Keuangan Mikro Muhammadiyah Perlu Didukung Fintech

Keuangan Mikro Muhammadiyah Perlu Didukung Fintech

JAKARTA-EKSPLORE (30/10/2018) – Konsolidasi Keuangan Mikro Muhammadiyah di Bandar Lampung, 8 Mei 2018 menghasilkan kesepakatan atau Deklarasi Lampung. Konkret ddar deklarasi itu adalah mobilisasi pembentukan Satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Satu BTM (Baitut Tamwil Muhammadiyah).

Induk BTM pun meluncurkan Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) pada 30 Oktober 2018 di gedung Smesco Indonesia. Acara itu dihadiri kalangan pengurus BTM se Indonesia, pengurus PDM, dan stakeholder lainnya.

Kegiatan ini mendapat dukungan dari Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM. Mobilisasi pembentukan BTM itu juga dalam rangka memperkuat pondasi perekonomian nasional, khususnya yang berbasis syariah. “Ini tentu sejakan dengan mimpi menjadikan Indonesia sebagai pusat keuangan syariah dunia,” kata Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Yuana Sutyowati, saat peluncuran GMM.

Usai peluncuran, diadakan Diskusi Nasional Membangun Aliansi Integritas Keuangan Mikro Muhammadiyah. Dalam acara yang dipandu Bani Saksono, pemred Eksplore, narasumber yang hadir meliputi Wakil Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) PP Muhammadiyah Andi Buchari, AVP Pengembangan Bisnis Pegadaian Syariah Triantoro, praktisi fintech Gunawan Arifin, dan praktisi IT Ridwan Aldilah.

Dalam diskusi, Ketua Pusat BTM Jawa Tengah Ahmad Syakowi sependapat, untuk meningkatkan akselerasi pertumbuhan keuangan mikro di lingkungan Muhammadiyah, perlu sentuhan teknologi informasi digital, termasuk financial technology (fintech). Hal itu ditandai akan diluncurkannya Kartu BTM.

“Insya’Allah pada Muktamar Muhammadiyah 2021 seluruh warga Muhammadiyah memiliki Kartu BTM yang dapat dipakai untuk berbagai transaksi keuangan,” kata Ketua Induk BTM Achmad Suud. (b1)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *