Dipasangi Stiker Peringatan, Pengemplang Pajak Jaktim Mencapai Rp43 miliar

JAKARTA – EKSPLORE (25/10/3018) -Sebagai langkah persuasif, Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) gencar memgingatkan para wajib pajak pengelola usaha yang menunggak pajak. Caranya dengan memasang stiker atau papan peringatan yang berbunyi: ‘Obyek Pajak ini Belum Melunasi Pajak Daerah’.

Pemasangan banner itu dimulai sejak Rabu (24/10/2018) di sejimlah lokasi oleh Walikota Jakarta Timur, M Anwar. Khusus di wilayah Kecamatan Cipayung, Walikota ditemani Kepala Unit Pelayanan dan Retribusi Daerah (UPPRD) Kecamatan Cipayung Eky Darmayanti. “Pemasangan plang ini sebagai bentuk sanksi kepada para penunggak pajak. Tujuannya agar dapat memberikan efek jera pada wajib pajak yang tidak melakukan kewajiban pembayaran pajaknya,” tutur M Anwar saat memimpin apel pemasangan banner peringatan bagi wajib wajak yang ngemplang.

Setelah apel, Walikota Jakarta Timur memimpin langsung pemasangan plang atau stiker di Apartemen Titanium dan beberapa obyek wisata di Taman Nasional Indonesia Indah (TMII) seperti Snowbay, Kereta Gantung dan Hotel Desa Wisata.

“Berdasarkan rencana kegiatan penagihan pasif, terdapat 150 objek pajak PBB-P2 yang akan dipasang stiker plang dengan nilai tunggakan sebesar Rp43 miliar,” katanya.

Anwar juga minta seluruh petugas untuk melakukan tugas sesuai dengan aturan dan mengedepankan sikap etis dan humanis. “Para petugas agar melaksanakan tugas dengan profesional serta disiplin, dengan mengedepankan sikap etis dan humanis namun tetap tegas, hindari tindakan kekerasan dalam pelaksanaan setiap tugas,” tuturnya.

Sementara itu, Eky Darmayanti juga menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan pemasangan plang dan stiker ini sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan penerimaan pajak daerah.

“Upaya ini sangat positif untuk menekan para penunggak pajak, misalnya di wilayah Cipayung ini juga masih banyak yang menunggak pajak,” katanya. Dia pun berharap, dengan adanya kegiatan ini dapat mendorong serapan pajak daerah yang lebih maksimal,” ucapnya.

Eky menambahkan ke depannya timbul kesadaran dari para wajib pajak untuk melaporkan dan membayarkan pajaknya tepat waktu. “Ke depannya, kami berharap para wajib pajak dapat melakukan pembayaran pajaknya secara tepat waktu agar tidak terkena sanksi penunggakan sehingga semakin memberatkan. Pajak yang dibayarkan juga akan digunakan untuk kebermanfaatan seluruh warga,” kata Eky, perempuan ysng berkerudung ini. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *