Cawapres Jokowi Sudah Diputuskan, Sulit Demokrat Sodorkan AHY

Cawapres Jokowi Sudah Diputuskan, Sulit Demokrat Sodorkan AHY

JAKARTA – EKSPLORE (24/7/2018) – Pimpinan koalisi partai pendukung Jokowi sebagai calon presiden (capres) berkumpul di Istana Bogor tadi malam (23/7/2018). Mereka masih berharap Partai Demokrat bisa bergabung di koalisi tersebut. Namun, tentu musykil bagi partai bertanda gambar segitita biru merah itu untuk menyodorkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Sebab, pertemuan tersebut sudah menetapkan nama cawapres pendamping Jokowi.

Jokowi diberi mandat untuk menetapkan waktunya kapan mengumumkan nama cawapresnya. “Koalisi sepakat akan bertemu kembali selambat-lambatnya pekan depan untuk membicarakan langkah-langkah lanjutan yang dianggap perlu dalam rangka pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019,” kata Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, ketua umum DPP PPP.

Romy merupakan satu dari enam ketua umum partai pengusung Presiden Joko Widodo menjadi presiden kali keduanya hingga 2014. Lima ketua umum partai lainnya yang hadir adalah Megawati Soekarnoputi (PDIP), Surya Paloh (Nasdem), Oesman Sapta (Hanura), Airlangga Hartarto (Partai Gokar), dan Muhaimin Iskandar (PKB).

Mega, Airlangga, dan Cak Imin, sapaan akrab Muhaimin berada dalam satu deret di bagian kiri. Ketiganya berhadap-hadapan dengan Paloh, Oso, dan Romy. Sedangkan Jokowi berada di tengahnya, berdekatan dengan Mega dan Paloh.

Romy yang juga juru bicara (jubir) partai koalisi Jokowi, menjelaskan, pihaknya tidak membatasi hanya pada enam parpol saja. Terbuka bagi partai lain, termasuk Demokrat untuk bergabung. Tidak jelas, makna dari pengelompokan posisi duduk tersebut. Namun kenyataannya, sisi kiri menunjukkan partai yang punya suara besar di Pemilu 2014.

Secara khusus, tawaran bergabung ditujukan ke Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), jika ternyata tidak ada kecocokan dengan Partai Gerindra yang dikendalikan Prabowo Subianto. ‘’Namun demikian, tambahan anggota koalisi harus disepakati seluruh anggota yang enam secara mufakat,” kata Romy, Selasa (24/7/2018).

Koalisi pro Jokowi itu bersepakat akan bertemu lagi selambat-lambatnya pekan depan. Agendanya  untuk membicarakan langkah-langkah lanjutan yang dianggap perlu dalam rangka pemenangan Presiden Jokowi dalam Pilpres 2019. Demikian  Rommy menjelaskan.

Rencananya,  malam ini, Prabowo akan menemui SBY di rumahnya I kawasan Mega Kuningan. “Hari ini akan digelar pertemuan antar dua sahabat Ketua Umum Demokrat Pak SBY dan Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo Subianto yang akan berlangsung pukul 19.30 di Mega kuningan, malam ini,’’ kata Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imenda Sari, Selasa pagi di Jakarta.

Peta Dukungan

Secara prosentase, koalisi Jokowi telah mengantungi 61,25% yang merupakan suara enam partai hasil Pemilu 2014. Ketika itu, PDIP mengantungi 18,95%, disusul Partai Golkar 14,75%, PKB 9,04%, Nasdem 6,72%, PPP 6,53%, dan Hanura 5,26%. Sedangkan di DPR, keenam partai pendukung Jokowi mencapai 247 kursi dari 560 kursi.

Jika formasi koalisi pendukung Jokowi tak berubah, kini tinggal empat partai lagi yang berseberangan, yaitu Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat. Pendukung tetap Capres Prabowo Subianto sudah didukung tiga partai, yaitu Gerindra, PKS, dan PAN. Jumlah dukungannya mencapai 26,19% dari Gerindra 11,81%, PKS 6,79%, dan PAN 7,59%.  Di DPR, ketiga partai koalisi itu memiliki 161 kursi di Parlemen yaitu 40 kursi PKS, 48 kursi PAN, dan 73 kursi Gerindra.

Jika ditambah Demokrat koalisi pendukung Prabowo akan menjadi 36,38% dan 222 kursi atau 39,64% dari 560 seluruh kursi yang ada. Selain itu, Prabowo akan didukung oleh PBB hingga dukungan menjadi 37,84%. Sedangkan, koalisi Jokowi akan menjadi 62,16%. Partai Bintang Bulang/PBB (1,46%) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia/PKP (0,91%) tidak lolos ke DPR karena tidak memenuhi ambang batas minimal suara (parlianment threshold) sebesar 3,5%. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat