Kembangkan Jaringan Microfinance se -Sumatera, Induk BTM Adakan Pelatihan DPS

PALEMBANG – EKSPLORE (18/10/2018)  – Untuk mengembangkan sayap jaringan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di regional se -Sumatera, Induk BTM mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi  30  calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) BTM. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan bisa memenuhi salah syarat untuk mendirikan BTM se regional Sumatera.

Hal itu ditegaskan Ketua Induk BTM Achmad Suud dalam acara pelatihan sumber daya manusia (SDM) untuk calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) KSPPS BTM, di Palembang, Kamis (18/10/2018). Acara itu merupakan hasil kerjasama Induk BTM dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN – MUI).

Lebih lanjut, Suud menambahkan, adanya pelatihan DPS di Palembang ini diharapkan menjadi inspirasi bagi warga Muhammadiyah se Sumatera untuk mengembangkan BTM dan sekaligus sebagai bagian dari Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM). Apalagi, menurut praktisi keuangan mikro Muhammadiyah itu, dalam mendirikan BTM di Sumatera berbeda dengan daerah lain. Sumatera perlu dorongan dan dukungan yang kuat untuk membentuk jaringan  BTM primer  maupun sekunder.

“Itulah kenapa mengapa jaringan BTM se- Sumatera perlu dibangun secara progresif,” papar Suud.  Mendirikan BTM, kata dia, tak sekadar dipahami hanya  masalah transaksi keuangan saja, akan tetapi ada sisi normatif yang harus dipahami dan  sifatnya vital, yakni mewujudkan sistem keuangan syariah di lingkungan Muhammadiyah. Untuk itu sosialisasi yang tiada henti sangat diperlukan bagi warga Muhammadiyah dan calon DPS BTM.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Sumatera Selatan (PWM Sumsel) Prof H Romli SA, mengungkapkan, ada kelebihan tersendiri dalam mengembangkan ekonomi syariah.Dimana dalam transaksi keuangan syariah memiiliki kaya akan multi akad yang bisa dikembangkan dalam berbagai bentuk lembaga keuangan syariah. Jika ini bisa diselenggarakan di lingkungan keuangan mikro di warga Muhammadiyah Sumatera Selatan, sangat mendukung sekali untuk kesejahteraan warga dan masyarakat. Apalagi, kata Romli, sejauh ini kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) sangat linier dalam mendukung bagi pengembangan keuangan syariah.

“Untuk itu saya berharap usai pelatihan dan sertifikasi calon DPS BTM  ini Palembang akan menjadi motor penggerak pengembangan ekonomi syariah,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Peningkatan Kualitas Fasilitator dan Pengelola Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM Sunarto, mengapresiasi gerakan microfinance yang dikembangkan oleh BTM selama ini. Apalagi gerakan yang dilakukan oleh BTM adalah bagian dari gerakan nasional sadar berkoperasi. Tentunya hal ini sangat baik untuk pengembangan ekonomi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Muhammadiyah.

Oleh karena itu hal tersebut, pemerintah akan selalu mendukung dan memfasilitasi berbagai macam gerakan BTM. “Mudah-mudahan sinergi antara BTM dan Kementerian Koperasi dan UKM terus berlangsung untuk menjadikan sebuah mitra yang terbaik,” jelasnya.(ag)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat