Empat Lembaga ini Bersinergi Tingkatkan Kapasitas UMKM Pengrajin

Empat Lembaga ini Bersinergi Tingkatkan Kapasitas UMKM Pengrajin

PANGKAL PINANG – EKSPLORE (17/11/2018) – Agar mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan membutuhkan keberpihakan banysk pihak. Itulah alasan empat lembaga ini bersinergi membina UMKM kerajinan.

Keempat lembaga itu adalah Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) bersama Kementerian Koperasi dan UKM dan Kementerian Perindustrian. Setidaknya ada 405 orang UMKM di kota-kabupaten se Provinsi Bangka Belitung yang berhasil dirangkul untul mengikuti berbagai kegiatsn dan pelatihan yang diadakan keempat lembaga itu di Pangkal Pinang, ibukota Provinsi Bangka Belitung.

Berbagai pelatihan itu diadakan selama tiga hari pada 14-16 November 2018. Acara yang digelar antara lain; sosialisasi program LPDB-KUMKM dalam rangka penyaluran dana bergulir, sosialisasi KUR, pelatihan perkoperasian, pelatihan kewirausahaan, pelatihan vocational keterampilan teknis pewarnaan batik Bangka Belitung secara alami bagi SDM KUMKM, Bimtek peningkatan kualitas produk KUMKM, serta Bimtek Industri Kecil dan Menengah pakaian jadi berbahan cual.

“Program dan kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing produk kerajinan unggulan daerah yang berbasis kearifan lokal, sehingga dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan,” kata Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas Bintang Puspayoga, saat menyampaikan laporan dalam acara pembukaan yang dihadiri Ketua Umum Dekranas Mufida Kalla.

Bintang juga mengungkapkan, Bangka Belitung memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah di berbagai sektor, antara lain produk UMKM unggulan yang berbasis budaya, seperti handycraft, tenun cual, batik dan kuliner serta pariwisata yang berbasis budaya dan keindahan alam. “Potensi tersebut perlu terus dikembangkan secara lebih luas dan komprehensif dari hulu sampai dengan hilir,” ujar Bintang.

Sementara itu, Mufida mengungkapkan, jenis industri yang bervariasi mulai dari skala mikro hingga skala menengah masih mengalami banyak kendala. Di antara kendals itu antara lain permodalan, pemasaran, dan teknik produksi. “Sementara itu persaingan di pasar global semakin ketat,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Mufida, diperlukan upaya nyata untuk mendorong para pengrajin agar lebih giat lagi dan dapat bersaing. Apalagi, katanya, potensi kerajinan yang besar di provinsi Bangka Belitung. “Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan untuk mengembangkan produk-produk kerajinan yang berdaya saing, sehingga laku di pasaran,” jelas Mufida.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagai mitra pemerintah, Dekranas telah melakukan berbagai program dan kegiatan dalam membina dan mengembangkan UKM kerajinan di seluruh nusantara.

Menyambut kegiatan itu, Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan mengatakan, industri kecil hingga menengah memang sedang bangkit di wilayah Bangka Belitung. Di samping itu, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung juga turut mendukung pemerintah pusat dalam mewujudkan 1001 digital entrepreneur di Indonesia. “Maka sudah selayaknya wilayah provinsi Bangka Belitung mendapatkan sentuhan dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran dan fasilitas di daerah,” kata Erzaldi. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *