Orang Dalam ini Dinilai Layak Pimpin Pertamina

JAKARTA – EKSPLORE(20/8/2018) – Sudah empat bulan ini PT Pertamina (persero) dipimpin oleh pejabat sementara (plt) yaitu Nicke Widyawati. Nicke ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) dirut pada 20 April 2018 menggantikan Direktur Utama Elia Massa Manik yang dicopot.

Sebelumnya, Nicke adalah direktur Sumber Daya Manusia Pertamina sejak 27 November 2017. Pada 13 Februari 2018, dia merangkap jabatan sebagai plt Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur. Sebelum di Pertamina, Nicke pernah di PLN dengan jabatn terakhir sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 sejak 2009. Sebelum ke PLN, Nicke adalah direktur bisnis di PT Rekayasa Industri (Rekind).

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengingatkan agar secepatnya Menteri BUMN Rini Soemarno menunjuk direktur utama definitif. Sebab, dia menilai palaksana tugas selama empat bulan sudah termasuk lama. Sebagai perbandingan, penggantian Wakapolri Komjen Syafarudin sebagai Men-PAN-RB tak lebih dari sepekan.

“Ini akan menjadi preseden buruk dan bisa menjatuhkan kredibilitas pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Kenapa untuk urusan dirut definitif saja butuh waktu sangat lama,” kata Yusri Usman di Jakarta, Senin (20/8/2018).

Lantas siapa yang menurut dia layak ditunjuk sebagai direktur utama definitif Pertamina? Menjawab pertanyaan itu, Yusri pun menyatakan sebaiknya para pimpinan yang akan berjuang memulihkan kesehatan perusahaan adalah  dua orang dalam. Di antara orang dalam yang dia sebut adalah Ahmad Bambang dan Nicke Widyawati.

Satu lagi orang yang layak menjadi orang nomor satu di perusahaan pelat merah ini  yaitu I Gusti Ngurah Askhara Dana Diputra alias Ari Askhara. Orang dari luar Pertamina itu saat ini tercatat sebagai Dirut Pelindo III. “Sudah dua kali dicoba dari orang luar dan tidak mengerti industri migas, hasilnya malah ramai, gaduh dan berantakan,’’ tuturnya.

Sementara itu, siapa Ahmad Bambang? Dia pernah menjadi wakil dirut Pertamina mendampingi dirut Dwi Soetjipto, walau hanya seumur jagung. Sebelum ditunjuk menjadi Dirut PT Pertamina Trans Kontinental, AB pernah menjadi direktur Pemasaran Pertamina.

Saat ini, penulis buku “D’Gill Marketing: Think Like There is No Box” ini  menjaat sebagai  Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian BUMN. Dia merangkap jabatan sebagai komisaris Pertamina.

Yusri menilai, Bambang layak memimpin Pertamina yang selama ini dia sukses menjalankan tugasnya dengan.  “Publik juga mesti tahu bahwa Ahmad Bambang adalah konseptor implementasi program Satu Harga BBM Nusantara yang sangat dibanggakan Presiden Jokowi sebagai perwujudan keadilan social,’’ kata aktivis bidang migas ini.

Menurut dia, ada sejumlah terobosan yang dilakukan AB dan bahkan dikenal hingga kawasan Eropa. Contohnya, dibuatnya Pertamax Turbo yang dikenal di Eropa dan menjadi BBM standard mobil balap Lamborghini. Selain Pertamax turbo, AB juga berperan penting melakukan penetrasi pasar atas produk unggulan Pertamina yaitu Fastron Series Platinum and Techno. Inovasi lainnya adalah dikeluarkannya Pertalite untuk menggantikan Premium. (b2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *