Jelas Sudah Alasan Ketum PBB Jadi Advokat Jokowi

JAKARTA – EKSPLORE – (14/11/2019) – Akhirnya publik bisa mengetahui alasan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra (YIM) menjadi advokat calon presiden+ wakil prediden paslon nomor urut 01 JW-KMA. Hal ini YIM lakukan saat dialog di Pusat Dewan Dawah, di lantai 8 Gedung Menara Dakwah, Jl. Kramat Raya 45, Jakarta, Senin (13/11/2018).

Melalui keterangan tertulis yang dikirim oleh Humas panitia dialog terlihat jelas sudah, alasan mengenai pilihan YIM menjadi advokat Paslon 1 JKW-KMA. Sikap YIM selama ini menuai banyak mendapat pro-kontra di kalangan internal partai, tak terkecuali dari pendukungnya dan masyarakat. Bahkan beberapa caleg PBB pun diketahui ada yang mengundurkan diri.

Sebagian ada pula yang menyatakan YIM sudah jadi cebong, YIM munafik, sebagian lain memperkirakan PBB yang diketuainya sedang menuju kehancuran. Namun tak sedikit yang tetap solid mendukung langkah YIM dengan berbagai pertimbangan.

Terkait dengan hal ini DDII sebagai lembaga yang melahirkan PBB dan dalam kedudukan sebagai salah satu Wali Amanah partai menginisiasi dialog bersama YIM dengan tujuan untuk mencari kebenaran sikap dan alasan-alasan yang mendasarinya. Hadir dalam pertemuan itu para tokoh DDII antara lain Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia Drs. Mohammad Siddik, MA, Anggota Pembina Dewan Da’wan Da’wah KH. Cholil Ridwan, Wakil Ketua Umum Bidang Luar Negeri KH Abdul Wahid Alwi, MA dan Wakil Ketua Umum Bidang Kerjasama & Pemberdayaan Daerah Drs. Amlir Syaifa Yasin, Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan DR. Mohammad Noer Kertapati, Ketua Muslimat Dewan Da’wah Hj. Andi Nurul Janah serta sejumlah tokoh PBB seperti M.S. Kaban dan Effendi dan Ahmad Yani.Hadir pula dalam acara dialog antara lain putri dari dua Ketua Masyumi di masa lalu, Ny Aisyah M Natsir dan Ny Syamsiar, putri Ketua Masyumi terakhir Prawoto Mangkusasmito, serta sejumlah ulama, aktivis PBB dan mahasiswa.

Pada kesempatan itu, YIM menjelaskan, keputusannya menerima tawaran sebagai penasihat capres Jokowi-KH. Ma’ruf Amin (JW-KMA) adalah keputusan profesional sebagai advokat dan tidak terkait dengan kehendak institusi partai. Ia menegaskan, ini bukan persoalan ideologis, melainkan betul-betul profesional, melakukan advokasi hukum jika dimintai saran dan pendapat jika dipandang perlu. Hal ini merupakan hasil kesepakatan dengan Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Tahir yang menawarinya menjadi penasihat hukum untuk Paslon Nomor 1 dan telah dikonfirmasi langsung kepada Jokowi.

“Seperti Pak Kwik Kian Gie,” kata YIM, “Beliau diminta untuk menjadi Penasehat Ekonomi Prabowo Sandi, tetapi Kwik sama sekali bukan bagian dari Timses kedua paslon itu”.

YIM menyadari bahwa keputusannya akan mendapat reaksi pro dan kontra dari para pendukungnya. “Ada yang mendukung saya, ada yang mengingatkan saya, ada yang mengkritik saya, ada yang mempertanyakan sikap keputusan saya. Ada juga yang bersikap keras terhadap saya. Tetapi saya mencoba bersabar dengan semua itu,”terangnya.

Lebih jauh YlM menegaskan, karena memang strategi ini tidak mudah dipahami orang. Dianggap ada conflict of interest antara saya sebagai Ketua Umum PBB dengan keputusan saya menjadi advokat untuk Capres JW-KMA. Keputusan strategisnya akan dihargai jika benar, tetapi juga ada risiko dicaci maki pendukungnya jika salah. “Atas keputusan saya ini, akan saya pertangungjawabkan dalam muktamar nanti,” terang YIM. PBB sendiri baru akan memutuskan dukungan untuk calon presiden dalam muktamar PBB Desember mendatang.

“Beri saya podium, maka saya akan jelaskan,” ujar YIM meyakinkan bahwa keputusannya akan dapat dimengerti jika didengar. YIM telah menjelaskan sikapnya di hadapan sekitar 1000 orang Pengurus DPW, DPC dan Caleg PBB Se-Jawa Barat. “Mereka yang semula berseberangan, akhirnya dapat menerima setelah memperoleh penjelasan saya secara langsung dan dialog secara terbuka,” jelas YIM. Sementara yang terjadi di media, menurut YIM, adalah berita pelintiran-pelintiran dengan banyak fitnah dan ujaran kedengkian.

Dalam kesempatan dialog, Ketua Pembina Dewan Da’wah Prof. Dr. Ir. H. A. M. Saefuddin yang akrab dipanggil Pak AM, bertindak sebagai komunikator Dewan Da’wah, mengantarkan lima pertanyaan untuk dijawab YIM terkait keputusannya menjadi penasihat hukum JW-KMA. Pertanyaan-pertanyaan itu antara lain alasan yang mendasari, manfaat yang diperoleh sebagai penasihat hukum, kondisi PBB, risiko terhadap dukungan ummat, dan manfaat yang diperoleh jika melepas status penasihat hukum.

Menjawab itu semua, YIM mengangkat arti dari Surat Al-Maidah ayat 8: “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Sejarah mencatat, YIM pernah bekerja di Setneg dan bekerja khusus untuk menyiapkan pidato-pidato presiden, menyiapkan naskah-naskah kepresidenan dan menyiapkan materi untuk sidang kabinet, hal mana berlangsung untuk tiga presiden berturut-turut. Sejarah pun mencatat, YIM adalah orang yang paling dekat dengan Pak Harto ketika para petinggi di pemerintahan meninggalkannya dan telah tercipta situasi kebencian rakyat yang begitu dalam terhadap Soeharto. YIM berjasa menyiapkan Presiden Soeharto turun tahta sekaligus membuatkan naskah pengunduran diri Pak Harto demi mengamankan situasi nasional yang nyaris tak terkendali. Pak Harto mempercayakan penuh kepadanya.

“Dan alhamdulillah, selama saya bekerja di Setneg, sampai pak Harto berhenti, saya nggak pernah muji-muji Pak Harto, apalagi menjilat-jilat. Nggak pernah. Jadi inilah yang saya tegaskan (juga). Saya bukan tim sukses (JK-KMA), jadi saya nggak akan kampanye untuk Jokowi, saya nggak akan muji-muji Jokowi. Jangan under estimate terhadap saya,” harap YIM.

Pada akhir dialog sebagai kesimpulan antara YIM dan DDII, lagi Pak AM menyampaikan bahwa Dewan Da’wah menghormati keputusan yang diambil oleh YIM. Dewan Da’wah juga telah memutuskan sejak beberapa waktu lalu untuk mendukung pasangan calon presiden Prabowo – Sandiaga Uno. Dan saya katakan, hendaknya seluruh keluarga besar Dewan Da’wah mendukung Partai Bulan Bintang dan calon-calon legislatif yang telah mendaftar,” tegas Pak AM yang spontan mendapat respon meriah dari seluruh yang hadir. “Hal yang baru adalah, sepertinya ada jaminan bahwa jika YIM membantu penyelesaian kasus hukum Habib Rizieq Shihab, maka tujuh juta alumni 212 akan menyatakan dukungannya terhadap YIM,” ujarnya, yang spontan direspon dengan takbir oleh peserta dialog. (b2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *