Banyuwangi, Sasaran Khusus Dana Bergulir LPDB-KUMKM

BANYUWANGI – EKSPLORE (26/9/2018) – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (LPDB – KUMKM) memilih Banyuwangi sebagai tempat untuk rapat koordinasi pengalihan dana bergulir 2000- 2007 tingkat Jawa Timur. Secara khusus, bahkan LPDB menawari penyaluran dana bergulir kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terkait pengembangan pariwisata unggulan di Indonesia.

Sebelumnya, bersama Kementerian Pariwisata, LPDB ikut mengembangkan 10 destinasi wisata unggulan. Kesepuluh destinasi itu adalah; daerah Danau Toba-Parapat-Samosir (Sumut), Taman Komodo- Labuan Bajo (NTT), Tanjung Kalayang (Bangka Belitung), Borobudur-Magelang (Jateng), Kepulauan Seribu (Jakarta), Morotai-Halmahera (Maluku Utara), Tanjung Lesung (Banten), Mandalika (NTB), Bromo-Tengger-Sumeru, Malang (Jatim), serta Wakatobi (Sultra).“Di luar kesepuluh itu, kami menawari Pemkab Banyuwangi untuk menyiapkan tempat wisata unggulannya, dan kami siap menyalurkan dana bergulir bagi koperasi dan UMKM-nya,” kata Direktur Utama LPDB-KUKM Braman Setyo. Hal itu diungkapkan Braman saat membuka rapat yang dihadiri perwakilan dinas koperasi Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Lumajang, Jember, Situbondo, Kota dan Kabupaten Probolinggo, serta pengurus sejumlah koperasi penerima dana bergulir era 2000-2007 sebelum beroperasinya LPDB.

Menurut Braman, potensi wisata yang patut dikembangkan di Banyuwangi di antaranya Ijen dan kawasan Plengkung. Bahkan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banyuwangi Alief Rachman Kartiono mengungkapkan, sepanjang tahun terdapat 33 event wisata di Banyuwangi. “Malahan, event Tour de Ijen-Banyuwangi mendapat penghargaan tingkat internasional,” kata Alief saat berbicara dalam acara tersebut.

Braman menjelaskan, saat ini, dana bergulir Kementerian Koperasi dan UKM periode 2000-2007 di Jawa Timur sebesar Rp 373miliar. Hingga 19 September 2018, LPDB berhasil mengalihkan sebesar Rp64,5 miliar atau 17% dari rekening penampungan ke rekening LPDB. Khusus Banyuwangi, terdapat 22 mitra atau koperasi penerima dana bergulir sebesar Rp 26,8 miliar.

Sejak 2007, LPDB telah menyalurkan Rp1,4 triliun dana bergulir di Jawa Timur. Jumlah itu di bawah Jawa Tengah yang telah menerima dana bergulir LPDB sebesar Rp2,1 triliun. Merujuk Permenkop dan UKM Nomor 8 Tahun 2018, koperasi penerima dana bergulir periode 2000-2007 yang sudah lunas diprioritaskan mendapat pinjaman dari dana bergulir LPDB.

Mantan Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM ini berjanji mempermudah prosedur penyaluran dana bergulir. Koperasi atau UMKM yang mengajukan dana bergulir tidak harus terbang ke Jakarta, tapi cukup lewat Dinas Koperasi setempat.

LPDB -KUMKM juga bekerjasama dengan PT Pos Indonesia. Semua berkas pengajuan dana bergulir oleh koperasi dan KUMKM yang dikirimkan ke LPDB lewat koperasi tidak dipungut biaya. “Semua surat atau dokumen pengajuan dana bergulir ke LPDB gratis,” kata Braman.

Dasar Hukum

Rapat yang membahas masalah pengalihan dana bergulir itu juga menghadirkan paparan Direktur Umum dan Hukum LPDB Fitri Rinaldi, Kabag Perencanaan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Bambang Tanoto, dan Kepala Bidang Dana Bergulir Deputi Pembiayaan Kemenkop dan UKM Irene Swa Suryani.

Fitri Rinaldi memaparkan, dana bergulir di 7 kota/kabupaten di Jatim yang harus dialihkan mencapai Rp95,64 miliar. Semua ditampung di enam bank yaitu Bank Jatim, Bank BNI, Bank BRI, Bank Bukopin, Bank Muamalat, dan Bank Syariah Mandiri. “Namun yang sudah dipindahkan ke rekening LPDB baru sebanyak Rp9,53 miliar,” kata Fitri.

Bambang Tanoto memaparkan dana bergulir dari Kementerian Koperasi dan UKM yang disalurkan pada periode 2000-2007 antara lain berupa modal awal dan padanan (MAP). Menurut Bambang, dana bergulir yang harus dikembalikan ada tiga kriteria. Yaitu, bersumber dari APBN, disalurkan atau dipinjamkan ke pelaku usaha, dan dicatat sebagai hutang.

Sementara itu, Irene mengungkapkan, dasar hukum pengalihan dana bergulir ke LPDB adalah Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99PMK.05/2008. Di situ disebutkan, setiap kementerian atau lembaga yang menyalurkan dana bergulir agar melakuksn monitoring dan evaluasi (monev) untuk mengetahui perkembangan nilai realisasi bersih (NRB) serta pengalihan dana tersebut dari rekening penampungan ke rekening LPDB-KUMKM.

Irene juga memaparkan, khusus Jatim, dana bergulir yang diterima sebesar Rp144,72 miliar. Dana itu antara lain meliputi pembayaran angsuran pokok oleh koperasi sebesar Rp63,48 miliar, piutang yang masih di anggota koperasi sebesar Rp25,65 miliar, serta angsuran koperasi yang tekah dipindahbukukan ke rekening LPDB ysng besarnya Rp9,5 miliar. “Jadi total potensi dana yang bisa dialihkan ke rekening LPDB sebesar Rp23,96 miliar,” katanya. (ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *