Delik Makar

Delik Makar
oleh Dr. Youngky Fernando, S.H.,M.H.#

I. PENDAHULUAN

1. “Makar” dalam kamus bahasa Belanda, adalah “Aanslag” bila diperspektifkan ke dalam bahasa tersebut, maka merupakan bentuk nyata dari kegiatan atau tindakan orang orang tertentu utk memutar-balikkan suatu kekuasaan negara yang sah atau suatu kekuasaan pemerintahan yang sah.

2. “Makar” dalam bahasa Inggris dalam kamus hukum (Black’s Law Dictionary 2004) adalah “Rebellion” bila diperspektifkan kealam bahasa tsb, maka merupakan suatu kegiatan atau tindakan yang nyata dan terorganisir untuk melawan suatu kekuasaan negara atau pemerintahan yang sah.

3. “Makar” dalam kamus bahasa Indonesia adalah suatu kegiatan atau tindakan yang buruk dengan berbagai macam cara bermaksud untuk menyerang kemerdekaan dan/atau nyawa penguasa yang sah.

II. POKOK BAHASAN

“Makar”. Kata tersebut terdapat di dalam buku terjemahan Balai Pustaka Jakarta Nomor 488. Th 1945. Yaitu:
Wetboek van Strafrecht voor Nederlandsch-Indie (Kitab Undang Undang Hukuman bagi Hindia-Belanda) menjadi Wetboek van Strafrecht (Kitab Undang Undang Hukuman) dan berdasarkan UUD tahun 1945 Pasal II Peralihan. Juncto UU-RI Nomor 1 tahun 1946. Juncto UU-RI Nomor 73 tahun 1958. Menjadi:
Art. 107.(1): De aanslag ondernomen met het oogmerk om omwenteling teweeg te brengen, wordt gestraft met gevangenisstraf van ten hoogste vijftien jaren“.

Pasal 107.(1): “Makar yang dilakukan dengan niat hendak memutar-balikkan negeri, dihukum penjara selama lamanya 15 tahun”.

KUHPidana (R. Susilo) Pasal 107 ayat(1): “Makar yang dilakukan dengan niat menggulingkan pemerintahan dihukum penjara selama lamanya 15 tahun”.

RUU KUHP Nasional. Pasal 215: “Setiap orang yang melakukan *makar* dengan maksud membunuh atau merampas kemerdekaan Presiden atau Wakil Presiden atau menjadikan Presiden atau Wakil Presiden tidak mampu menjalankan pemerintahan, dipidana dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun”.

Pasal 216: “Setiap orang yang melakukan makar dengan maksud supaya sebagian atau seluruh wilayah negara jatuh kepada kekuasaan asing atau dengan maksud untuk memisahkan sebagian wilayah negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun”.

Pasal 217 ayat(1): “Setiap orang yang melakukan makar dengan maksud menggulingkan pemerintah yang sah, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun”.

III. BAHASAN

“Makar” di dalam Perspektif Hukum Positif di Indonesia dapat dirumuskan dengan Rumusan Unsur-Unsur Delik Makar, yaitu.
A. Rumusan Unsur Subjektif:
Setiap orang atau Barang siapa.

B. Rumusan Unsur Objektif:
1. Niat atau Maksud.
2. Memutar-balikkan sesuatu yang benar atau menggulingkan sesuatu yang sah atau menjatuhkan sesuatu yang sah.
3. Kekuasaan Negara yang sah atau Kekuasaan Pemerintah yang sah.

C. Rumusan Objek Delik Makar
1. Kemerdekaan atau Kebebasan Kepala Negara dan/atau Wakilnya.
2. Nyawa Kepala Negara dan/atau Wakilnya.
3. Kekuasaan Kepala Negara dan/atau Wakilnya.
4. Kedaulatan Negara dan/atau Keutuhan Negara.

IV. PENUTUP

Delik Makar adalah:
1. Adanya suatu tindakan atau perbuatan atau kegiatan orang-orang tertentu yang memiliki kualifikasi tertentu yang tidak ada pada orang yang pada umumnya yang bersifat melawan hukum.
2. Maksudnya adalah untuk menggulingkan kekuasaan negara yang sah atau pemerintahan yang sah.
3. Tindakan atau perbuatan atau kegiatan melawan hukum tersebut bersifat konkrit atau nyata. Bukan abstrak.

Demikianlah sumbangsih pemikiran dalam bentuk Legal Opini atau Pendapat Hukum atas Delik Makar tersebut. Sekian terima kasih. Wassalam.

#Dosen Pascasarjana Ilmu Hukum Pidana Universitas Pakuan Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *