Penetrasi Pasar, BTM Pekalongan Buka Layanan di Kajen

PEKALONGAN – EKSPLORE (2/1/2019) – Meskipun kondisi ekonomi nasional di awal tahun 2019 belum begitu kondusif secara makro ekonomi, tapi para pelaku usaha tak perlu pesimistis. Primer Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah Baitut Tamwil Muhammadiyah (KSPPS-BTM) Pekalongan – Jawa Tengah bahkan telah menambah gerai pelayanan. Yaitu, kantor pelayanan di Kecamatan Kajen. Peresmian gerai dilakukan Rabu (2/1/2019) disaksikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pekalongan Mulyono Kastari, anggota Muhammadiyah, dan masyarakat sekitar.

Ketua KSPPS BTM Pekalongan Akhmad Sakowi dalam kata sambutannya mengatakan, hadirnya kantor tersebut sebagai bagian dari implementasi rapat kerja BTM Pekalongan yang telah disusun sebelumnya. BTM Pekalongan harus bisa hadir di tengah-tengah warga Muhammadiyah dan masyarakat, baik di tingkat cabang maupun ranting Muhammadiyah. “Ini sebagai rasa tanggung jawab BTM dalam menjalankan pilar ketiga Muhammadiyah, yakni ekonomi,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Sakowi, keberadaan dari Kantor Layanan BTM Kajen merupakan bagian dari konsolidasi keuangan mikro Muhammadiyah dan amanah dari Gerakan Microfinance Muhammadiyah (GMM) Induk BTM. KSPPS-BTM Pekalongan merupakan hasil merger dari 12 cabang BTM di tingkat kecamatan.

BTM Pekalongan sejauh ini menjadi barometer bagi BTM di Jawa Tengah dalam konsolidasi merger keuangan mikro, karena BTM Pekalongan pertama kali yang melakukan merger. Hal ini telah mendorong bagi BTM lain seperti Batang, Pemalang dan  Banjarnegara untuk melakukan hal serupa.

Sakowi menegaskan, dengan merger memberikan keuntungan tersendiri bagi BTM, diantaranya adalah aset BTM akan lebih besar, pengawasan dan evaluasi akan mudah karena terintegrasi, penguatan sumber daya insani dan karir, serta meningkatkan kualitas pelayanan. “Inilah alasan mengapa kami melakukan merger BTM di tahun yang lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PDM Pekalongan Mulyono Kastari menyambut positif langkah yang dilakukan oleh BTM Pekalongan dengan membuka kantor layanan BTM Kajen. Dengan adanya kantor layanan tersebut mempermudah bagi warga dan masyarakat untuk berinteraksi dengan ekonomi syariah. BTM diyakini daoat menjadi solusi mudah dalam mengakses modal kerja dan midal usaha. “Dengan demikian sektor riil akan bergerak dan penyerapan tenaga kerja,” tukasnya.

Selain itu, Mulyono mengimbau kepada warga Muhammadiyah agar memanfaatkan keberadaan BTM. Apalagi BTM adalah amal usaha Muhammadiyah berupa lembaga keuangan mikro syariah yang ditetapkan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Muktamar. Maka dari itu, dalam semangat ukhuwah dan berjamaah, Mulyono berharap warga Muhammadiyah mau ber-BTM agar ekonomi umat kuat. ” Itulah kenapa kami di PDM dan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) kukuh dalam mengembangkannya,” ucapnya.

Mulyono sendiri setuju dengan apa yang dilakukan oleh MEK – PPM dan Induk BTM yaitu menata dan menyusun regulasi tentang keuangan mikro Muhammadiyah sebagai Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) atau amal usaha Muhammadiyah (AUM). Jadi, setiap pembentukan BTM harus mendapat rekomendasi dari Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) baik tingkat PDM (kota/ kabupaten) maupun PWM (provinsi). Dengan demikian ada landasan yang kuat dalam taat azas dan berorganisasi. ” Semoga strategi ini dapat menguatkan peran Muhammadiyah dalam membangun peradaban ekonomi umat,” tandas Mulyono. (ag1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *