Kopsyah BMI Hibahkan Rumah ke-100 dari Target 140 Unit

TANGERANG – EKSPLORE (21/8/3018) – Patut diapresiasi, program hibah kepada masyarakat yang tidak mampu oleh Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Demikian pula dengan program pembiayaan rumah tanpa uang muka (down payment-DP).

Itu sebabnya Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Meliadi Sembiring gembira menyerahkan hibah rumah siap huni atau rumah gratis ke-100 dan rumah ke-30 dengan pembiayaan tanpa uang muka atau down payment (DP) dari Kopsyah BMI , Selasa (21/8/2018) di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Tangerang.

Ketua Kopsyah BMI Kamaruddin Batubara menjelaskan, program hibah rumah layak huni ditarget sebanyak140 unit rumah  tahun ini. Saat ini, hibah rumah atau rumah gratis di Desa Jatake diberikan kepada non anggota.

“Karena koperasi menyejahterakan anggota pada khususnya dan non anggota pada umumnya,” katanya. Untuk itu, Kamaruddin memastikan Koperasi Syariah BMI bisa menjalankan kegiatan ekonomi bagi para anggota dan kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar.

Selain itu, kata dia, koperasi juga menjalankan kegiatan di bidang kesehatan dan pendidikan. “Untuk kegiatan kesehatan kita jalankan sanitasi dan untuk pendidikan kita berikan pendidikan gratis sampai perguruan tinggi bagi 50 anak yatim yang lulus seleksi. “Oleh karena itu, dalam rancangan UU Koperasi yang tengah dibahas, kami mengusulkan koperasi memiliki multi usaha seperti di luar negeri, dimana koperasi bisa mempunyai hotel, rumah sakit dan lain-lainnya,” kata dia.

Terkait pengembangan usaha, menurut dia, pengurus akan mengupayakan aka pendirian Koperasi Konsumen Benteng Mikro Indonesia yang didasari prinsip kekeluargaan dan gotong royong.

“Dengan 138 ribu anggota kita, kalau kita kumpulkan saja Rp100 ribu maka totalnya sudah Rp138 miliar, dan ini cukup untuk membeli 1 hotel. Atau 138 ribu anggota kita membeli beras masing-masing 1 liter saja, maka sudah berapa ribu ton beras yang harus disediakan, hasilnya sudah berapa banyak. Banyak yang harus kita persiapkan, mulai petani dan pembukaan lahan yang luas,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sesmenkop dan UKM Meluadi Sembiring di hadapan anggota Kopsyah BMI, berpesan,  jangan mencari hidup di koperasi tetapi menghidupkan koperasi. Karena, kalau koperasi sudah hidup, maka bisa menghidupkan anggota dan pengelolanya.

“Hari ini merupakan hari bersejarah. Koperasi bisa terus berjalan bersama pemerintah karena prinsip dasarnya koperasi sama halnya yang dijalankan oleh pemerintah. Di antaranya, mengurangi angka kemiskinan,” kata Meliadi saat memberi sambutan. Hadir pada acara tersebut, Pj Bupati Tangerang DR Komarudin, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Tangerang Banteng Indarto serta para penggiat koperasi di Tangerang.

Menurut Meliadi, koperasi memiliki potensi dan peluang sangat besar dan perlu dikelola bersama-sama dengan baik. Sebab, berdasarkan data dari Pemkab Tangerang, saat ini terdapat sekitar 50 ribu rumah tidak layak huni sehingga penanganannya harus melibatkan semua pihak secara bersama-sama pula.

“Kalau rumah sudah layak huni dan bagus, maka usahanya pasti berjalan. Ini jelas mengurangi angka kemiskinan. Dari pada dana disimpan di tempat lain, di sini ada nilai ibadahnya, bisa membantu kehidupan masyarakat yang lebih baik,” ujar Meliadi, ysng juga mantan Deputi Kelembagaan Kemenkop dan UKM.

Dia menambahkan, sociopreneur yang saat ini telah menjadi trend dan perlu dilakukan ke depan. Saat ini, kata dia, menjadi pengusaha besar sudah menjadi hal biasa, namun menjadi sukses secara bersama-sama sesungguhnya merupakan hal yang luar biasa.

“Ke depan, bagaimana kita ciptakan BMI-BMI yang lainnya, melalui pelatihan, pendidikan atau magang. Sehingga, bisa benar-benar siap menjadi partner pemerintah yang baik. Dan ini menjadi trigger untuk mempercepat program pembangunan dan menekan angka pengangguran,” kata Meliadi.

Menurut Meliadi juga mengatakan, Kopsyah BMI yang memiliki 138 ribu anggota merupakan captive market besar. Artinya,  itu merupakan peluang ekonomi yang harus diraih sebanyak-banyaknya sehingga koperasi bisa tumbuh semakin besar lagi.

Misalnya, memenuhi seluruh kebutuhan anggota saja sudah memperoleh perputaran ekonomi yang besar. “Jualan yang menjadi kebutuhan anggota dan koperasi yang bisa memenuhi kebutuhan anggotanya, ini sudah bagus. Hal ini ibaratkan Orkestra dan diharapkan bisa berkoordinasi bersama-sama dengan daerah-daerah yang lain,” ujar Meliadi.

Sementara itu, dua rumah yang kuncinya diserahkan langsung oleh Meliadi diberikan kepada Tan Pin Bio (60 th) untuk hibah rumah layak huni dan Dewi (47) untuk rumsh dengan pembiayaan tanpa DP. Lamanya angsuran pembiayaan tumah disesuaikan dengan kemampuan yang bersangkutan.

Pj Bupati Tangerang DR Komarudin tentu saja mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kopsyah BMI. Menurut Bupati, saat ini terdapat 50 ribu rumah di Kabupaten Tangerang yang kondisinya memprihatinkan dan tidak layak huni dari jumlah penduduk di Kabupaten Tangerang yang mencapai 3,5 juta jiwa. “Karenanya, kami sambut baik semua uluran tangan yang sudah ambil peran di dalam menangani perumahan ini,” kata Komarudin.

Berdasarkan Anggaran Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang sebesar Rp5,3 triliun pada tahun ini, sekitar 40 persen untuk operasional pemerintahan dan sisanya digunakan untuk memenuhi belanja publik. Dan nominal uangnya hanya 6 persen beredar di pemerintahan, lebih banyak peredaran yang ada di masyarakat sehingga diperlukan kerjasama dengan pihak swasta, koperasi dan lainnya dalam menjalankan seluruh program bagi masyarakat.

“Koperasi jadi pilihan dan solusi bagi masyarakat yang terkendala akses permodalan. Tentunya tidak hanya masalah rumah tapi hal lainnya yang dibutuhkan masyarakat,” kata Pj Bupati Tangerang ini. Pada kesempatan itu, sang Bupati secara spontan minta  didaftar sebagai anggota Kopyah BMI. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat