Ketua DPR Ingatkan, Penyelenggara Pemilu Harus Netral

JAKARTA – EKSPLORE (7/1/2019) – Tahun ini merupakan masa yang sangat menyibukkan bagi anggota DPR. Disebut tahun politik, karena terdapat momen paling penting bagi kehidupan politik dan bernegara di negeri ini. Momen itu adalah adanya pemilihan umum, yaitu pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pilleg) baik untuk DPR, DPRD Kota/kabupaten, DPRD provinsi, maupun DPD.

Memasuki tahun politik, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan agar penyelenggara pemilu berlaku netral, artinya tidak memihak kepada salah satu kontestan. Sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, yang dimaksud penyelenggara pemilu meliputi Komisi Pemilihan Unum (KPU), Badan Pengawal Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kepada penyelenggara Pemilu kami juga menghimbau untuk tetap menjaga netralitas, independensi, dan profesionalismenya, supaya Pemilu 2019 benar-benar berjalan dengan jujur, adil, dan damai, sebagaimana harapan kita semua,” kata Bambang dalam pidato pembukaan masa sidang 2019, Senin (7/1/2019) di gedung DPR di Senayan, Jakarta. Menurut politisi dari Fraksi Partai Golkar ini,
keberhasilan kita menjalankan Pemilu secara damai untuk kesekian kalinya, akan menempatkan Indonesia sebagai kampium demokrasi baru yang diakui oleh dunia.

Kepada rekan-rekannya sesama anggota Dewan, Bambang mengajak untuk mengoptimalkan masa persidangan ini dengan bekerja sekeras-kerasnya guna memperjuangkan aspirasi dan harapan seluruh rakyat Indonesia. Bulan-bulan ke depan adalah bukan-bulan politik, dimana para anggota Dewan yang mencalonkan kembali akan sangat disibukkan dengan perjuangan di daerah pemilihannnya masing-masing.

Mari kita atur manajemen waktu kita dengan sebaik-baiknya, gunakanlah waktu di akhir pekan secara optimal untuk turun ke dapil masing-masing. Sedangkan hari-hari kerja tetap digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas sebagai anggota Dewan yang terhormat. “Mari kita songsong Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019 dengan riang gembira sebagai festival kedaulatan rakyat,” katanya.

Menurut mantan Ketua Komisi II DPR ini, Pemilu bukan ajang untuk saling melemahkan, apalagi saling menjatuhkan. Melainkan, ajang untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan kita sebagai bangsa. Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan suasana yang sejuk dan damai, jauh dari rasa permusuhan dan pertentangan.

“Kepada kedua tim kampanye capres-cawapres kami mengimbau hendaknya bisa menahan diri, mari kita utamakan kampanye yang berkualitas, adu gagasan, dan adu program, demi terwujudnya kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Bambang lagi. Bambang pun menjuluki tahun politik ini sebagai Tahun Dewan Berprestasi.

Sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, pemungutan suara serentak pilpres dan pilleg diadakan pada 17 April 2019 yang jatuh pada hari Rabu. Pada hari itu, pemerintah menetapkan sebagai hari libur nasional. Sedangkan sekarang sudah memasuki masa kampanye. KPU menjadwalkan debat bagi dua pasangan capres-cawapres yang disiarkan di sejumlah stasiun televisi nasional. Putaran pertama debat diadakan pada 17 Januari.

Saat mengakhiri pidatonya, Ketua DPR antarwaktu pengganti Setya Novanto ini pun membaca dua buah pantun. Satu di antaranya berbunyi:
Bila kembang di taman tampak layu,
Segera siram agar kembali indah.
Ajak semua masyarakat peduli pemilu,
Agar terpilih pemimpin yang amanah. (ba1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *