Sukses UKM Indonesia: Bergerak di Online dan Offline

Sukses UKM Indonesia: Bergerak di Online dan Offline

AMALFI/ITALIA – EKSPLORE (6/10/2018) – Indonesia menjadi rujukan suksesnys pengembangan UKM. Karenanya Indonesia menjadi salah satu prmbicara kunci dalam   Global Entrepreneurship Conference yang digelar pada 4-5 Oktober 2018 di Amalfi Coast, Italia.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Hermawan Kartajaya yang mewakili Menteri Koperasi dan UKM dalam acara itu memaparkan materi terkait sesi Humane Entrepreneurship and Social Innovation.

“Intinya di era teknologi seperti sekarang kemanusiaan semakin penting,” katanya.
Dengan demikian kata dia, situasi paradoks semakin meluas di mana-mana dan rumus sukses bagi UKM adalah mengintergrasikan dua hal yang menjadi paradoks itu.

“Jadi UKM tidak boleh hanya tradisional saja tapi harus mengadopsi teknologi. Tapi juga tidak boleh melupakan sisi kemanusiaan,” katanya. Menurut Hermawan yang juga owner Mark-Plus, selama ini mesin justru telah mempersempit peluang manusia untuk bisa berperan lebih besar.

“Sebaliknya UKM start up juga jangan hanya berpegang pada online digital karena justru offline experience bagi customerlah yang paling punya value,” katanya.

Tentunya, dia berpendapat, pelanggan akan kecewa jika secara online sebuah produk terlihat sangat bagus, tapi tidak terlalu bagus pada kenyataannya.

“Alibaba yang paling hebat e-commerce nya juga sudah masuk ke offline store. Sedangkan matinya Seven Eleven di Indonesia bukan karena ada shifting Offline ke Online. Tapi lebih karena model bisnis offline-nya memang keliru,” katanya.

Demikian juga dengan Glodok yang pernah menjadi pusat elektronik terbesar. Kini  justru redup pamornya karena tidak menerima digitalisasi.

“Jadi rumus untuk sukses UKM harus berhasil mengintegrasikan online dan offline, IT menciptakan pengalaman terbaik bagi konsumen,” kata Hermawan. Itu sebabnya, dia berpendapat, hal tersebut bisa menjadi pelajaran yang baik bagi para pelaku UKM di dunia.

Forum tersebut digelar dalam upaya untuk meneruskan program ICSB yang dilakukan di PBB pada 2016 dengan menyelenggarakan “Global Entrepreneurship Conference”.

Hermawan mewakili Menteri KUKM RI yang diundang sebagai pembicara mengingat Indonesia adalah salah satu inisiator bersama enam negara lain di PBB seiring peresmian UN SME Day 27 Juni. (ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *