Ikopin Bantu Kembangkan Koperasi di Filipina

SUMEDANG – eksplore.co.id– Institut Koperasi Indonesia (Ikopin) siap membantu pengembangan pendidikan perkoperasian di negara Filipina. Hal itu  ditandai penandatanganan naskah kerjasama oleh Wakil Rektor Ikopin  Bidang Riset dan Kerjasama Yuanita Indriani dengan Walikota Imus City, Filipina, Emmanuel Maliksi, di kampus Ikopin, Jatinangor, Sumedang, Kamis (28/2/2019).

“Kerja samanya baik dari segi keilmuan atau pun praktik,” kata Yuanita. Kerjasama dengan Ikopin tersebut, menurut Yuanita, ditempuh untuk memperkuat kelembagaan dan pengembangan pendidikan koperasi.

Kerja sama itu nantinya meliputi pertukaran pelajaran dan produk masing-masing negara, salah satunya Filipina ingin dibantu pengembangan produk lokalnya yakni komoditas kopi. “Mereka sangat menginginkan produknya tersebut mendunia,” kata Yuanita.

Sementara itu, program kerja sama pertukaran pelajar sejumlah mahasiswa Ikopin yang sudah mengikuti tahapan seleksi akan dikirim ke Filipina untuk melanjutkan studi, begitu juga pelajar dari Filipina akan belajar di Ikopin.

Sedangkan pelajaran yang akan dikembangkan, kata Yuanita, antara lain bidang finansial manajemen dan beberapa pelajaran lainnya yang dibutuhkan oleh kedua belah pihak. “Pembelajaran yang akan dilakukan terutama dalam bidang finansial manajemen,” kata Yuanita.

Saat ini, Ikopin memiliki program studi perekonomian dan manajemen di antaranya program studi baru jenjang pendidikan S-1 Akuntansi, S-1 Ekonomi Syariah, serta D-3 Keuangan dan Perbankan.

Kunjungi PIBI
Ke kampus Ikopin, Walikota Imus City juga membawa rombongan dari Imus Cooperative Federation. Mereka juga mengunjungi Pusat Inkubator Busnis dan Kewirausahaan (PIBI). Mereka mengadakan studi banding dan kerjasama membuka jejaring bisnis dengan UKM start up tenant PIBI Ikopin.

“Kunjungan rombongan Imus ke PIBI Ikopin adalah rangkaian kunjungan ke Kampus Ikopin guna merealisasikan  MoU dengan Ikopin dalam hal pengembangan pendidikan wirausaha dan koperasi,” kata Direktur Eksekutif PIBI-Ikopin Indra Fahmi.

Bertempat di Entrepreneurial Meeting Room, Indra pun memoresentadikan tentang program dan visi PIBI dibentuk. Ada beberapa poin yg disampaikan yaitu apa itu inkubator, tujuan inkubator, apa yang ditawarkan oleh inkubator, siapa saja yang menjadi klien dari PIBI Ikopin. Menurut Indra, PIBI Ikopin merupakan salah satu unit dari Ikopin yang bertugas untuk mencetak para pengusaha baru dan untuk mengembangkan para pengusaha agar lebih kreatif, inovatif serta produktif dan mampu bersaing di era Revolusi Industri 4.0 ini.

Selain itu  Indra juga menyampaikan program-program yang dilakukan pada tahun 2017 hingga 2018 di antaranya program pendampingan atau inkubasi pengusaha start up berbasis teknologi. Pada 2017 PIBI Ikopin mendampingi tenant produk makanan yang terbuat dari berbagai bahan pangan seperti beras, sereal serta snack.  Pada 2018 PIBI mendampingi tenant dengan produk traktor portabel multifungsi.

Dalam kesempatan itu PIBI Ikopin menampilkan tenant-tenant yang merupakan mahasiswa. Mereka sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan pendampingan dalam hal pengembangan usaha. Masing-masing tenant tersebut menampilkan produk-produk usahanya yaitu Mala Cake & Cookies dengan aneka kue kering dan basah, budi daya jamur tiram, Obien laundry, Morena snack dengan produk camilan moring, serta Yoqueen Beauty dengan produk masker yang berbahan yoghurt.

Setelah mendapat paparan mengenai PIBI Ikopin pihak Imus Cooperative Federation mendapatkan penjelasan tentang produk-produk yang ditampilkan oleh tenant-tenant Ikopin. Rombongan dari Imus City itu juga mencoba mencicipi produk tenant seperti kue-kue dan snack.  Bahkan ada yang sudah teken naskah kerja sama. (ba1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat