Biar Tembus Pasar Global, Kemenkop Beri Pelatihan Bagi Mentor UMKM

SURABAYA – eksplore.co.id – Kementerian Koperasi dan UKM fokus mendorong UKM naik kelas melalui penguatan daya saing UMKM agar mampu memasuki persaingan global. UMKM Indonesia yang sebagian besar baru mampu berkiprah di pasar lokal menjadi tantangan tersendiri meskipun mutu produknya tidak kalah dari produk luar negeri.

Untuk itu, Kemenkop UKM melalui Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran mengadakan Training of Mentors dalam rangka peningkatan ekspor dan internasionalisasi UMKM, pada 6 – 7 Februari 2019 di Surabaya.

Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran, Victoria Simanungkalit mengatakan, untuk mewujudkan visi pengembangan UMKM dibutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai stakeholder, khususnya skademisi, peneliti, pendamping, Pemerintah dan pelaku usaha itu sendiri.
“Produk UMKM dipacu agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global karena saat ini masih belum in-line antara produk yang ditawarkan dengan permintaan pasar global,” tutur Victoria.

Menurut diua, banyak produk UMKM belum punya keunikan. Standar kualitas produknnya masih rendah dan kemasannyapun kurang menarik. Di samping itu pengetahuan tatacara ekspor mandiri masih minim, sehingga banyak pelaku UMKM yang mengekspor melalui pihak ketiga,” kata Victoria saat membuka pelatihan.

Itu sebabnya, kata Victoria, Kemenkop UKM mengadakan pelatihan bagi mentor UMKM agar menguasai seluk-beluk pasar global. Fungsi mentor akan menjadi pendamping untuk menerjemahkan permintaan pasar, standar produk, hingga tata cara ekspor.

Pelatihan bagi para mentor ini diharapkan dapat membangun sinergi yang lebih baik antara pemerintah, pihak swasta, dan asosiasi maupun komunitas UMKM khususnya dalam menjembatani peluang bagi UKM Indonesia untuk dapat meningkatkan kapasitasnya dan berdaya saing dengan UKM di ASEAN maupun global.

Pelatihan diikuti oleh pembina UMKM, dosen/akademisi, pengelola PKBL/CSR, konsultan/pendamping UMKM, dan penggerak komunitas/ asosiasi UKM dari 20 Kabupaten dan 20 Kota, dari 8 provinsi. Dua provinsi di antaranya dati luar Jawa.

Nantinya para peserta training akan tergabung dengan komunitas ASEAN Mentorship for Entrepreneurs Network (AMEN) salah satu proyek kerjasama ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME) yang menjadi salah satu Priority Deliverables tahun 2019. Proyek ini digagas oleh Filipina dan akan diimplementasikan di seluruh negara anggota ASEAN.

Tujuan utama proyek ini adalah membentuk suatu wadah bagi UKM agar dapat mengakses 3M (Money, Market, and Mentorship). Selain itu juga untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan mendorong UKM agar bisa naik kelas.
(ba2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat