SFA dan Al Azhar Syifa Budi Miliki Lapangan Indoor Soccer

JAKARTA – EKSPLORE (9/8/2018) Sekolah Sepak Bola (SSB) Saelan atau Saelan Football Academy (SFA) resmi memiliki lapangan Indoor Soccer sendiri. Lapangannya terletak di lembaga pendidikan Al Azhar Syifa Budi , Kemang, Jakarta Sekatan. Selain untuk siswa SFA, lapangan bola  tertutup itu juga bisa dipakai untuk umum.

Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi Hamid Chalid menjelasjan, pembangunan Indoor Soccer bukan target utama, tapi hanya jadi medium untuk memudahkan pelaksanaan program pembinaan sepak bola.

Sebelumnya, SFA sudah memastikan kerjasama dengan EDF La Liga atau Akademi La Liga. Kedua belah pihak punya misi untuk membawa pemain-pemain bola berbakat ke Spanyol atau Road to Spain.

“Saelan Indoor Soccer Arena ini hanyalah sebuah fasilitas, tapi intinya bukan fasilitas tapi program. Lewat program yg dibuat SFA dan Al Azhar Syifa Budi, kami ingin membangun anak-anak yang secara akademik tidak ketinggalan, tapi bakat sepak bola bisa tumbuh secara maksimal. Maka itu, kita kerjasama dengan La Liga,” kata Hamid,  Rabu (8/8/2018) saat  pembukaan lapangan bola tertutup itu.

Menurut dia, SFA memilih Akademi La Liga karena berbagai pertimbangan. Di antaranya yaitu pertimbangan kemudahan-kemudahan, sistem kepelatihan yang bagus dan juga biaya tidak mahal. “Kita tidak kerjasama dengan klub Eropa seperti SSB lain di Jakarta yang biayanya mahal,” ujarnya.

Hamid menjelaskan, saat ini SFA menjadi program intrakulikuler bagi siswa di Al Azhar Syifa Budi. “Saat ini memang yang gabung SFA harus berstatus siswa di Al Azhar. Ini juga untuk memudahkan mereka mengikuti latihan dan membagi waktu,” ujarnya.

Berapa biaya menjadi siswa SFA? Jelas lebih murah ketimbang SSB lainnya yang bekerjasama dengan klub top seperti Chelsea, Arsenal, dan Liverpool. SFA mematok biaya pendaftaran Rp 1 juta, sudah termasuk jersey home dan tandang plus bola SFA. “Latihan di sini juga panjang karena dalam satu minggu bisa 2 x 130 menit, berbeda dengan tempat lain yang hanya 2×90 menit,” ujar Hamid.

Rupanya, Maulwi Saelan adalah pendiri Yayasan Al Azhar sekaligus mantan kiper timnas Indonesia dan Ketua PSSI. Seperti diungkap Hamid, Maulwi Saelan pernah bercita-cita memiliki sekolah sepak bola sendiri. Namun hingga eks ajudan Presiden Soekarno itu wafat pada 2016 lalu, cita-cita itu belum juga terwujud.

“Maulwi Saelan pernah punya cita-cita ingin membangun sekolah sepak bola, tapi tidak terlaksana. Maka itu, kami yang ada di sini ingin meneruskan cita-cita beliau. Kita juga ingin inisiatif sendiri tidak menunggu bantuan anggaran dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Salah satu duta EDF La Liga Arthur Irawan mengaku senang atas hadirnya Saelan Indoor Soccer Arena. “Ini gebrakan luar biasa. Rumput sintetisnya juga bagus, jarang lapangan indoor punya rumput seperti ini,” kata Arthur.

Sedangkan salah satu jebolan SFA adalah Rafid habibie. Dia pernah ikut seleksi Timnas Indonesia U-19, meski gagal lolos. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *