TKN Jokowi-Ma’ruf Jangan Terlena Dengan Kemenangan Awal

JAKARTA – EKSPLORE (29/12/2018) – Sejauh ini, Jokowi-Ma’ruf tak terkalahkan dalam sejumlah survei baik itu, Poltracking, Indo-Barometer, Charta Politika, SMRC, LSI, maupun Indo-Strategy.

Namun, pengamat politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Jerry Massie mengingatkan, perang politik masih tersisa empat bulan, big match akan berlangsung 17 April 2019. Jadi kata dia, senjata dan peluru jangan sampai habis.

Sejauh ini, kata Jerry, Jokowi masih unggul atas Prabowo. Tapi, angin politik bisa berubah jika mesin politik tak bergerak. “Bukan saja TKN Jokowi-Ma’ruf yang bergerak tapi juga parpol pendukung juga harus balance untuk mensupport sang petahana,” kata Jerry di Jajarta, Sabtu (29/12/2018).

Diakui Jerry, Jokowi menjadi targetman untuk mendulang  suara yang banyak. Ma’ruf juga perlu mendongkrak suara Jokowi. “Bagi saya jangan mereka sampai terlena dan terbuai akan kemenangan awal, lantaran langkah terakhir juga sangat menentukan, takutnya terulang seperti pilkada DKI dimana Ahok-Djarot sudah di atas kertas, akhirnya kalah juga sama Anies Baswedan-Sandiaga Uno,” kata Jerry.

Sepatutnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) harus membuat road mapping dan juga (strategy, branding and imaging) apa yang akan mereka lakukan pada 2019 yang tinggal 3 hari. “Ingat, segala sesuatu bisa berubah, siapa sangka Hillary Clinton yang unggul jauh dalam sejumlah survei atas Donald Trump pada president election AS 2016 lalu, akhirnya berbalik,” tuturnya.

Trump yang didukung Partai Republik akhirnya menang electoral college 306- 232. Tapi, Trump kalah di popular votes
65.853.625 votes (48,0%)
62.985.106 votes (45,9%). “Untuk itu, jika ingin menang timses TKN Jokowi-Ma’ruf harus lebih kerja keras lagi,” ujarnya mengakhiri pembucaraannya. (b1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat