Kampung Nelayan Teknologi, Hasil Sentuhan Baksos

TANGERANG – EKSPLORE (17/12/2018) – Kamoung nelayan kini jangan dicitrakan sebagai kampung yang kumuh, dan jauh dari sentuhan teknologi, termasuk teknoligi ditital yang menandai era Industry 4.0. Kampung Nelayan Teknologi di Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, contohnya.

Kampung itu kini sudah melek teknologi digital setelah mendapat sentuhan dari sejumlah lembaga, organisasi, dan swasta dalam bentuk bakti sosial (baksos). Kini, untuk memasarkan hasil tangkapan ikan maupun budidaya ikan, bisa melalui aplikasi yang ada di masing-masing androidnya.

“Dengan adanya kampung nelayan teknologi ini, para nelayan bisa menjual langsung hasil tangkapnya melalui teknologi digital. Demikian juga dengan ibu-ibu nelayan bisa menjual hasil olahan ikan maupun kulinernyanya dengan melalui HP saja, karena sudah dipengkapi dengan aplikasi digital,” kata Nanny Hadi Tjahyanto, ketua umum Dharma Pertiwi Pusat, saat meresmikan kampung nelayan teknologi tersebut, Senin (17/12/2018).

Hadir dalam acara peresmian kampung nelayan modern itu antara lain Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kemenkop dan UKM Bintang Puspayoga, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran (Propasar) Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit, Direktur CSR IBM Santi Diansari, pengurus Persit Chandra Kirana (persatuan istri AD) , Jalasenatri (AL) dan Ardyha Grarini (AU).

Santi Diansari Direktur CSR IBM yang juga ketua panitia, mengatakan, baksos ini merupakan Kolaborasi terintegrasi dari berbagai pihak. Di antaranya; Dharma Pertiwi Pusat, IBM Indonesia, Kemenkop dan UKM, Persatuan Sarjana Hukum Indonesia (Persahi), dan Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Santi menjelaskan, kegiatan baksos mencakup pelayanan kesehatan masyarakat, khitanan masal dan kacamata baca, sosialisasi kanker servic dan IVA (identifikasi visual asam) test dan peresmian kampung nelayan teknologi.

“Kampung nelayan teknologi diinisiasi oleh IBM Indonesia dalam rangka meningkatkan produktivitas para nelayan dan keluarganya,” kata perempuan berkerudung ini. Caranya, IBM mengajak masyarakat nelayan di sana untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital secara efektif dan inovatif. Kegiatan ini juga didukung oleh Habitat For Humanity Indonesia, Yayasan Kesejahteran Anak Indonesia, Acer, dan aplikasi Qasir. 

Siapkan Pelatihan
Sementara itu, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM Victoria br Simanungkalit mengatakan, adanya kampung nelayan teknologi ini sangat membantu nelayan maupun keluarganya dalam memasarkan hasil produksinya baik berupa tangkapan ikan maupun produk olahan, secara lebh cepat dan efisien.

“Kemenkop dan UKM mendukung dan mendorong nelayan untuk melek teknologi termasuk di kampung nelayan teknologi di Mauk Tangerang ini,” kata Victoria. Sebagai bentuk dukungan, Kemenkop dan UKM telah memberikan pelatihan kewirausahaan pada 150 nelayan di kampung nelayan teknologi di Kampung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk. (b4)

Ketua Umum Dharma Pertiwi Pusat Nanny Hadi Tjahyanto bersama Ketua Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Koperasi dan UKM Bintang Puspayoga, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Victoria Br Simanungkalit mengunjungi stan pameran pasar perahu di sela acara Bakti Sosial Dharma Pertiwi Pusat dan Kampung Nelayan Teknologi dalam rangka Hari Ibu di Kampung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang, Senin (17/12/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat