Menkop Usulkan UGM Bentuk Pusat Studi Perkoperasian

YOGYAKARTA – eksplore.co.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop) AAGN Puspayoga mengusulkan agar Universitas Gadjah Mada (UGM) membentuk Pusat Studi Perkoperasian (PS Koperasi). Menkop juga berharap lembaga itu akan menjadi pusat pembelajaran tentang perkoperasian bagi kampus-kampus yang lain.
Usulan itu diungkapkan saat pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mahasiswa (Kopma) UGM di Kampus UGM, Bulaksumur, Senin (4/2/2019).

Dalam sambutan yang dibacakan Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM Suparno, Puspayoga mengakui usia Kopma UGM cukup tua, yaitu 37 tahun. Koperadi itu terus berkembang dan memberikan manfaat nyata kepada anggotanya, bahkan masyarakat sekitarnya.

“Karena itu, saya berharap, perguruan tinggi khususnya UGM dapat menjadi pionir dalam membentuk Pusat Studi Perkoperasian dan mengembangkan koperasi civitas akademika (University Coop) yang dapat mengakomodasi anggota lebih besar dari semua elemen perguruan tinggi di Yogyakarta,” jata Puspayoga. Sehingga, kata dia, ke depan lembaga itu dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi Kopma-Kopma lainnya di beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Menutut Menkop, pembangunan koperasi bukan saja urusan pemerintah, tetapi juga menjadi urusan masyarakat dan lembaga-lembaga lain, termasuk perguruan tinggi. Sesuai sifat koperasi yang otonom dan independen, maka peran pemerintah hanyalah sebagai fasilisator dan motivator dalam pengembangan koperasi di tanah air.

Perguruan tinggi mengemban amanat bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, atau yang dikenal dengan “Tri Dharma PerguruanTinggi”. Dari situ, oerguruan tinggi diharapkan dapat berperan aktif dalam mengembangkan perkoperasian melalui pencetakan sumber daya manusia (SDM) koperasi yang berkualitas. Perguruan tinggi sebagai lembaga intelektual turut bertanggung jawab atas penyiapan SDM yang diharapkan dapat menjadi pengelola koperasi yang handal, serta menjadi pelopor maupun penggerak pembangunan ekonomi daerah.

Puspayoga mengungkapkan, mahasiswa merupakan kader penerus bangsa yang akan menjadi penggerak ekonomi rakyat, dan salah satu pendekatan tersebut dilakukan melalui koperasi. “Untuk itu, pemahaman tentang pengetahuan perkoperasian perlu disosialisasikan atau diinformasikan kepada para pemuda untuk membawa perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Menkop.

Selanjutnya, kata mantan Walikota Denpasar ini, para mahasiswa diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan perkoperasian kepada khalayak luas.

Lebih lanjut Puspayoga mengatakan, kopma merupakan organisasi/unit kegiatan mahasiswa yang mempunyai peran dan fungsi ganda. Yaitu , sebagai wahana pelayanan dan peningkatan kesejahteraan mahasiswa, serta sebagai laboratorium dan wahana pendidikan yaitu tempat pembentukan kader koperasi (human investment).

Pada kesempatan tersebut, Suparno meminta Kopma UGM untuk taat pada aturan perkoperasian yang berlaku. Menurut dia, hal ini sangat penting, agar koperasi yang sudah berjalan baik ini di kemudian hari tidak tersandung masalah administrasi atau aturan yang berlaku. “Jangan sampai hal-hal kecil menimbulkan persoalan yang tidak kita inginkan,” katanya.

Pernyataan Suparno ini terkait dengan kehadiran anggota Kopma UGM pada pembukaan RAT yang masih sedikit. Sebab, kata dia, jumlah anggota Kopma UGM sekitar 900-an. “Tapi ini yang hadir di RAT kok hanya sedikit, apakah ini sudah korum?,” tanya Suparno.

Soal itu, Ketua Umum Kopma UGM Mohammad Anharulfikri mengakui, anggota yang hadir saat pembukaan RAT belum banyak. Menurut Anhar, sebagian besar anggota menyatakan hadir, tapi masih banyak yang kuliah dulu. “Teman-teman anggota sudah sepakat untuk hadir dalam RAT ini,” katanya saat pembukaan RAT Kopma UGM yang dihadiri Rektor Ugm Prif Panut Mulyono.

Terus Mendukung
Saat memberi sambutan, Panut mengatakan, pada tahun 2018 Kopma UGM telah membuktikan eksistensinya di kancah regional, nasional, bahkan internasional dengan sederet prestasi diraihnya. Hal ini merupakan pencapaian yang patut diapresiasi, dan diharapkan akan dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. RAT tahun ini juga mengagendakan pergantian pengurus.

Panut menambahkan, hubungan yang telah terjalin antara Kopma UGM dan pihak universitas juga sangat baik. Oleh karena itu, pihak universitas akan senantiasa mendukung koperasi ini agar terus mengembangkan diri dan mampu memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika UGM dan masyarakat lingkungan sekitar.

Panut menambahkan, Kopma UGM juga telah berkontribusi menyediakan sociopreneur muda untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan berbasis ekonomi kerakyatan. Hal ini sejalan dengan salah satu jati diri UGM yaitu sebagai kampus kerakyatan. “Karena itu, universitas akan senantiasa bekerjasama dengan Kopma UGM terutama untuk kegiatan kewirausahaan melalui Direktorat Kemahasiswaan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor UGM juga mendorong kepada pengurus Kopma untuk mengembangkan diri dengan memanfaat teknologi digital. Hal ini seiring dengan terus berkembanganya teknologi di era digital ini. “Dengan memanfaat teknologi dan inovasi, diharapkan Koperasi “Kopma UGM” akan semakin berkembang dan tentunya akan semakin meningkatkan kesejahteraan anggotanya,” kata Oanut mengakhiri sambutannya. (ba2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *