Dua Tahun Kiprah Pusat Inkubator Bisnis & Kewirausahaan Ikopin di Tangan Indra

BANDUNG – EKSPLORE (20/12/2018) Sesaat setelah dilantik menjadi Direktur Pusat   Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan (PIBI) Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) pada bulan Desember 2016,  dalam benak Indra Fahmi  ada empat langkah mendasar yang akan menjadi program kerja selama menjalankan amanah tersebut.

Yang pertama, menambahkan kata kewirausahaan dalam nama institusi PIBI. Semula Pusat Inkubator Bisnis Ikopin (PIBI) menjadi Pusat Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan Ikopin ( PIBI). Yang kedua, memberi kontribusi untuk tumbuh kembangnya UMKM start up. Yang ketiga, mendorong mahasiswa asal Papua penerima Beasiswa LPMAK dan BP Tangguh agar siap menjadi pebisnis di tanah Papua. Dan yang keempat, mendorong mahasiswa Ikopin agar  berani berbisnis.

Indra Fahmi mengawali langkahnya sebagai direktur PIBI dengan menggelar event Pekan Kewirausahaan Nasional.  Kegiatan ini terdiri dari Lomba Bisnis Canvas Model, Lomba Resensi Buku, serta Seminar Nasional. Kegiatan Pekan Kewirausahaan Nasional (PK ) ini ternyata mendapat respons yang luar biasa. Hal itu ditandai dengan keikutsertaan ratusan mahasiswa dari 40 perguruan tinggi terkemuka di seluruh wilayah Indonesia.

“Kegiatan PKN ini merupakan modal dasar bagi PIBI Ikopin untuk terus mewujudkan obsesi agar UMKM start up dapat terus tumbuh kembang dan para mahasiswa menjadi gemar berbisnis,” tutur Indra yang pernah menjadi wakil rektor selama dua periide.

Berbekal pengalaman menyelenggarakan PKN tersebut, dicanangkanlah gerakan “Tiada Bulan Tanpa Event Inkubator Bisnis dan Kewirausahaan”. Sasaran event tersebut ada tiga. Pertama,  UMKM start up di Jabar, terutama tenant PIBI Ikopin.  Kedua, mahasiswa pecinta bisnis. Ketiga, mahasiswa asal Papua penerima beasiswa LPMAK Timika dan BP Tangguh – Bintuni.

Berdasar identifikasi kebutuhan UMKM start up (tenant) binaan PIBI Ikopin maupun obsesi agar mahasiswa gemar berbisnis, maka dibuatlah acara dan program tematik berdasar kelompok sasaran. MmBeberapa aktivitas yang sudah dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Diskusi dan Mentoring ” Memulai Bisnis sejak Dini” bagi Mahasiswa, Kerjasama dengan Harian Pikiran Rakyat.
2. Pelatihan Pemasaran Digital bagi UMKM Start Up.
3. Pelatihan Standarisasi dan Cara mengikuti Lelang bagi UMKM.
4. Pelatihan kiat Ekspor bagi UMKM
5. Pelatihan Manajemen Usaha Kecil bagi Tenant PIBI Ikopin
6. Pelatihan Pengemasan
7. Bimbingan Penyusunan Rencana Usaha
8. Pendampingan Bisnis UKM sentra serta pembentukan Koperasi
9. Unrgensi Kreativitas dan Innovasi dalam Bisnis jaman Now
10. Bimbingan Digital Marketing bagi UKM Start Up.
11. Pelatihan FB adds bagi UKM Start Up
12. Praktek Soft Skill & Magang bagi Mahasiswa asal Papua pada Perusahaan di Banten dan Banyumas.
13. Live in Pengenalan Budaya, Sosial dan Bisnis bagi Mahasiswa asal Papua di Kab. Subang
14. Pendampingan bagi Petani dan Pengolah Hanjeli di Kab. Sumedang.
15. Pendampingan Pembentukan Koperasi Warga Tani Hanjeli di Kec. Wado Kab. Sumedang.
16. Pendampingan usaha bagi tenant pembuat Traktor Tangan. serta aneka ragam kegiatan lain yang bermuara agar para UMKM dapat lebih mudah dalam mengakses Pasar, Informasi, Modal, Manajemen dan Teknologi.

Dalam buku profil yang ada, PIBI Ikopin berdiri dengan SK Rektor tertanggal 1 Agustus 1995. Sejak 1995 hingga 2018, sudah 226 kegiatan diadakan. Kini, PIBI didukung oleh 34 instruktur atau staf ahli. Termasuk di antaranya Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah, mantan gubernur Bank Indonesia.

Program Kerja 2019
Indra menjelaskan, sekurangnya ada sembilan program yang dicanangkan untuk tahun depan. Kesembilan program itu  meliputi; pertama, Pemberian beasiswa LPMAK Pendidikan Manajemen Bisnis IKOPIN Tahun 2019, Kedua, kerjasama dengan LPMAK Timika Papua.
Ketiga,  Program Beasiswa British Petroleum – IKOPIN Tahun 2019, Kerjasama dengan BP Berau Ltd.

Keempat,  Program Kemitraan Usaha dan Rintisan Usaha di Kawasan Teluk Bintuni,
Kerjasama dengan BP Berau Ltd. Kelima, Pelaksanaan kegiatan Employment Permit System Test Of Proficiency In Korea
(EPS TOPIK) 2019, Kerjasama dengan BNP2TKI, BP3TKI dan HRD-Korea, Asean Training of Cooperative, kerjasama dengan Acedac dan Asean Secretary.

Keenam, Program Pengembangan Inkubator Bisnis di Perguruan Tinggi, Kerjasama
dengan Kemenkop dan UKM RI. Ketujuh, Program Pendidikan dan Pengembangan Kewirausahaan, Kerjasama dengan
Biro Ekonomi LPMAK. Kedelapan, Pembentukan Wirausaha Baru, Kerjasama dengan Diskop & UKM Provinsi Jabar.
Kesembilan,  Program Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) 2019, Kemenristek-Dikti.. ban)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat