Harga BBM di Sela Sidang IMF & WB: Ada yang Naik Lagi dan Batal Naik

NUSA DUA – EKSPLORE (10/10/2018) – Berita ini tak lagi mengagetkan masyarakat: Harga BBM Naik Lagi. Hebohnya, keputusan menaikkan harga BBM itu dilakukan di sela-sela Sidang Tahunan IMF dan Bank Dunia (world Bank/WB)di Bali, Rabu (10/10/2018). Entah mencla-mencle atau tidak, yang terang pemerintah membuat dua kali keputusan. Pada Rabu (10/10/2018) pagi hari, harga BBM bersubsidi dan non-subsidi diputuskan dinaikkan.

Namun sore harinya, Menteri ESDM Ignatius Jonan mengumumkan pembatalan kenaikan harga premium sebesar 6-7% dari semula Rp 6.450/liter menjadi Rp 7.000/liter di Jawa, Madura, dan Bali (Jamali). Serta dari Rp Rp 6.400 menjadi Rp 6.900/liter.

“Saya sudah lapor bapak presiden bahwa PT Pertamina (Persero) tidak siap atas kenaikan harga BBM hari ini. Jadi Presiden memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM Premium dan dibahas ulang,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Menurut Jonan, penundaan kenaikan premium belum dipastikan sampai kapan. “Sampai Pertamina siap. Jadi ditunda sampai waktu yang tidak ada waktunya. Demikian sesuai arahan bapak presiden,” kata Jonan menambahkan.

Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium, mulai Rabu (10/10) sore ini. “Kenaikannya sekitar 6-7 persen, lebih kecil dibandingkan persentasi kenaikan harga minyak mentah dunia sekitar 25 persen,” ujar Jonan.

Dengan demikian, harga BBM yang naik adalah jenis Pertamax Series dan Dex Series, serta Biosolar Non-PSO (public service obligation). Sedangkan harga BBM Premium, Biosolar PSO, dan Pertalite tidak naik. Penetapan harganya sendiri mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM. (b2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *