Bangun Drying Center, Petani Malang Manfaatkan KUR BNI

MALANG – EKSPLORE (13/12/2018) — Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018 – Maret 2019 (OKMAR 2018/2019) kini sudah mencapai Kabupaten Malang, Jawa Timur dan sekitarnya. Mendukung program itu, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung keinginan petani membangun pusat pengering gabah (Drying Center).

Penyaluran KUR BNI untuk tujuan khusus tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Perekonomian yang ingin melindungi para petani dari ketidakberdayaan mereka ketika menghadapi sulitnya mengeringkan gabah hasil panen. Sulitnya proses pengeringan gabah itu telah menjatuhkan nilai jual gabah petani, karena petani terpaksa menjual gabahnya ke tengkulak dalam bentuk Gabah Kering Panen (GKP) yang rendah harganya.

Dengan adanya pengering (dryer) dan Drying Center, petani dapat menjual hasil panennya dalam kualitas Gabah Kering Giling (GKG) yang lebih tinggi harga jualnya.

Demikian intisari dari kunjungan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution ke Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (13/12/2018) dalam rangka meninjau langsung dan mengikuti penanaman padi secara massal bersama sekitar 500 petani. Ini merupakan bagian dari rangkaian acara dimulainya Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018 – Maret 2019 (OKMAR 2018/2019) di Kabupaten Malang dan sekitarnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian Susiwijono, Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian Iskandar Simorangkir, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Bupati Malang Sanusi, Direktur Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto, General Manajer Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo, dan CEO BNI Wilayah Malang Wiwi Suprihatno.

Malang dipilih menjadi lokasi Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 karena merupakan salah satu dari 38 kota dan kabupaten, serta 18 Daerah Sentra Produksi Tanaman Pangan yang menjadi daerah implementasi kegiatan tanam raya di Jawa Timur. Peran BNI dalam Gerakan ini adalah dimaksudkan untuk memastikan agar para petani mendapatkan akses pembiayaan yang murah, mudah, disertai pendampingan selama musim tanam Oktober – Maret. Program ini juga memberikan perlindungan bagi petani dalam hal menjaga harga gabah ketika musim panen, karena tersedianya pembeli siaga atau offtaker.

KUR BNI untuk dryer ini hanya dapat diberikan kepada penerimanya apabila terpenuhi 2 syarat. Yaitu, pertama, tidak diberikan untuk perusahaan swasta besar dan tidak digunakan untuk membeli penggilingan padi baru. Kedua, jangka waktu KUR diarahkan selama 3 tahun. Catur Budi Harto menjelaskan, penyaluran KUR BNI ini dan dukungan BNI terhadap Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 merupakan wujud kontribusi BNI untuk mensejahterakan petani. Program yang dilakukan melalui penyediaan akses permodalan yang mudah dan murah di sektor pertanian dan perkebunan. Gerakan ini diharapkan menjadi salah satu penopang program pemerintah dalam upaya meningkatkan produktivitas petani, pemerataan pendapatan, dan pengentasan kemiskinan.

“BNI akan tetap terus mensukseskan pembangunan perekonomian Indonesia dan menyalurkan pembiayaan bagi segenap petani guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera dan mandiri,” ujarnya.

Sedangkan Bambang Setyatmojo mengungkapkan, Kementerian Pertanian bersama BNI melakukan gerakan ini sebagai salah satu bentuk sinergi antara BUMN dan pemerintah dalam pendampingan budidaya serta peningkatan hasil produksi dengan dukungan KUR serta program Corporate Social Responsibility (CSR). Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 ini akan diimplementasikan di 56 lokasi penghasil komoditas jagung dan padi di seluruh Indonesia dengan melibatkan kurang lebih 25.000 petani.

Penanaman Massal
Pada kesempatan ini juga dilaksanakan tanam massal komoditas yang dilakukan oleh 500 Petani. Selanjutnya, BNI juga memanfaatkan momentum ini untuk menyerahkan Kartu Tani dan KUR Tani yang akan digunakan untuk pembelian pengering (dryer) padi. KUR tersebut menambah portofolio penyaluran KUR oleh BNI. Hingga 30 November 2018, KUR yang telah disalurkan BNI mencapai Rp 15,65 triliun yang diterima 134.334 petani maupun kalangan UKM di seluruh Indonesia.

BNI juga memberikan bantuan CSR berupa kegiatan Padat Karya Tunai (PKT). PKT dilakukan antara lain untuk menyediakan berbagai prasarana pendukung kawasan pertanian yang diikutsertakan dalam Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR 2018/2019 ini. Program PKT yang dilakukan antara lain, normalisasi saluran air yang melibatkan 200 petani. (b3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *