Perkuat Ekonomi Muhammadiyah, Induk BTM Akan Luncurkan GMM

JAKARTA – EKSPLORE (26/10/2018) – Untuk memperkuat basis keuangan mikro di lingkungan Muhammadiyah, Induk Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) akan meluncurkan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM). Acara itu akan digelar bersamaan dengan Diskusi Nasional “Membangun Aliansi Integritas Keuangan Mikro Muhammadiyah” oada Selasa, 30 Oktober 2018 di Gedung Smesco Indonesia, Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

GMM merupakan bagian dari hasil “Deklarasi Bandar Lampung” yang dibuat pada acara Konsolidasi Nasional Keuangan Mikro Muhammadiyah (LKMM) dan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk BTM di Bandar Lampung pada 7-8 Mei 2018. Acara tersebut diselenggarakan untuk mempertegas peran dan fungsi BTM dalam mengembangkan satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM di seluruh Indonesia.

“Hal ini juga sesuai dengan amanah yang diberikan oleh  Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam surat edarannya,” kata Ketua Induk BTM Achmad Suud dalam keterangan tertulisnya yang diterima Eksplore, Sabtu (27/10/2018).

GMM, lanjut Suud, dirasakan sangat penting, karena tidak lepas dari “jihad konstitusi ekonomi” dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Apalagi, kata dia, sejauh ini pengembangan BTM di lingkungan Muhammadiyah mengacu pada Undang – Undang (UU) Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi dan UU Nomor 1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro (LKM). “Dua regulasi itulah yang menjadi dasar bagi Induk BTM untuk menyelenggarakan event akbar Muhammadiyah di akhir tahun 2018 dan sekaligus dalam rangka  milad Muhammadiyah ke 106,” kata Suud lagi.

Agus Yuliawan, direktur eksekutif Induk BTM yang juga ketua panitia, menambahkan, peluncuran GMM merupakan jawaban Muhammadiyah dalam menghadapi kesenjangan dan ketidakadilan di tanah air selama ini. Melalui GMM, BTM ingin membangun keuangan inklusif secara masif dan bisa membantu  meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Untuk terlaksananya program – program GMM, Induk BTM berkolaborasi dengan para stakeholder seperti Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), LPDB – KUKM, juga kalangan BUMN dan swasta.  “Dengan elaborasi tersebut kami berharap akan muncul kesadaran bagi warga Muhammadiyah di manapun juga untuk mendirikan BTM baik berbasis koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah (KSPPS) maupun lembaga keuangan mikro syariah (LKMS),” paparnya.

Agus menjelaskan, selain peluncuran GMM yang akan dihadiri oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Haedar Nashir, Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga, Direktur LKM – OJK Suparlan juga akan diselingi dengan acara diskusi nasional yang para narasumbernya merupakan mitra – mitra BTM dalam mengembangkan GMM. Mereka adalah dari  PT Pegadaian (persero), BNI Syariah, PT Alrhib Murtadho (Fintech) Shafin) dan PT Sharsys Informatika (IT). Dengan hadirnya para mitra BTM itulah, kata Agus, BTM ingin menunjukkan bahwa di era digitalisasi dan milenial ini, BTM akan terus berubah dan mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

Sementara itu, Sekretaris Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mukhaer Pakkana–mengapresiasi GMM yang diselenggarakan oleh Induk BTM tersebut. Apalagi dalam GMM memiliki banyak program – program yang konkrit dalam penguatan keuangan mikro di masyarakat. Ini semua adalah bagian Muhammadiyah dalam mengembangkan pilar ketiga yaitu ekonomi. “Saya berharap dengan GMM ini akan tumbuh para pelaku usaha mikro dari akar rumput dan terwujudnya Satu PDM Satu BTM untuk mendukung usaha dan bisnis di lingkungan Muhammadiyah,” kata Mukhaer yang juga Ketua STIE Ahmad Dahlan. (b1)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *