Bekraf Buka Pasar Global Bagi Developer Aplikasi Digital

MAKASSAR – EKSPLORE (6/8/2018) – Kontribusi sektor ekonomi kreatif berbasis digital bagi pertumbuhan ekonomi nasional masih rendah. Padahal, banyak karya dari para developer aplikasi di berbagai daerah di Indonesia yang berkualitas. Sedangkan pasar global masih terbuka lebar buat mereka.

Itu sebabnya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) serius menggelar berbagai even untuk memperbanyak developer aplikasi yang mampu bersaing di pasar global. Sepanjang tahun ini, Bekraf menyelenggarakan Bekraf Developer Day (BDD) di berbagai kota di Indonesia. “Kiprah developer tanah air yang sukses menembus pasar internasional baru-baru ini menjadi pembuka jalan bagi developer lainnya’’ kata Deputi Bidang Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari.

BDD 2018 di bulan Agustus diadakan di Makassar, akhir pekan lalu (4/8/2018). Hari menjelaskan, kegiatan BDD ini merupakan ajang untuk membuktikan banyak talenta muda di Indonesia yang sudah dapat bersaing di pasar global. Agar berkesinambungan dalam menembus pasar dunia, kata Hari, diperlukan upaya untuk memperbanyak developer yang berkualitas di berbagai daerah. Salah satunya, melalui pelaksanaan Bekraf Developer Day (BDD).

Khusus BDD 2018 di Makassar, diikuti oleh 1.000 peserta. “Industri teknologi aplikasi dan game yang berkembang cukup pesat akan berdampak positif di bidang ekonomi dan sosial budaya sehingga ada kebutuhan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas developer aplikasi dan game,” tutur Hari.

Mengapa Makassar dipilih menjadi tempat tujuan BDD, kata Hari, karena kota yang dulu bernama Ujung Pandang itu merupakan kota dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Indonesia, yaitu sebesar 7,9 % pada 2017. Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhannya kembali menyentuh angka 7% yaitu mulai dari 7,0 sampai dengan 7,4% pada tahun ini. Sayangnya, kontribusi sektor ekonomi kreatif digital masih kecil.

Dengan mengusung tema Membangun Kemandirian Bangsa melalui Digital, Makassar yang merupakan kota keempat penyelenggaraan BDD 2018. BDD 2018 di Makassar menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan expert industri kreatif digital tanah air. Seperti; CEO Digital Happiness Rachmad Imron, pencipta game DreadOut yang saat ini sedang dalam proses produksi untuk diangkat ke layar lebar. Rachmad akan menginspirasi para developer dalam sesi game bersama Adam Ardisasmita (CEO Arsanesia), Frida Dwi (Asosiasi Game Indonesia), Orlando Nandito (Samsung Developer Warrior, AGI) dan Risman Adnan (Director SW R&D – Samsung R&D Indonesia).

Pada sesi berikutnya, Sidiq Permana (CIO Nusantara Beta Studio) mengisi sesi aplikasi untuk berbagi ilmu dan pengalamannya. Posisinya sebagai Google Developer Expert Android menambah bobot penyelenggaraan event ini. Sejumlah pakar lainnya juga ditampilkan,  seperti Nurendratoro Singgih (VP Technology-Helpster Company Limited), Ibnu Sina Wardy (CEO Gits Indonesia) dan Nur Rohman (Engineer Dicoding Indonesia).

Deputi Bidang Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sunngkari berselfi ria di depan peserta BDD 2018 di Makassar (4/8/2018).

BDD 2018 di Makassar juga menghadirkan Chatbut & Cloud yang dipandu Irving Hutagalung (Audience Evangelism Manager-Microsoft), Rasmunandar Rustam (Software Engineer LINE Indonesia), Habibi Mustafa (Engineer Dicoding Indonesia), dan Puja Pramudya (Managing Director Rabya Labs Teknologi).

 

Selain Makassar, BDD 2018 juga digelar di Surabaya, Batam, dan Jayapura. Menurut Hari, Bekraf menggandeng sejumlah pihak di kalangan developer besar seperti  Dicoding Indonesia,   Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya di Indonesia. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *