Presiden Berharap Ada Koperasi Indonesia yang Mendunia

HARKOPNAS 2018

Presiden Berharap Ada Koperasi Indonesia yang Mendunia

TANGERANG – EKSPLORE (12/7/2018) – Seiring berjalannya waktu dan pesatnya kemajuan teknologi informasi, koperasi Indonesia harus segea bangkit, berkembang, maju, dan bahkan menjadi perusahaan yang mendunia.  Itulah harapan yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 di Indonesia Conference Exibition, BSD, Tangerang, Kamis (12/7/2018).

Presidn mengaku senang bahwa  kontribusi koperasi terhadap PDB naik dari 4,48% dari sebelumnya 3,99%. “Ada peningkatan yang cukup baik, tetapi belum meloncat seperti yang kita inginkan,’’ katanya.

Sebaliknya, Presiden berharap ada banyak koperasi di Indonesia yang masuk dalam daftar 100 atau 300 koperasi terbesar di dunia. ‘’Saya ingin ada satu dua tiga empat lima yang masuk 100 besar atau 300 besar koperasi global,’’kata Presiden lagi.

Dicontohkan di antara koperasi besar dunia itu adalah Koperasi Susu Fonterra di Selandia Baru yang memiliki  omzet hingga17,2 miliar dollar New Zealand atau setara dengan Rp 165 triliun. Atau koperasi Ocean Spray di Amerika Serikat. Joko Widodo minta agar Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mau belajar ke Selandia Baru untuk ‘menyontek’ kemajuan Fonterra.

Peringatan Harkopnas 2018 dihadiri Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga, Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid, dan para pengurus dan penggiat koperasi dari berbagai daerah di Indonesia.  Setidaknya Presiden Jokowi menyebut dua koperasi yang sudah menunjukkan tren berkembang pesat, yaitu Koperasi Simpan Pinjam  (Kospin) Jasa di Pekalonganyang sudah melantai di Bursa Efek Indonesia dan Koperasi Pesantren (Koppontren) Sido Giri di Pasuruan yang membukukan perputaran uangnya hingga Rp 16 triliun.

Pada kesempatan itu, Menteri Puspayaga  mengungkapkan, untuk meningkatkan peran koperasi dalam pertumbuhan ekonomi, Kementerian Koperasi dan UKM telah menjalankan Reformasi Total  Koperasi melalui tiga langkah strategis. Ketiga langkah itu adalah Reorientasi, Rehabilitasi, dan Pengembangan. ‘’Tujuannya adalah mengembangkan koperasi secara berkualitas sebagai organisasi yang memberikan kesejahteraan kepada anggotanya dan kemanfaatan kepada masyarakat,’’ kata Puspayoga.

Diungkapkan pula, dalam empat tahun berjalannya Reformasi Total Koperasi, banyak penataan koperasi yang berhasil dilaksanakan baik terhadap para penggerak koperasi, masyarakat dan kelembagaan koperasi itu sendiri. ‘’Masyarakat mulai menyadari bahwa kualitas koperasi adalah yang terpenting, bukan mengejar kuantitas  lembaga koperasi,” kata Puspayoga.

Saat ini, Kementerian Koperasi mencatat, jumlah koperasi tahun 2014 sebanyak 212.570 unit. Kini  telah berkurang menjadi 152.714 unit. Sebanyak  40.013 dibubarkan karena tidak aktif lagi. Itu bagian dari pembinaan.

Sebagai salah satu bentuk keberpihakan pemerintah kepada kalangan koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM), baik Presiden Joko Widodo, Menko Darmin Nasution, dan Menkop Puspayoga sama-sama mengungkapkan penurunan pajak final PPH kepada KUMKM dari 1% menjadi 0,5%.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyerahkan Bintang Tanda Jasa kepada sejumlah gubernur, bupati dan walikota serta beberapa ketua koperasi yang berprestasi.

Saat memberikan sambutan, Ketua Umum Dekkopin Nurdin Halid bahkan terang-terangan menyatakan bahwa Presiden Jokowi sudah berbuat banyak berupaya mendorong gerakan koperasi di Indonesia. ‘’Olehnya itu, budi baik Presiden Jokowi harus dibalas dengan setimpal, dengan memberikan dukungan agar kembali memimpin Indonesia. Dengan begitu, gerakan koperasi bisa lebih berkembang,’’ kata Nurdin yang akrab disapa NH.

Secara spontan NH lalu bertanya kepada seluruh insan koperasi yang hadir. “Apakah insan koperasi Indonesia setuju dan siap memenangkan bapak Joko Widodo sebagai presiden 2019-2023?” kata politisi Partai Golkar. Kita tahu, Partai Golkar dari awal sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai capres 2019.

Para insan koperasi yang hadir pun bergemuruh menjawab pertanyaan NH. “Itu spontan suara hati nurani Insan koperasi Indonesia,” ucapnya. (b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat