2019 LPDB Targetkan Penyaluran Dana Bergulir Rp1,5 Triliun

JAKARTA – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) menargetkan bisa menyalurkan dana bergulir hingga Rp1,5 triliun pada 2019 mendatang. Angka itu meningkat 50% dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp1 triliun.

“Dengan sisa waktu sekitar sebulan hingga Desember, kami targetkan bisa menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1 triliun dari Rp1,2 triliun yang ditargetkan Kemenkeu,” kata Direktur Utama LPDB Braman Setyo, usai membuka acara “Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif 2018 LPDB-KUMKM” di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Menurut Braman, dari ratusan proposal yang masuk, sebanyak 85% di antaranya ditolak. Penyebabnya, dokumen yang diajukan tidak memenuhi persyaratan seperti kelayakan laporan pembukuan dan neraca keuangan, serta usahanya yang tidak visibel. Untuk mengantisipasinya, kata Braman, LPDB-KUMKM pun menggandeng para kepala Dinas KUKM provinsi untuk memberikan bimbingan kepada koperasi dan UMKM yang mengajukan pinjaman.

Acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Program Inklusif ini diinisiasi Direktorat Syariah LPDB. Pesertanya adalah para pengurus koperasi dan UKM di Jakarta. Diundang pula para kepala Dinas KUKM se Indonesia. Kebetulan mereka juga akan menghadiri acara Indonesia Syaria Festival (Insyaf) 2018 di Jakarta pada 27-29 November 2018. Turut menjadi narasumber acara ini Retno Endang Prihatini – Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Kementerian Koperasi dan UKM dan dari Dewan Syariah Masional (DSN) MUI.

Oleh Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUKM Jenal Aripin bahkan minta oara pengurus koperasi dan UMKM untuk membuat proposal pengajuan dana bergulir. “Kami siap menerima proposal dalam tiga hari di arena acara Insyaf 2018 di Balai Kartini,” kata Jenal saat menyampaikan materi tentang pembiayaan syariah.

Menurut Jenal, pola pembiayaan syariah mulai diminati kalangan KUMKM. Karenanya LPDB yang berada di bawah Kemenkop dan UKM itu terus menambah target penyaluran. Tahun ini, penyaluran dana dengan pola syariah targetnya Rp 425 miliar. “Tahun depan kami naikkan menjadi Rp 525 miliar,” kata Jenal lagi.

Sementara itu, Direktur Bisnis LPDB Krisdianto Soedarmono menambahkan, untuk mengoptimalkan penyaluran dana bergulir, pihaknya akan bersinergi dengan perusahaan penyelenggara finance technology (fintech).

“Kami undang asosiasi fintech untuk memilihkan mana perusahaan yang bonafid,” katanya. Menurut Kris, dengan fintech, penyaluran dana bergulir dapat menggunakan pola channeling maupun existing.

Dalam acara ini, LPDB-KUMKM menjalin kerjasama dengan Ikatan Saudagar Muslim se Indonesia (ISMI). Naskah kerjasama penyaluran dana bergulir LPDB kepada anggota ISMI dilakukan oleh Braman Setyo dan Ketua Umum ISMI Ilham Habibie. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *