Menkop: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak Koperasi

Menkop: Pemuda Harus Jadi Motor Penggerak Koperasi

JAKARTA – EKSPLORE (5/7/2018) – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap para pemuda di Indonesia harus mau menjadi pelopor dan motor penggerak gerakan berkoperasi. “Saya amat berharap peran besar anak muda dalam mengantisipasi pergerakan zaman dengan berkoperasi”, kata Puspayoga. Hal itu diungkapkan saat menerima pengurus Induk Koperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) di kantornya di Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Puspayoga mengungkapkan kembali, Kementerian Koperasi dan UKM sudah menggulirkan program reformasi total koperasi, dimana nantinya hanya koperasi yang berkualitas yang mampu hidup dalam ketatnya persaingan. “Ke depan, kita tidak lagi bicara koperasi secara kuantitas, melainkan kualitas. Dengan tumbuhnya koperasi berkualitas, akan tercipta pemerataan kesejahteraan di tengah masyarakat,” tandas Puspayoga.

Kepada Menteri Puspayoga, Ketua Umum Kopindo Pendi Yusup mengungkapkan bahwa dari 132 koperasi (koperasi mahasiswa, koperasi pemuda, dan koperasi pondok pesantren), ada sekitar 70 koperasi yang sudah masuk kategori berkualitas. Sisanya, lanjut Pendi, akan terus dibina sehingga tahun depan akan 100% menjadi berkualitas. “Kita akan terus mengedukasi para anggota terhadap pemahaman berkoperasi, sehingga target koperasi berkualitas dapat tercapai,” ujar Pendi.

Dia juga mengatakan, Kopindo yang berusia 37 tahun sudah melakukan berbagai kerjasama dengan Kemenkop UKM, khususnya dalam program Re-Branding Koperasi di kalangan generasi muda. “Kita akan fokus kepada para pemuda di Indonesia dengan memberikan pemahaman berkoperasi dan manfaat koperasi dalam kehidupan ekonomi nasional. Kita juga akan terus melakukan peningkatan kapasitas UMKM para anggota koperasi pemuda. Kita melakukan pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan kinerja para anggota koperasi,” kata Pendi.

Diakuinya, saat ini sudah terjadi pergeseran pemikiran di kalangan pemuda mengenai koperasi. Dimana banyak pemuda sudah menganggap bahwa koperasi merupakan pilihan ekonomi ideal bagi kalangan generasi muda. “Meski begitu, kita akan terus melakukan campaign mengenal koperasi agar para pemuda lebih mengenal lagi dan memahami koperasi dengan baik dan benar. Ujungnya, akan tercipta banyak koperasi berkualitas di kalangan pemuda di Indonesia,” tegas Pendi lagi.

Menurut Pendi, harus ada keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan koperas pemuda, terutama di lingkungan sekolah dan kampus. “Kita berharap diberi ruang yang kondusif agar Kopma dan koperasi siswa bisa juga berkembang dan didukung pihak sekolah dan kampus. Saya berharap ada kerjasama Kemenkop UKM dengan Kemendikti terkait koperasi pemud di lingkungan sekolah dan kampus,” kata Pendi.

Tujuan bertemu Menkop, Pendi melaporkan bahwa Kopindo akan menyelenggarakan Youth Coop Summit 2018 dengan tema Coop Star-Up for Milenial Generation pada 24-26 Juli 2018. Acara itu akan diikuti oleh seluruh koperasi pemuda di Indonesia. “Pada ajang pertemuan koperasi pemuda seluruh Indonesi itu kita akan mengangkat perubahan berpikir berkoperasi. Bahwa koperasi itu bukan lagi badan ekonomi yang kuno dan milik para orang sudah tua. Kita akan kemukakan bahwa koperasi bisa moderen dan milik para pemuda juga,” tutur Pendi. (b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat