Menkop Ingin Tomira Jadi Model KUKM di Indonesia

  1. Menkop Ingin Tomira Jadi Model KUKM di Indonesia

KULON PROGO – EKSPLORE (26/7/2018) – Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi keberadaan Toko Milik Rakyat (Tomira) yang dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo dan dikelola koperasi, sebagai wujud kemandirian ekonomi suatu daerah. “Program Tomira ini bisa dijadikan sebagai model pengembangan produk KUKM di seluruh Indonesia,” kata Puspayoga.

Menkop dan UKM menilai apa yang kini dikembangkan oleh Bupati Kulon Progo Gasto Wardoyo itu mampu membuktikan bahwa pemerintah daerah bisa mengrmbangkan koperasi dan UMKM-nya. kita bisa dengan munculnya Tomira.

“Saya yakin Tomira akan terus berkembang seiring dengan akan hadirnya bandara internasional baru Yogyakarta di Kulon Progo. Itu peluang besar bagi produk KUKM dan juga Tomira,” kata Puspayoga. Hal itu diungkapkannya pada puncak peringstan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-71 tinhkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Kabupaten Kulon Progo (25/7/2018). Acara itu dihadiri Wakil Gubernur Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam X, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo, dan ribuan orang pegiat koperasi

Puspayoga mengakui, memang tidak mudah melawan pelaku ekonomi kuat dan bermodal besar di daerah. Meski begitu, Puspayoga menegaskan bahwa bangsa ini tidak boleh anti asing. “Dengan semangat kemandirian ekonomi berbasis koperasi, bukan berarti kita menjadi tertutup dengan produk negara lain. Buktinya, ekspor bisa meningkat, begitu juga dengan impor untuk bahan baku penguat produk ekspor. Yang penting, jata Puspauoga, adalah bagaimana hubungan kita dengan pihak asing adalah harus saling menguntungkan dan melengkapi.

Karena itu, Puspayoga mengajak seluruh pegiat koperasi untuk memasuki dunia teknologi digital sesuai tuntutan zaman. Sekarang zamannya teknologi. Suka atau tidak suka, koperasi harus mau memasukinya bila tidak ingin ketinggalan. “Makanya, saya dukung penuh kehadiran website BelaBeliKu.com untuk memasarkan seluruh produk KUKM asal Kulon Progo menuju pasar global,” tutur Puspayoga lagi.

Sektor Riil

Pada kesempatan itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menekankan bahwa kehadiran koperasi harus berperan dalam pengembangan potensi suatu daerah. Oleh karena itu, dia lebih menginginkan koperasi bergerak di sektor riil, ketimbang jasa dan simpan pinjam. “Kita akan lebih fokus kembangkan koperasi sektor riil karena terbukti ampuh berkontribusi dalam pengembangan ekonomi di daerah. Dengan program Beli dan Beli produk KUKM Kulon Progo, kita akan mencapai kemandirian ekonomi dan berdikari,” ungkap Hasto.

Dia menjelaskan, kehadiran Tomira bukan sebagai pesaing minimarket moderen. “Kita tetap melakukan kerjasama dengan yang besar seperti Indomaret dan Alfamart. Namun, di Tomira juga menampung produk-produk unggulan hasil KUKM yang ada di Kulon Progo seperti coklat, batik, air kemasan, beras, dan sebagainya.

‌Selain Tomira, kata Hasto, Kulon Progo sudah memiliki air kemasan sendiri dengan merek AirKu yang produksi PDAM Tirta Binangun Kulon Progo. “Konsumsi air di Kulon Progo mencapai enam juta liter perbulan. Industri air ini juga menjadi bukti kemandirian kita dalam ekonomi,” pungkas Hasto.

Menurut Puspayoga, dalam mengembangkan koperasi, yang menjadi kendala utama sebenarnya bukanlah modal. Melainkan kesulitan mencari pengurus yang bagus, kompeten, fokus, manajemen bagus, dan berjiwa enterpreneur. “Kalau koperasi memiliki pengurus yang hebat seperti itu, koperasi akan tumbub pesat. Banyak contoh koperasi berkualitas yang dikelola pengurus yang profesional. Ada koperasi yang sudah memiliki aset Rp18 triliun, ada koperasi yang sudah listing di lantai bursa. Ada juga koperasi yang mampu membeli saham BRI Syariah,” papar Puspayoga.

Bagi Puspayoga, dengan PDB Koperasi yang sudah mencapai 4,48% itu artinya program Reformasi Total Koperasi berjalan dengan baik. “Ke depan, lebih baik memiliki jumlah koperasi sedikit tapi berkualitas dan jumlah anggota yang terus meningkat”, tegas Puspayoga.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wagub Yogyakarta Sri Paduka Paku Alam X mengatakan, usia 71 tahun bagi koperasi seharusnya sudah memasuki usia yang matang. “Di mana koperasi seharusnya sudah mulai bermain di pasar produk e-commerce. Pasalnya, saat ini sudah ada perubahan besar dari perilaku konsumen masyarakat. Kalau tidak, maka koperasi akan tergilas kemajuan zaman,” tandas Paku Alam X.

Wagub DIY ini mengatakan, koperasi juga harus dijadikan sebagai ajang dan sarana bagi seluruh anggota koperasi untuk mengembangkan kualitas produk yang dihasilkan UKM anggotanya. “Bahkan koperasi juga sudah harus masuk ke tahap kolaborasi dengan pelaku ekonomi lain, agar koperasi bisa menjadi pemain utama dalam kancah perekonomian nasional, bahkan global,” kata Paku Alam X.

Saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY sedang membangun bandara bertaraf internasional di pantai Kulon Progo, yaitu New Yogyakarta International Airport (NYIA). Sukses dengan Tomira dan AirKU pun didengar sampai ke markas PBB di New York dan minta Hasto mempresentasikan peran warga masyarakat yang bergandeng tangan dengan Pemda setempat. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat