Diharapkan Ada KSPPS yang Jadi Penyalur KUR Syariah

Diharapkan Ada KSPPS yang Jadi Penyalur KUR Syariah


JAKARTA – EKSPLORE (30/10/2018) – Kementerian Koperasi dan UKM berharap ada koperasi syariah yang dapat ikut serta menjadi penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Saat ini hanya ada satu lembaga keuangan syariah yang menjadi penyalur KUR, yaitu BRI Syariah.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati saat menjadi Keynote Speech dalam acara Peluncuran Gerakan Microfinance Muhammadiyah GMM) dan Diskusi Nasional “Membangun Aliansi Integritas Keuangan Mikro Muhammadiyah”, di Gedung Smesco Indonesia, Selasa (30/10/2018).

“Saya berharap ada dari KSPPS (koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah), termasuk dari BTM (baitut tamwil Muhammadiyah),” kata Yuana yang berbicara mewakili Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga.

Menurut dia, bukan tidak mungkin KSPPS-BTM menjadi penyalur KUR, karena BTM telah ditunjang sistem IT dan financial technology yang baik. Yuana yakin KSPPS bakal mampu memenuhi persyaratan yang diminta, termasuk kredit macet (NPL) tak boleh kebih dari 5%. Apalagi BTM banyak ditunjang teknologi informasi (TI).

Yuana menjelaskan, saat ini KUR disalurjan oleh 47 bank umum, termaduk bsnk pembangunan daerah (BPD), empat lembaga keuangan non bank (LKNB), dan dua koperasi simpan pinjam. Kefua kopersdi itu adalah Kospin Jasa Pekalongan, dan Kopdit Obor Mas, NTT. Dalam waktu dekat akan ada satu lagi koperasi simpan pinjam (KSP) yang akan menjadi penyalur KUR, yaitu KSP Guna Prima Dana.

Yuana mendukung penuh adanya upaya Muhammadiyah mewujudkan berdirinya Satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Satu BTM. Itu, katanya, juga sejalan dengan keinginan pemerintah menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia. “Indonesia mimpi jadi pusat keuangan syariah dunia,” kata Yuana yang didampingi Kepala Divisi Umum Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil, Menengah (LLP-KUKM) A Tajudin Nur.

Di tempat sama, Direktur Lembaga Keuangan Mikro ((LKM) Otoritas Jasa Keuangan (OKK) Suparlan, mengatakan posisi Muhammadiyah yang ingin mewujudkan pencetakan Satu PDM Satu BTM sangat sejalan dalam upaya menumbuhkembangkan sektor riil dan UKM.

“Itu juga sangat strategis karena Muhammadiyah mempunyai jaringan tingkat primer, sekunder, dan pusat atau induk. Ini punya bargaining power yang tinggi terhadap lembaga perbankan,” kata Suparlan.

Suparlan menyatakan, Gerakan Keuangan Mikro Muhammadiyah ini bagian dari upaya membetengi umat dari praktik keuangan konvensional yang mengandung unsur riba. Menurut Suparlan, keuangan mikro juga bisa menggarap potensi asuransi mikro bagi kalangan UMKM.

Sementara itu, saat pembukaan, Ketua Induk KSPPS BTM Achmad Suud mengungkapkan, GMM digulirkan pada acara Konsolidasi Keuangan Mikro Muhammadiyah di Lampung, Mei 2018 lalu. BTM memiliki jaringan luas, di tingkat primer di daerah, tingkat sekunder di level provinsi, dan di pusat.

Suud menjelaskan, Induk BTM mempunyai lima fungsi. Di antaranya, pertama, sebagai regulator bagi lembaga keuangan mikro (LKM) maupun KSPPS BTM. Kedua, pengendali jaringan BTM. Ketiga, sebagai lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. Keempat, sebagai lembaga supervisi. “Jadi kami punya parameter untuk menilai kesehatan suatu BTM,” kata Suud.

Diskusi Nasional

Sementara itu, dalam diskusi nasional yang dipandu Pemred Eksplore Bani Saksono, menghadirkan empat narasumber, yaitu; Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah Andi Buchari, AVP Pengembangan Bisnis Syariah PT Pegadaian (persero) Tri Antoro, praktisi fintech Gunawan Arifin, dan praktisi IT Ridwan Aldilah.

Dalam diskusi, Ketua Pusat BTM Jawa Tengah Ahmad Syakowi sependapat, untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan keuangan mikro di lingkungan Muhammadiyah, perlu sentuhan teknologi informasi digital, termasuk financial technology (fintech). Hal itu ditandai akan diluncurkannya Kartu BTM.

“Insya’Allah pada Muktamar Muhammadiyah 2021 seluruh warga Muhammadiyah memiliki Kartu BTM yang dapat dipakai untuk berbagai transaksi keuangan,” kata Ketua Induk BTM Achmad Suud menutup diskusi (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *