaran akan terus diimprove setiap tahun. “Thn 2019 case-nya akan sedikit berbeda karena Transjawa sudah full operasi koneksinya.
Sukses arus mudik dan balik tak terlepas dari peran masyaraa terutama pengguna jalan tol. “JM berterima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi berbagai himbauan Pemerintah. JM juga sangat berterima kasih kepada selurus stake holder utama spt diatas yang sangat solid baik dari persiapan maupun implementasinya pengendalian arus mudik 2018,” kata Dirut JM Desi Arryani.

Apresiasi Publik
Mau tahu komentar masyarakat. Sejumlah pengguna jalur mudik menilai kelancaranalan tol dirasakan Sunarto, warga Jatiwaringin, Bekasi. “Saya pulang ke Jakarta setelah lebaran di Semarang pada H+4 atau tanggal 20 Juni 2018 pukul 08 pagi. Terus terang saya stress karena jalan tol Cipali sampai Cikarang Utama pasti macet. Ternyata lalin begitu lancar mulai dari Cipali sampai Cawang. Ini karena kebijakan satu arah. Saya berterima kasih kepada Jasa Marga, dan stake holder karena memberlakukan kebijakan satu arah,” ujar Sunarto.

Hal serupa juga disampaikan Erlina dan Indah. Keduanya mengaku juga merasakan jalan tol aman dan nyaman. “Pada H-2 Lebaran atau tanggal 13 Juni 2018 Pukul 06.00 WIB saya mudik ke Solo. Awalnya saya yakin Japek dan Cipali macet, ternyata lancar jaya. Padahal sebelumnya macet. Namun karena contra flow akan diberlakukan di KM 143+00 Tol Cipali arah Cikopo, lalin lancar. Ini semua karena hasil kerja keras, koordinasi antar lembaga dan keputusan tepat yg diambil para pemangku kepentingan baik Kepolisian, Jasa Marga dan instansi pendukung lainnya,” kata Erlina.

Indah mengemukakan, selain Jasa Marga, ikut andil mengatur kelancaran lalu lintas arus mudik dan balik Lebaran di jalan tol adalah jajaran Korlantas Mabes Polri yang dipimpin Irjen Pol Royke Lumowa. “Sehingga arus mudik tahun ini begitu baik dan juga angka kecelakaan turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” kata Indah (a1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat