Jumlah Koperasi Penyalur KUR Akan Ditambah

Jumlah Koperasi Penyalur KUR Akan Ditambah

DENPASAR – EKSPLORE (29/6/2018) – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah terus berusaha menambah jumlah koperasi penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Tanah Air. Hingga saat ini baru ada dua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyalur KUR. Keduanya adalah KSP Kospin Jasa di Pekalongan Jawa Tengah dan Kopdit Obor Mas di Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT).

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 20 KSP yang mengajukan menjadi penyalur KUR ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu diungkapkan Yuana saat membuka Sosialisasi Program KUR tingkat Provinsi Bali di Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (29/6/2018).

Menurut Yuana, dari 20 KSP tersebut, ada beberapa yang memiliki peluang besar disetujui atau direkomendasi oleh OJK sebagai penyalur KUR. “Sebenarnya sudah ada KSP yang tinggal sedikit lagi semua persyaratannya sebagai penyalur KUR disetujui OJK, tinggal satu tahapan koperasi tersebut bisa salurkan, namun terbentur pada Non Performing Loan  (NPL)nya,” ujar Yuana.

Dia menjelaskan, untuk menjadi penyalur KUR, KSP-KSP tersebut harus memenuhi berbagai persyaratan, seperti harus sehat dan berkinerja baik, melakukan kerjasama dengan perusahaan penjamin dalam penyaluran KUR, memiliki jalur online dengan sistem informasi kredit program, serta melakukan perjanjian dengan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Dari laporan yang diterima Deputi Bidang Pembiayaan, KSP Dana Prima di Bali sudah memenuhi semua ketentuan yang ada. Ada satu persyaratan yang belum dipenuhi KSP Dana Prima, yaitu NPL tahun ini masih di atas 2% seperti yang disyaratkan OJK.

Karena itu menurut Yuana, pihaknya terus berkomunikasi baik dengan Dinas Koperasi Privinsi Bali, maupun dengan KSP Dana Prima, agar secepatnya mereka bisa menjadi penyalur KUR. “Sangat disayangkan kalau ada KSP yang tidak memanfaatkan kesempatan sebagai penyalur KUR. Karena itu jelas dapat menguntungkan para anggotanya, sebagai penerima KUR untuk mengembangkan usaha mereka,” tandas Yuana.

Pemerintah, kata Yuana, telah menunjukkan keberpihakannya kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dengan meningkatkan target penyaluran KUR tahun ini. Yaitu, dari Rp 110 triliun menjadi Rp 120 triliun.

Dalam catatan Kementerian Koperasi dan UKM, hingga 31 Mei 2018, realisasi penyaluran KUR sebesar Rp 57.617 triliun atau sebesar 49,40% dari target yang disalurkan sebesar Rp 116,63 triliun. Kredit itu disalurkan kepada 2.201.005 debitur.

Secara rinci, untuk KUR Mikro tersalur Rp 36,882 triliun, KUR Kecil Rp 20,548 triliun, dan KUR TKI Rp 0, 186 triliun. Penyaluran KUR tersebut melalui tiga bank besar, yakni BRI (Rp 40,019 triliun), Bank Mandiri (Rp 7,140 triliun), dan BNI (Rp 7,886 triliun).

Yuana menjelaskan, khusus untuk Provinsi Bali realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 2.24 triliun dengan jumlah debitur mencapai 59.477 pelaku UKM. Sesuai program pemerintah untuk mendorong percepatan penyaluran KUR, telah diambil langkah-langkah, di antaranya menambah jumlah bank penyalur, menambah perusahaan penjamin, mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) termasuk KSP sebagai penyalur KUR. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *