BTM dan  Pegadaian Syariah Adakan Workshop Keagenan

BANDARLAMPUNG – EKPLORE (9/8/2018) Sebagai lembaga keuangan syariah (LKS), peranan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitut Tamwil Muhammadiyah (KSPPS-BTM) kembali menggeliat. Mengepakkan sayap.

Di antaranya, BTM menjalin kerjasama usaha dengan Pegadaian Syariah dalam bentuk workrshop  sosialisasi dan implementasi keagenan untuk produk – produk pegadaian syariah. Yang pertama, workshop difasilitasi oleh BTM BiMU Bandar Lampung dengan peserta seluruh BTM yang ada di Provinsi Lampung. Dengan adanya implementasi keagenan tersebut—maka BTM akan memiliki fasiltas produk – produk gadai  seperti yang dimiliki oleh pegadaian syariah.

Direktur Eksekutif Induk BTM Agus Yuliawan menjelaskan, sinergisitas antar lembaga keuangan syariah (LKS) perlu dilakukan oleh BTM. Hsl itu sesuai dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Induk BTM agar masing-masing BTM mampu mngembangkan berbagai produk yang inovatif. Dengan sinergisitas, kata Agus saat membuka workshop itu beberapa waktu lalu (8/8/2018), maka BTM akan semakin kuat dari segala inovasi produk – produk pelayanananya.

Selain itu, Agus juga mengatakan, dalam rangka membangun keuangan inklusif, BTM harus memiliki strategi tersendiri. Lebih jauh lagi, BTM harus mampu mewarnai blantika keuangan mikro di Indonesia. Kerjasama keagenan gadai syariah merupakan salah satu inovasinya.

Dengan keanekaragaman produk layanan, kata Agus, otomatis daya tarik BTM bisa luas, bukan saja untuk warga Muhammadiyah, tapi juga masyarakat umum. Kemudian dengan model sinergisitas keagenan ini—juga akan membantu kepada Pegadaian Syariah untuk masuk di wilayah mikro dengan mudah tanpa harus berinvestasi secara mahal. “Maka dengan sinergisitas LKS inilah kedua belah pihak saling membantu dan menguatkan,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Koperasi Syariah (Puskopsyah)  BTM  Lampung Yuke Derli menambahkan, dalam implementasi keagenanan Pegadsian Syariah ini,  Puskopsyah menghadirkan 30 jaringan primer BTM seluruh provinsi Lampung. Dia berharap dengan adanya workshop ini provinsi Lampung bisa dijadikan pilot projek sinergisitas pertama kali antara BTM dan Prgadaian Syariah. Dalam sinersitas bsnis ini, Yuke juga menekankan bukan hanya sekadar hanya menjadi agen saja tapi ada banyak hal yang bisa dikembangkan lagi oleh BTM dan Pegadaian Syariah. Seperti pelatihan dan pemberdayaan UMKM anggota BTM dan lain – lain.

“Kami berharap sinergisitas ini bisa di tiru oleh LKS lainya  yang ingin bermitra dengan Muhammadiyah,” tandasnya.

Suasana workshop keagenan pegadaian syariah di Bandar Lampung yang diadakan Induk BTM dan Pegadaian Syariah. (foto: istimewa)

Sedangkan Deputi Bisnis Pegadaian Area Lampung Firdaus Wadjidi dalam keterangannya mengapresiasi adanya kegiatan itu. Dia mengaku tidak menyangka jika Induk BTM bersama Pegadaian Syariah Pusat melakukan inisiatif terselenggaranya acara dan konsep bisnis tersebut. Dia berharap agar kemitraan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menjadikan wujud yang nyata dari hubungan kemitraan antara Pegadaian Syariah dan Muhammadiyah.

Dengan adanya kemitraan dengan BTM yang selama ini sebagai ujung tombak pengembangan keuangan mikro Muhammadiyah. Firdaus berharap workshop ini sebagai pintu kemitraan yang lebih luas terhadap Muhammadiyah.  (b2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *