Pada Hari Reuni-212, Menkop Resmikan Yayasan Pondok Pesantren Agribisnis

TULUNGAGUNG – EKSPLORE (3/12/2018) – Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen memajukan kehidupan ekonomi pondok pesantren. Saat ketika jutaan umat muslim mengikuti Reuni 212  di Monas, Jakarta, i Mente Koperasi (Menkop)) dan UKM AAGN Puspayoga memilih meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri 2 di Tulungagung, Jawa Timur.

Menkop Puspayoga berharap peran yang besar dari pondok pesantren dalam mencetak wirausaha yang tangguh dan mandiri. “Saya yakin, karena berbasis agama, pondok pesantren mampu menciptakan sosok social enterpreneur yang tidak sekadar mencari untung semata. Melainkan wirausaha yang bisa memberikan benefit untuk kehidupan sosial masyarakat sekitar”, kata Puspayoga, kemarin.

Pondok Pesantren Mukmin Mandiri merupakan pondok pesantren berbasis agriwisata dan agribisnis. Ponpes Mukmin Mandiri yang pertama didirikan pada 2006 berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Produk kopi mereka dengan merek Kopi Raja telah mampu menembus pasar ekspor (Cina, Dubai, dan Melbourne). “Saya percaya, di atas lahan 650 hektar di Tulungagung ini, Ponpes Mukmin Mandiri mampu terus mengembangkan unit usahanya dan jiwa enterpreneurship para santrinya,” tutur Puspayoga.

Mantan Walikota Denpasar ini juga meyakini, pondok pesantren mampu mencetak pengusaha yang tidak hanya kaya harta, tapi juga kaya hati. “Pondok pesantren tidak hanya untuk ilmu keagamaan tapi juga sebagai sarana pembelajaran untuk menjadi wirausaha,” tandas Puspayoga.

Menurut dia, peluang para santri pondok pesantren untuk menjadi pengusaha terbuka sangat lebar. “Banyak program pemerintah yang berpihak kepada pengembangan ekonomi kerakyatan. Misalnya, Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Saat ini, suku bunga KUR sudah menjadi 7% pertahun dari sebelumnya sebesar 22%,” ujarnya.

Kebijakan lainnya, pajak UKM sudah diturunkan menjadi 0,5%. “Peluang-peluang tersebut harus mampu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, khususnya oleh para santri pondok pesantren, untuk menjadi seorang wirausaha,” kata Puspayoga.

Apalagi, lanjut Puspayoga, saat ini sudah memasuki era Revolusi Industri 4.0. untuk menjadi seorang pengusaha terbuka sangat lebar. “Untuk menjadi pedagang, tak perlu lagi harus memiliki toko atau ruko. Untuk menjadi pengusaha hotel tidak perlu lagi harus memiliki kamar hotel. Untuk menjadi pengusaha restoran tidak harus memiliki restoran. Begitu juga dengan pengusaha taksi, tak harus punya mobil. Semua bisa dijalankan dengan teknologi melalui smartphone.

Menkop AAGN Puspayoga menyapa para santri sebelum meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mitra Mandiri 2 di Tulungagung. (Foto istimewa)

Oleh karena itu, Puspayoga meminta para santri pondok pesantren untuk memanfaatkan kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 ini dengan sebaik-baiknya. “Kalau kita tidak mampu memanfaatkan peluang itu, maka kita hanya akan menjadi penonton atau pasar dari maraknya produk lua,” tegas Puspayoga lagi.

Pabrik Kopi

Dalam kesempatan yang sama, pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri Prof Dr KH Muhammad Zakki mengungkapkan, pihaknya akan membangun pabrik kopi di lingkungan Ponpes Mukmin Mandiri 2 di Tulungagung. “Insya Allah, pabrik kopi di Tulungagung akan mulai beroperasi pada Januari 2019 mendatang. Sedangkan yang di Sidoarjo sudah mampu memproduksi kopi sebanyak 15 ton per hari,” kata Prof Zakki.

Dia menambahkan, para santrilah yang mengolah kopi mulai dari penanaman bibit kopi, pengolahan biji kering, hingga menjadi roster (bubuk). Tak hanya pengolahan kopi, para santri Ponpes Mukmin Mandiri pun juga mengemas hingga distribusi produk kopi hingga ada di pasaran. “Di sini, kami mendidik para santri tidak hanya mengerti soal agama, tapi mengerti juga masalah ekonomi dan bisnis,” kata Prof Zakki.

Selain terus mengembangkan industri kopi, Ponpes Mukmin Mandiri juga membangun industri pengolahan madu. “Saat ini, kita sudah memiliki sekitar 205 rumah lebah yang mampu menghasilkan madu asli berkualitas tinggi. Ke depan, Ponpes Mukmin Mandiri juga bakal mengembangkan perkebunan talas. Selain fokus pasar domestik, produk-produk dari Ponpes Mukmin Mandiri juga akan dikembangkan untuk mengisi pasar ekspor. (b1)

Caption Foto:
Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga tengah meresmikan Yayasan Pondok Pesantren Mukmin Mandiri 2 di Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Minggu (2/12/2018). Turut hadir dalam acara tersebut pendiri dan pengasuh Ponpes Mukmin Mandiri Prof Dr KH Muhammad Zakki, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria Simanungkalit, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mas Purnomo Hadi. (foto istimewa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *