Pusat Inkubator Ikopin Adakan Pelatihan Proses Pelelangan Bagi UMKM

SUMEDANG – EKSPLORE (26/11/2018) – Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Institut Koperasi Indonesia (PIBI-Ikopin) prihatin masih banyak pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tak bisa mengikuti tender lelang mengadakan yang diadakan pemerintah. “Di lapangan, ternyata banyak UMKM yang belum bisa memanfaatkan peluang yang ada karena kurang memahami aturan pelelangan,” kata Direktur PIBI-Ikopin Indra Fahmi.

Menurut Indra, UMKM selama ini hanya bisa menjual produknya secara langsung pada konsumen (retail). Alhasil, sulit bagi mereka untuk meningkatkan omzet dan kinerja bisnisnya melalui pendanaan yang bersumber pada APBN ataupun APBD. Dari identifikasi awal penyebab rendahnya UMKM dalam mengikuti pengadaan barang dari pemerintah setidaknya ada tiga hal.

Pertama, UMKM tidak mengetahui secara sempurna dokumen apa yang harus mereka miliki bila akan mengikuti pelelangan. Kedua, tidak tahu cara menjajagi untuk mendapatkan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan ( SIRUP ). Serta, ketiga, UMKM tidak mengetahui cara mendapatkan password dari LPSE maupun cara mendaftar pada katalog elektronik.

Mengatasi kendala tersebut, PIBI-Ikopin berinisiatif mengadakan pelatihan proses pelelangan bagi UMKM binaan. Pelatihan diadakan karena adanya peluang yang diberikan pemerintah dalam hal pengadaan barang yang bersumber dari APBN/APBD, pada UMKM. “Bersyukur pelatihan diikuti 40 pengusaha kecil para start up binaan PIBI Ikopin,” kata Indra kepada Eksplore, usai pembukaan pelatihan, Senin (26/11/2018).

Indra menjelaskan, ada beberapa kebijakan pemerintah terkait pelelangan bagi UMKM. Di antaranya, adalah menetapkan sebanyak-banyaknya paket usaha kecil, nilai paket kurang atau sama dengan Rp2,5 miliar diperuntutkan bagi UMKM, mencantumkan produk usaha kecil dalam katalog elektronik, dan Penyedia non kecil bisa bekerja sama dengan usaha kecil dalam bentuk kemitraan, sub kontrak atau kerja sama lainnya. Namun pada kenyataannya, banyak UMKM yang belum bisa memanfaatkan peluang yang ada akibat kekurangpahaman tentang aturan pelelangan.

“Oleh karena itu, penting diadakan pelatihan semacam ini untuk bisa menjawab permasalahan yang dihadapi UMKM,” ujar Indra.

Beberapa materi diberikan dalam pelatihan pelelangan ini, yakni tujuan dan kegunaan standarisasi produk, menyusun spesifikasi produk, menyusun harga perkiraan sendiri (HPS), menyusun 9 dokumen pelelangan, mengikuti proses e-Tendering, dan e-Purchasing, serta e-Katalog. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *