Saatnya Petani Kita Beralih ke Pertanian Organik

GARUT – eksplore.co.id – Pola pertanian organik diyakini mampu memberi nilai tambah bagi para petani kita. Karena itu, sudah saatnya mereka diajak untuk menerapkan pola pertanian modern dan kompetitif. Dengan pola organik, produk pertanian kita mampu bersaing bahkan meredam kehadiran produk impor.

Hal itu diungkapkan Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik saat meninjau sentra industri pertanian UKM Green Farm, Jumat ((1/2/2019).

Garut menilai pola usaha pertanian terintegrasi yang dijalankan oleh pelaku UKM mampu mengoptimalkan hasil tanaman. Pola bisnis ini dinilai perlu diperkuat dengan kemitraan agar semakin berkembang.

Deputi Restrukturisasi Usaha Kemenkop dan UKM Abdul Kadir Damanik saat melakukan kunjungan kerja ke industri pertanian UKM Garut Green Farm. ”Pola pertanian organik ini mampu mengubah pola pertanian tradisional ke pola tepat guna yang modern,” kata Damanik.

Karena itu, dia berharap Garut Green Farm bisa dijadikan sebagai salah satu percontohan dalam membangun pertanian terintegrasi. Yang terang, kata dia, konsep pertanian seperti itu akan membuat produk pertanian semakin kompetitif dari sisi kualitas dan kuantitas atau jumlah. “Dengan demikian produk pertanian ini bisa memenuhi kebutuhan pasar dalam neger maupun ekspor,” tuturnya.

Hanya saja, dia berpesan, agar petani juga berubah kuat secara kelembagaan, mereka perlu menjalin kemitraan dan berhumpun dalam wadah koperasi. “Dengan berhimpun dan koperasi dan bermitra dengan pihak lain yang sudah berpengalaman di bidang itu, petani akan memiliki kemampuan dan pengetahuan teknis, termasuk tentang bibit, hama, juga soal akses permodalan dan pemasaran,” kata Damanik.

Pertanian Syariah

Garut Green Farm adalah konsep pertanian organik modern yang dikembangkan oleh pelaku UKM Ifan Donofan asal Garut, Jawa Barat. Dia menjalankan bisnis pertaniannya  secara rasional dengan pendekatan ilmu pengetahuan dan pengembangan komunitas. Dalam pertanian terintegrasi berbasis green house ini, kata Ifan, meliputi pembuatan bibit unggul, pupuk organik, penanaman, perawatan, dan pengobatan. Bahkan, untuk mengoptimalkan proses penanaman di Garut Green Farm didirikan sebuah klinik pertanian. “Dengan adanya klinik pertanian tersebut, maka berbagai penyakit yang menyerang tanaman mampu terdeteksi dan terobati,” kata Ifan.

Yang unik, Garut Green Farm menerspkan pendekatan skema syariah, yakni akad bagi hasil mudharabah. Jadi, berapa jumlah nisbah bagi hasilnya, menyesuaikan dengan kesepakatan antara Garut Green Farm dan para petani. Ikut tergabung dalam bisnis pertanian organik iini sekurangnya 40 orang petani. Mereka memproduksi sayuran seperti pakcoy, lolorosa, letuce, endip, san dan horenso.

Ifan mengajak lebih banyak lagi petani bergabung untuk memasok hasil-hasil pertanian di pasar domestik. Menurut dia, kebutuhan produk pertanian sangat besar. Karena itu diperlukan kemitraan dengan lebih banyak petani untuk mengembangkan pertanian organik ini. “Jangan sampai tanaman pangan organik hanya dikonsumsi masyarakat luar saja, tapi harusnya masyarakat kita juga ikut menikmati produk pangan yang sehat dan berkualitas, ” kata Ifan. (a2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat