Peringatan Hari Wayang Dunia di Bukit Menoreh

Peringatan Hari Wayang Dunia di Bukit Menoreh

YOGYAKARTA – EKSPLORE (10/11/2018) – Patut disyukuri, Badan PBB Urusan Kebudayaan – Unesco, telah menetapkan 17 November sebagai Hari Wayang Dunia. Menyambut keputusan itu, dua seniman lukis wayang mengadakan serangkaian acara di bukit Menoreh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, pada 10 November 2018, dari sore hingga malam.

Iskandar Hardjodimuljo, salah satu pelukis wayang itu, menjelaskan, rangkaian acara itu meliputi kirab budaya, sarasehan, dan pameran lukisan wayang. “Penetapan Hari Wayang Dunia itu lebih dari sekadar pelestarian seni budaya universal, tapi merupakan wujud pengakuan atas karya seni yang begitu jelas membahasakan watak dan karakter manusia lengkap dengan warna dan dinamika zaman.

Wayang, kata Iskandar yang sudah berpameran di sejumlah negara, adalah karya seni yang adiluhung yang memuat beragam kisah dan keteladanan. Namun, kini, telah terjadi pergeseran amat mendasar tentang seni wayang. “Yaitu, dari tuntunan ke tontonan, dari olah batin ke sesuatu yang artifisial. Tercatat dalam sejarah, betapa wayang tak lepas dari dakwah era kewalian tanah Jawa,” tuturnya.

Cerita itu tersimpan dalam memori kolektif tentang nama gua Kiskendo yang ada di perut pegunungan Menoreh. Namun, menurut Iskandar, adanya upaya keluar dari pakem dianggap sebagai kreativitas, dan bukan penyimpangan. “Derajat hiburan pun makin menenggelamkan peran wayang dalam konfigurasi kebudayaan,” ujarnya.

Iskandar Hardjodimuljo melukis wayang di atas kanvas usai kirab menuju rumah seni di bukit Menoreh, Kulon Progo, Sabtu (10/11/2018) saat memperingati Hari Wayang Dunia 2018. (foto dok eksplore)

Kini, karakter tokoh wayang sudah jadi bahan olok-olokan di ranah politik. Bila nalar itu diberi ruang, nyaris tak ada peluang bagi generasi muda bangsa mempelajari beragam kisah di dalam lakon wayang. Tak ada yang salah dengan pembaharuan atau kreativitas pentas wayang. Namun, perlu dipikirkan bagaimana kelangsungan seni wayang yang sesuai pakem. Karena di sinilah bangsa ini pernah menemukan titik kulminasi peradaban sehingga diakui dunia. “Aktualisasi nilai dan semangat itulah yang mendasari digelarnya Peringatan Hari Wayang Dunia di rumah Seni Bukit Menoreh, Puncak Kleco, Sabtu 10 Nopember 2018,” ujar Iskandar.

Dia pun membeberkan, dirinya sebagai pelukis yang berbeda karakter dengan Iskandar yang satunya, yaitu Valentinus Rommy Iskandar. Iskandar Hardjodimuljo dikenal dengan wayang uwuh dan lukisan wayang. Karyanya sudah tersebar di bergai belahan benua. Sedangkan, Valentinus Rommy Iskandar, sudah sering berpameran di luar negeri.

Mengawali peringatan Hari Watang Dunia, Iskandar Hardjodimuljo berperan sebagai “Lembusora” dengan tujuh pasukan manusia berkepala sapi dan Rommy dengan tujuh pasukan manusia berkepala kera. Kedua kelompok itu berarakan secara beriringan dari gapura desa menuju Rumah Seni di Bukit Menoreh diiringi tetabuhan kelompok Jatilan tradisi Among Budoyo Puncak Kleco. Mereka memvisualkan legenda Kiskendo.

Ini adalah upaya pemaknaan kembali peran dan kedudukan wayang dalam kehidupan di dunia. Ini juga merupakan ikhtiar mendekatkan kisah Kiskendo yang berada di bukit Menoreh Kulon Progo menjadi latar belakang utama peristiwa seni ini.

“Dampak yang diharapkan dari peristiwa seni ini adalah munculnya rasa handarbeni dan kebanggaan warga masyarakat Kulon Progo. Mereka punya situs dan jejak peradaban yang begitu fenomenal,” kata Iskandar. Dia berharap, acara ini dapat membantu mengembangkan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

Iskandar Hardjodimuljo memang suka bereksperimen dalam berkarya. Pernah mengadakan pameran lukis wayang dan workshop di Bangkok. Pernah pula ikut dalam pameran layang-layang bergambar wayang di Monas menyambut kedatangan PM India. Hingga sekarang, sarjana akuntansi itu masih mensupervisi warga bantaran Kali Ciliwung di Tebet dalam membenahi kampungnya menjadi kampung seni. Juga mengadakan pelatihan membuat wayang dari bahan bekas pakai, baik karton maupun botol plastik.(b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat