Pengurus Koperasi Harus Piawai  Kelola Likuiditas

FAKFAK – EKSPLORE (2/10/2018) –

Menghadapi persaingan usaha yang semakin kompleks, koperasi dituntut jitu atau piawai dalam mengelola likuiditas (permodalan). Pesan itu disampaikan Luhur Pradjarto, Asisten Deputi Permodalan, Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM dalam acara Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD dalam Mendukung Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UMKM yang diselenggarakan Dinaskop dan UKM Kabupaten Fakfak, Papua Barat, akhir pekan lalu (27-38/10/2018).

Pelatihan itu dihadiri 77 peserta (pengurus dan anggota) dari 25 Koperasi se Kabupaten Fakfak. Menurut Luhur, acara ini sangat relevan dalam mendukung program Reformasi Koperasi yaitu mewujudkan koperasi yang berkualitas.

“Jika Pengurus Koperasi mampu mengelola keuangan dengan baik dan benar, dipastikan koperasi akan mudah mengelola likuiditas yang dimiliki, sehingga mampu mendapatkan keuntungan besar yang pada akhirnya untuk kesejahteraan anggota dan koperasi akan semakin berkembang,” tutur Luhur.

Dia mengingatkan, pengurus juga dapat menetapkan kebijakan untuk memperkuat struktur permodalannya. Apakah harus menambah modal dari luar atau mengandalkan partisipasi anggota. Agar bisa mengelola likuiditas secara jitu, kata dia, setidaknya ada empat hal yang harus dipahami dan dilakukan pengurus. Yaitu harus 1) menentukan target rasio likuiditas, 2) memahami struktur aktiva dan kewajiban jangka pendek secara skala prioritas, 3) kelola modal kerja dari operasi dan arus kas operasi, dan 4) memahami siklus transaksi keuangan koperasi.

“Pengurus juga harus aktif menyusun program-program yang dapat meningkatkan partisipasi anggota guna meningkatkan permodalan sehingga ada hubungan emosional yang kuat antara koperasi dengan anggota selaku pengguna sekaligus pemilik,” ungkap Luhur.

Kelola Potensi Alam
Sementara itu Sekretaris Daerah Joko Purnomo, mewakili Bupati Fakfak, menyampaikan, koperasi harus mampu mengelola potensi alam yang dimiliki Kabupaten Fakfak. Unggulan di Fakfak fi antaranya pariwisata, perkebunan dan perikanan. “Untuk itu, dalam mengelola usaha, Dinaskop dan UKM maupun Organisasi lintas sektor ekonomi agar sinergi dalam memberdayakan koperasi,” kata Joko.

Dalam pelatihan ini juga disampaikan materi tentang administrasi dan penyusunan laporan keuangan yang disampaikan oleh Junaedi, peneliti utama, Kemenkop dan UKM. Narasumber lsinnya dari Dinaskop dan UKM Provinsi Papua Barat. (ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *