Cetak UKM Inovatif & Kreatif Lewat Inkubator Bisnis

Cetak UKM Inovatif & Kreatif Lewat Inkubator Bisnis

JAKARTA – EKSPLORE (2/8/2018) – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong kalangan inkubator bisnis untuk mencetak para pengusaha mikro kecil dan menengah menjadi UKM yang inovatif, kreatif, dan juga produktif. Hal itu diungkapkan Plt Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM Rosdiana Veronica Sipayung saat membuka acara The 1st ASEAN Business Incubator Network (ABINet) Annual Meeting di Jakarta, Kamis (1/8/2018).

Rosdiana pun menekankan pentingnya kerjasama antar negara di Asia Tenggara yang tergabung dalam ASEAN. Di antaranya agar mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan daya saing UKM di kancah global. “Untuk melahirkan UKM yang berdaya saing tinggi, kita harus mengembangkan inkubator bisnis secara bersama-sama, sehingga UKM mampu menghasilkan produk yang berkualitas”, kata Rosdiana.

Pertemuan itu sendiri diikuti utusan dari 10 negara ASEAN (Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, dan Laos), serta Jepang, “Dengan dukungan dari Jepang yang memiliki teknologi tinggi, diharapkan rapat ini akan tercipta sharing pengalaman hingga transfer teknologi bagi inkubator bisnis sehingga mampu melahirkan UKM yang berdaya saing tinggi”, kata Rosdiana.

Menurut Rosdiana, ada tiga hal yang akan dikembangkan inkubator ASEAN, seperti IT, manufaktur, hingga virtual business. “Intinya adalah agar para inkubator ASEAN, termasuk Indonesia, mampu menciptakan satu inovasi berbasis IT, sehingga dapat menghasilkan UKM handal dalam persaingan global,” kata Rosdiana.

Dalam pertemuan itu Indonesia menampilkan 10 inkubator bisnis. Kesepuluh inkubator dari Indonesia adalah Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI), IncuBie IPB, UNY Business Center (Yogyakarta), Inotek Foundation, Gama Multi Usaha Mandiri, Primakara Business Incubator, Indigo Incubator, DIIB UI, TBIC Puspiptek, dan Sky Star Venture UMN.

Pihak Jepang akan memilih satu di antaranya dan akan dibiayai unyuk mengikuti program inkubator moderen. “Satu negara ASEAN akan mendapat kesempatan satu inkubator yang akan dikembangkan dengan model dan pendanaan dari Jepang,’ ungkap Rosdiana.

Sementara itu perwakilan pemerintah Jepang Untuk ASEAN Naoto Okura menyambut baik adanya kerjasama pengembangan inkubator bisnis di negara-negara ASEAN. “Saya juga berharap pertemuan ini akan menghasilkan transfer teknologi bagi pengembangan kualitas produk UKM di negara-negara ASEAN. Selain itu, pertemuan ini juga akan menghasilkan satu model pengembangan bisnis inkubator antara ASEAN dengan Jepang,” kata Naoto.

Kesepakatan ASEAN
Di tempat sama, Project Manager ABINet I Wayan Dipta menjelaskan,. pada 2009 lalu di Thailand ada pertemuan para pemimpin ASEAN yang menghasilkan gtkesepakatan bersama untuk meningkatkan daya saing UKM dalam peta persaingan global. “Saat itu, para pemimpin ASEAN sepakat bahwa UKM merupakan backbone bagi perekonomian di negara masing-masing, termasuk Indonesia,” kata Wayan.

Masih kata Wayan, pada 2013 sepakat pula untuk membentuk satu wadah pemberdayaan UKM bernama ABINet. Tujuannya, untuk memperkuat inkubator bisnis yang ada di ASEAN, terutama di tiga negara (Laos, Kamboja, dan Myanmar) yang dianggap inkubator bisnisnya belum berkembang baik. “Kita melakukan annual meeting, workshop, business matching, hingga virtual businesz. Intinya, ABINet harus mampu melahirkan UKM yang berdaya saing tinggi, khususnya di kancah masyarakat ekonomi ASEAN atau MEA,” jelas Wayan, mantan Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kementerian Koperasi dan UKM.

Wayan berharap, UKM harus memiliki inovasi di bidang teknologi dalam mengembangkan kualitas produknya. Karena itu, inkubator bisnis memegang peranan yang sangat besar. “Sudah banyak inkubator bisnis di Indonesia yang besar dan bagus. Sebut saja, Sampoerna dan Telkom. Bahkan, inkubator bisnis Amikom di Yogyakarta sudah mampu melahirkan UKM berteknologi tinggi. Amikom kini sudah mampu melahirkan produk animasi berteknologi tinggi. Bahkan berhasil mengembangkan teknologi drone untuk taksi udara berbahan dasar listrik. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat